STIKes Bakti Utama Pati Berdayakan Keluarga Atasi Nyeri Payudara Ibu Menyusui

STIKes Bakti Utama Pati Berdayakan Keluarga Atasi Nyeri Payudara Ibu Menyusui

PATI – Tim dosen Program Studi Pendidikan Profesi Bidan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Keluarga dalam Penanganan Nyeri Payudara Ibu Menyusui (Tugas Keluarga ke-4 dan ke-5)” di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, pada 24-28 Januari 2026.

Kegiatan yang diketuai Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes. bersama Ana Rofika, S.S.T., M.Kes., M.Keb. ini melibatkan lima mahasiswa profesi bidan dan menyasar lima ibu nifas beserta keluarganya. Program ini merupakan tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya yang telah membahas tiga tugas keluarga dalam bidang kesehatan.

Nyeri payudara masih menjadi keluhan umum ibu pada hari-hari awal menyusui. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidaknyamanan bahkan berisiko mengganggu keberhasilan ASI eksklusif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, cakupan ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan di Indonesia mencapai 73,97 persen. Meski cukup baik, dukungan keluarga tetap menjadi faktor kunci keberlanjutan menyusui.

Dalam kegiatan ini, tim memberikan edukasi mengenai lima tugas keluarga di bidang kesehatan, dengan penekanan pada tugas keempat dan kelima, yaitu kemampuan memodifikasi lingkungan rumah agar ibu nyaman menyusui serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara optimal.

Kegiatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan, terdiri atas dua sesi edukasi klasikal di balai desa dan tiga kali kunjungan rumah. Materi yang diberikan meliputi deteksi dini masalah laktasi, pengambilan keputusan kesehatan, hingga praktik penanganan nyeri payudara menggunakan kompres daun kubis sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan terjangkau.

Pada sesi pendampingan rumah, keluarga diajak langsung menata ruang istirahat ibu, memperbaiki pencahayaan dan ventilasi, memastikan kebersihan lingkungan, serta mendukung posisi dan perlekatan menyusui yang benar. Selain itu, keluarga dikenalkan pada layanan Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan terdekat, termasuk prosedur akses dan jenis layanan yang tersedia.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 40 meningkat menjadi 85 pada post-test. Selain peningkatan pengetahuan, keluarga juga menunjukkan keterampilan lebih baik dalam memodifikasi lingkungan dan komitmen memanfaatkan fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya pada ibu menyusui.

Ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga penting karena keluarga merupakan sistem pendukung utama ibu nifas. “Ketika keluarga memahami perannya, ibu merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri dalam menyusui,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari peserta ibu nifas dan keluarga. “saya sangat terbantu dengan kegiatan ini karena saya jadi lebih tau gimana cara mengatur suasana rumah dan juga lingkungan sehingga saya bisa menyusui dengan nyaman’, komentar Dinda Safitri, seorang ibu nifas

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Profesi bidan sebagai salah satu media mahasiswa belajar implementasikan materi perkuliahan serta guna penguatan soft skill mahasiswa. “Saya senang dilibatkan dalam PM dosen karena saya menjadi lebih memahami bagaimana belajar berkomunikasi serta mengelola suatu kegiatan dengan lebih baik”, tutur Retno Anggraeni, mahasiswa profesi bidan yang dilibatkan dalam PM ini.

Dok; tim PM mengedukasi keluarga tentang pijat oksitosin ke ibu nifas, Senin, 26 Januari 2026 di Tondomulyo Jakenan Pati

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa dan bidan setempat, serta didanai penuh oleh STIKes Bakti Utama Pati. Ke depan, program serupa direncanakan berlanjut melalui pendampingan rutin oleh bidan dan kader kesehatan desa agar praktik baik yang telah diajarkan dapat berkelanjutan.

Melalui program ini, STIKes Bakti Utama Pati menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Pati.

By. Putri Nur Azizah (Mahasiswa Profesi Bidan)

Transformasi Digital, STIKes BUP Sosialisasikan SIMPEG dan SIAO

Transformasi Digital, STIKes BUP Sosialisasikan SIMPEG dan SIAO

STIKes Bakti Utama Pati (BUP) terus memperkuat komitmen transformasi digital melalui penyelenggaraan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) dan Sistem Informasi Absensi Online (SIAO) bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025 pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Rapat dan dihadiri oleh Civitas Akademis STIKes Bakti Utama Pati yang terdiri dari dari berbagai unit kerja baik dosen maupun tenaga pendidik. Sosialisasi ini dilakukan secara luring dan daring. Daring melalui zoom untuk memfasilitasi yang tidak bisa hadir di ruang rapat.

Sosialisasi ini menghadirkan Pak Febrianto Bagus Setiawan, S.Kom, selaku IT yang menjadi narasumber utama. Beliau memberikan pemaparan mendalam mengenai fungsi, manfaat, alur penggunaan SIMPEG dan SIAO sebagai sistem administrasi berbasis digital yang akan menjadi standar pengelolaan kepegawaian di lingkungan STIKes BUP.

Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) sebagai Penguatan Data Kepegawaian Terintegrasi

Narasumber menjelaskan bahwa SIMPEG dirancang untuk menjadi pusat pendataan pegawai secara terstruktur, lengkap, dan mudah ditelusuri.  Selain SIMPEG, peserta juga menerima penjelasan teknis terkait Sistem Informasi Absensi Online (SIAO). Presensi Digital untuk Peningkatan Disiplin Kerja. Pak Febrianto mendemonstrasikan cara login dan oprasional lainnya yang terkait aplikasi tersebut. SIAO hadir untuk menggantikan sistem manual dan meminimalkan kesalahan pencatatan. Kehadiran sistem ini data kehadiran dapat dipantau lebih transparan dan akuntabel.

Implementasi SIMPEG dan SIAO adalah bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan efisiensi layanan internal dan memperkuat tata kelola kepegawaian. Sesi sosialisasi berlangsung interaktif, dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait pengisian data, kendala teknis, serta sinkronisasi dokumen. Tim IT dan kepegawaian memberikan pendampingan langsung serta memastikan seluruh peserta memahami prosedur penginputan data dengan benar.

STIKes BUP berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan sistem, menyediakan bimbingan teknis berkala, serta memastikan semua pegawai dapat menjalankan SIMPEG dan SIAO secara mandiri dan tepat. Penyelenggaraan sosialisasi ini, STIKes Bakti Utama Pati menegaskan langkah konsisten menuju kampus yang modern, responsif, dan berbasis teknologi, selaras dengan tuntutan tata kelola perguruan tinggi masa kini.

Bd. Nur Annisa Fauziyah, S.ST., M.K.M_Humas Kerjasama STIKes Bakti Utama Pati

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Workshop Jurnalistik

Narasumber dan Para peserta seminar

Pati, 20 Januari 2026, STIKes Bakti Utama Pati bersama Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) menyelenggarakan Kegiatan Seminar dengan tema “Transformasi Digital dalam Pelayanan Kebidanan Komunitas”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula STIKes Bakti Utama Pati sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan pelayanan kebidanan berbasis digital dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Workshop Jurnalistik

Pembukaan oleh MC

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan komunitas, meliputi penerapan telekonsultasi, pencatatan kesehatan digital, serta peran inovasi teknologi dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat

Workshop Jurnalistik

Penyampaian materi oleh narasumber 1 Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP

Penyampaian materi oleh Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP Digital Influencer Kesehatan: Peran Bidan dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta dapat memahami peran bidan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya menyebarkan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, inspiratif, serta memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik

Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber

Zhulfa,, salah satu peserta dari program studi S1 Kebidanan semester 1 tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memanfaatkan sesi tanya jawab yang sudah disediakan untuk memecahkan rasa keingintahuannya, ia bertanya mengenai bagaimana Bagaimana peran pikan dalam memanfaatkan teknologi digital sederhana untuk mengatasi keterbatasan akses pelayanan kebidanan, terutama di wilayah terpencil yang masih minim perkembangan di era digital saat ini, Bidan ninik:  menjelaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam memanfaatkan sarana digital yang mudah diakses, seperti telepon seluler dan aplikasi pesan singkat, untuk tetap memberikan edukasi, pemantauan, serta konseling dasar kepada masyarakat. Selain itu, bidan juga berperan dalam membangun sikap empati dan menghilangkan pandangan negatif yang masih berkembang di masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan berkesinambungan, sehingga pelayanan kebidanan dapat tetap optimal meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan perkembangan teknologi digital.

Workshop Jurnalistik

Pemaparan materi narasumber 2

Narasumber kedua yaitu Ayu Trisni P, S.Tr.Keb., Μ.Κ.Μ dengan tema “Teknologi Digital sebagai Jembatan Akses Pelayanan Kesehatan Komunitas” memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami sehingga peserta dapat memahami pemanfaatan teknologi digital sederhana sebagai sarana untuk menjembatani keterbatasan akses pelayanan kesehatan di masyarakat, khususnya di wilayah komunitas. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab untuk meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, edukatif, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik

Pemaparan materi narasumber 2

Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber 2 Emita mahasiswa s1 kebidanan mengajukan pertanyaan tentang Bagaimana bidan Kolaborasi Internasional dengan lokal masyarakat, Narasumber 2  menjawab Kolaborasi bidan secara internasional dengan masyarakat lokal dilakukan dengan menerapkan pengetahuan dan praktik kebidanan global yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Workshop Jurnalistik

Dokumentasi panitia acara seminar kesehatan

Melalui penyelenggaraan seminar ini, HIMKA berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk pelayanan kebidanan komunitas, serta mampu berperan aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak guna menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Zahra kurnia_Diploma Tiga Kebidanan

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

Workshop Jurnalistik

Workshop Jurnalistik

Kamis, 19 Desember 2025-STIKes Bakti Utama Pati menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalistik Kampus Berintegritas: Menulis Berita dan Berkomunikasi Etis di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan pelaksanaan luring bertempat di Ruang Rapat STIKes Bakti Utama Pati, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube STIKes Bakti Utama Pati.


Workshop tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa, baik dari Program Studi Kebidanan maupun Fisioterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang jurnalistik kampus, khususnya dalam penulisan berita yang akurat serta berkomunikasi secara etis di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, selaku Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng, serta Ibu Siti Marfu’ah, S.ST., MPH, Wakil Ketua I STIKes Bakti Utama Pati. Kedua pembicara menyampaikan materi terkait dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, etika bermedia, serta tanggung jawab mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi. Dalam pemaparannya, Ibu Nailin Risydan Al Anshori menekankan pentingnya prinsip jurnalistik, seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi data dalam penulisan berita. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar mampu menghasilkan tulisan yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemaparan Materi

Pemaparan Materi

“Menulis berita tidak hanya soal cepat, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan,” ujar Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng.

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Sementara itu, ibu Siti Marfu’ah menyampaikan bahwa keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa kesehatan. Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan etis sangat diperlukan, terutama dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Workshop ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik dan review hasil tulisan mahasiswa. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari pembicara terkait struktur penulisan berita, pemilihan kata, serta sudut pandang penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sesi diskusi dan tanya jawab

Sesi diskusi dan tanya jawab

Para peserta menilai kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru. Diharapkan, melalui workshop jurnalistik ini, mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati mampu meningkatkan keterampilan menulis, berkomunikasi secara etis, serta berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berintegritas.

kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor | situs slot gacor kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor slot gacor

Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula STIKes Bakti Utama Pati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Kepegawaian dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan institusi.

Kegiatan penjelasan terkait tools penilaian kinerja ini disampaikan dan dijelaskan oleh Kepala Kepegawaian Bapak Alex Kamal Hasan, SP dan indikator untuk tenaga pependidikan di jelaskan oleh Ibu Widiana Permata Sari, SKM. Pemaparannya beliau menjelaskan bahwa penilaian kinerja merupakan instrumen penting dalam sistem manajemen sumber daya manusia, yang bertujuan untuk menilai capaian kerja, profesionalisme, serta kontribusi dosen dan tenaga kependidikan terhadap pencapaian visi dan misi STIKes Bakti Utama Pati.

Penilaian kinerja dosen mencakup beberapa aspek utama, antara lain pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, disertai dengan unsur penunjang lainnya. Sementara itu, penilaian kinerja tenaga kependidikan difokuskan pada aspek disiplin kerja, tanggung jawab tugas, kualitas pelayanan, kerja sama tim, serta kontribusi terhadap kelancaran proses akademik dan administrasi institusi.

Widiana Permata Sari, SKM menekankan bahwa proses penilaian kinerja tidak semata-mata bertujuan untuk evaluasi, namun juga sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Hasil penilaian diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta pemberian apresiasi dan motivasi kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, STIKes Bakti Utama Pati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola institusi yang baik (good governance) dan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan kepegawaian. Penilaian kinerja secara berkala diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan kesehatan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada seluruh peserta terkait mekanisme termasuk jadwal dan indikator penilaian kinerja yang diterapkan di STIKes Bakti Utama Pati.

Nur Annisa Fauziyah, S.ST., M.K.M (Humas dan Kerjasama STIKes Bakti Utama Pati)

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

PKMB D3 Kebidanan di Desa Tondomulyo: Mengabdi dengan Hati, Hadir untuk Kesehatan Masyarakat, Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan PKMD (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran) di Desa Tondomulyo pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, rangkaian kegiatan PKMD ini dirancang agar mudah dipahami, menyenangkan, dan bermanfaat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Salah satu kegiatan utama dalam PKMD ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) dan gula darah. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Melalui pemeriksaan sederhana ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Mahasiswa dengan pendampingan dosen memberikan penjelasan ringan dan mudah dipahami terkait hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi.

Suasana semakin meriah saat kegiatan senam bersama masyarakat, khususnya para lansia, dimulai. Dengan gerakan yang sederhana dan aman, senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan semangat hidup. Tawa dan senyum para peserta menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu serius. Senam bersama ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Selain kegiatan fisik, PKMD ini juga diisi dengan pemaparan materi kesehatan oleh dosen STIKes Bakti Utama Pati. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Topik yang dibahas antara lain pentingnya menjaga pola hidup sehat, peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit sejak dini. Dalam sesi ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan SIMADU dan MAMA Cerdas sebagai satu kesatuan sistem edukasi kesehatan dari STIKes Bakti Utama Pati. SIMADU dan MAMA Cerdas merupakan sistem informasi dan media edukasi kesehatan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sistem ini, Masyarakat khususnya ibu dan keluarga dapat mengakses berbagai informasi seputar kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, gizi keluarga, serta pencegahan penyakit secara mandiri.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, sehingga edukasi kesehatan yang disampaikan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demo masak pembuatan nugget lele. Menu ini diperkenalkan sebagai alternatif makanan sehat yang bergizi dan ramah untuk anak-anak. Lele dipilih karena mudah didapat, terjangkau, dan kaya akan protein yang baik untuk tumbuh kembang anak. Melalui demo masak ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa makanan sehat bisa diolah dengan cara yang sederhana, lezat, dan menarik bagi anak kecil. Harapannya, orang tua dapat menerapkan menu sehat ini di rumah sebagai upaya mendukung gizi seimbang bagi keluarga.

Bersama STIKes Bakti Utama Pati, Wujudkan Masyarakat Sehat, Melalui kegiatan PKMD ini, mahasiswa D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterima. Selain itu, kegiatan PKMD ini juga diisi dengan penanaman daun insulin serta pembagian bibit daun insulin kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman obat keluarga yang berkhasiat serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung kesehatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah.STIKes Bakti Utama Pati terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung terwujudnya keluarga dan lingkungan yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri. Karena kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Upaya Kampus dalam Menghapus Stigma dan Diskriminatif Pada ODHA

Pati, 22 Desember 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan Kegiatan Seminar Kesehatan dengan tema Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan ini digelar di aula STIKes Bakti Utama Pati, dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan yang masih diselimuti stigma.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis fakta mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya dukungan sosial bagi ODHA. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh 162 orang peserta yang berasal dari beragam institusi pendidikan dan komunitas. Peserta tidak hanya terdiri dari mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati, namun juga dari MAN 1 Pati, SMA Negeri 3 Pati, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, serta komunitas Rumah Matahari. Banyaknya peserta mencerminkan antusiasme yang tinggi dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas dalam memahami isu HIV/AIDS serta pentingnya dukungan psikososial bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Penyampaian materi oleh dr.Nabila Syifa Marta Widanti Sp.Kj tentang dukungan psikososial kepada ODHA, sangat memberikan dampak yang positif karena materi yang disampaikan menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi para peserta untuk memberikan dukungan positif bagi ODHA, selain itu dr.Nabila melatih para peserta untuk berlatih relaksasi saat pikiran sedang terasa penuh yang membuat seminar menjadi seru dan penuh pengalaman.

Adapun Zulfia dari program studi S1 Kebidanan semester 3 yang melontarkan pertanyaan tentang dukungan seperti apa yang dibutuhkan ODHA agar mampu bertahan dan berdaya. dr Nabila menegaskan bahwa dukungan yang paling besar adalah dukungan moril atau support.

Narasumber kedua yaitu Hendrik Ari Kristiawan, S.Pi,M.Sc menegaskan bahwa ODHA bukan untuk dijauhi, melainkan perlu didukung agar dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat.

Septia, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan semester 3, mengajukan pertanyaan kepada narasumber Hendrik yang merupakan penyintas HIV selama 12 tahun. Dalam sesi tanya jawab, Septia menanyakan apakah narasumber pernah mengalami stigma dari masyarakat maupun orang terdekat, serta bentuk stigma yang paling sering diterima selama menjalani pengobatan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hendrik mengungkapkan bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan besar bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia mengaku kerap menerima perlakuan diskriminatif, mulai dari julukan yang tidak pantas hingga anggapan bahwa dirinya telah meninggal dunia akibat perubahan fisik yang dialaminya. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkuat tekadnya untuk bertahan. Saat ini, Hendrik aktif berbagi informasi dan memberikan dukungan kepada sesama ODHA agar tetap optimistis menjalani hidup serta konsisten dalam pengobatan.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, BEM berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan edukasi yang benar tentang HIV/AIDS serta turut menciptakan lingkungan kampus yang peduli, dan bebas dari stigma terhadap ODHA.

Ulya Alfiana_Diploma Tiga Kebidanan

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kajian Islami Rutin (Kaistin) yang dirancang sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas mahasiswa. Tema kajian kali ini terkait menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media untuk memberikan penanaman pendidikan karakter ditengah dunia digital.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Pemaparan Materi Oleh Narasumber

Pada hari Kamis, 06 November 2025, Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan mengadakan kegiatan Acara ini berlangsung pukul 15.40-17.00 WIB di Masjid Kh. Kosim, menghadirkan narasumber inspiratif yang menyampaikan materi bernilai ruhiyah dan aplikatif. Kegiatan ini bertujuan untuk agar mahasiswa tahu pentingnya menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Respon dam Antusias Peserta

Respons positif juga tampak dari para peserta setelah kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang aktif dalam sosial media. Kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih bermakna daripada harus merendahkan diri hanya karna demi sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain. Melalui penjelasan yang ringan namun menyentuh, para peserta diajak untuk tetap menguatkan iman agar tidak gampang terpengaruh oleh budaya asing yang sering sekali lewat di beranda sosial media.

Tidak sedikit peserta yang merasa tersentuh dengan pemaparan yang diberikan, terutama saat narasumber menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Momen ini menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan akademik akan lebih bermakna jika diiringi dengan ketenangan hati dan kedekatan spiritual. Kajian seperti ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin sebagai ruang penguatan iman dan semangat di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Sesi Refleksi dan Penutup

Menjelang akhir acara, narasumber mengajak seluruh peserta untuk merenung sejenak bahwa di era digital saat ini, kita harus menyadari bahwa menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang sikap secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membawa diri dalam dunia maya. Diakhir beliau memimpin doa bersama yang menyejukkan hati. Peserta pun menunduk khusyuk, menyatukan harapan dalam bait-bait permohonan kepada Sang Maha Pemberi Ilmu.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian selebaran digital yang berisi ringkasan materi serta jadwal kajian berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah antar sesama mahasiswa. Kajian Islami ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, kita sebagai mahasiswa harus mampu menjaga kehormatan diri, mengendalikan pandangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan Allah.

Oleh : Rike Afifatis Syafi’ah (Sarjana Kebidanan)

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

Kebiasaan merokok sudah menjadi budaya di negara Indonesia dari usia muda sampai dengan dewasa. Tidak dipungkiri kita dikelilingi oleh perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif sendiri adalah orang yang merokok secara langsung, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok dari perokok aktif. Asap rokok dapat memicu gangguan kesehatan manusia. Paparan asap rokok baik mengandung nikotin, karbon monoksida, dan zat kimia lainnya. Bagi Ibu hamil asap rokok menjadi salah satu ancaman terbesar yang berdampak pada pertumbuhan dan keselamatan janin dalam kandungan.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Mengapa Asap Rokok Berbahaya Bagi Ibu Hamil ?

Kandungan berbahaya dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dihirup oleh ibu hamil dapat menyebabkan aliran oksigen ke janin menjadi terhambat. Hal ini dapat memicu :
– Kelahiran mati (stillbirth)
– Berat badan lahir rendah
– Pertumbuhan janin terhambat
– Risiko lahir premature
– Risiko keguguran
– Plasenta previa ( plasenta menutupi jalan lahir)
– Solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya, kondisi yang sangat berbahaya

Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan Jangka Panjang Bayi

Zat Nikotin pada asap rokok menyebabkan gangguan perkembangan saraf janin, hal ini dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan perilaku anak. Selain itu, paparan asap rokok selama dalam kandungan juga dapat menyebabkan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti  :
– Masalah perilaku dan gangguan belajar pada anak.
– Asma dan gangguan pernafasan
– Infeksi saluran nafas berulang
– Perkembangan otak yang terhambat

Ibu Hamil Menjadi Perokok Pasif?

Pasalnya banyak ibu hamil yang memiliki suami perokok aktif dirumah, keluarga, atau lingkungan sekitar. Meskipun ibu hamil tidak secara langsung menjadi perokok aktif, namun risiko yang dihadapi oleh ibu hamil sama halnya dengan perokok aktif justru lebih berbahaya ketika menghirup asap dari perokok aktif. Maka dari penting bagi ibu hamil untuk melakukan hal seperti berikut :

  1. Menghindari ruangan yang terpapar asap rokok
  2. Meminta orang sekitar untuk tidak merokok didekat ibu hamil
  3. Memilih lingkungan yang bebas asap rokok baik tempat tinggal maupun lingkungan kerja

Tips Agar Ibu Hamil Terlindung dari Bahaya Asap Rokok

Untuk menjaga janin agar tetap sehat dan bebas dari bahaya asap rokok, ibu hamil disarankan untuk  :

  • Menghindari paparan asap rokok
  • Meminta dukungan kepada pasangan, keluarga untuk berhenti merokok atau tidak merokok pada tempat berdekatan dengan ibu hamil.
  • Menggunakan area khusus bebas rokok di tempat umum atau kerja
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis apabila sulit menghindari asap rokok dan cek kesehatan janin secara berkala.

Kesimpulan

Asap rokok adalah ancaman berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Zat beracun dalam rokok dapat memengaruhi pertumbuhan janin, meningkatkan risiko komplikasi, serta menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada anak. Menghindari paparan asap rokok—baik aktif maupun pasif—adalah langkah penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Oleh Novianti Widya Putri

Referensi  :

https://ayosehat.kemkes.go.id

https://ayosehat.kemkes.go.id/7-efek-buruk-ibu-hamil-yang-merokok-bagi-janin

Artikel Terkait :

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

PATI, 12 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menggelar upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati. Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, H. Sudewo, dan dihadiri oleh Wakil Bupati serta jajaran Forkopimda ini berlangsung khidmat dengan mengusung tagline “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Dalam upacara tersebut, mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati turut berperan sebagai petugas paduan suara membawakan lagu kebangsaan dan Mars hidup sehat dengan penuh semangat dan penghayatan.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc.Upacara HKN 61

Bupati menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh masyarakat serta tenaga kesehatan di Kabupaten Pati.  “Berdasarkan pesan Bapak Menteri Kesehatan fokus kita kini bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang tetap sehat. Transformasi kesehatan ini adalah kerja besar seluruh insan kesehatan Indonesia” ujar beliau dalam amanat upacaranya. Usai upacara, Bupati Pati dan Wakil Bupati menyempatkan diri untuk menyapa serta memberikan apresiasi kepada mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati yang bertugas.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara Stikes Bakti Utama Pati bersama Bupati dan Wakil Bupati

Hal tersebut menambah semangat para mahasiswa yang bertugas sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang kesehatan, dapat terus berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam berpartisipasi di kegiatan resmi tingkat daerah, sekaligus memperkuat semangat untuk menjadi tenaga kesehatan yang berintegritas, berjiwa sosial, dan siap mengabdi bagi masyarakat” ujar Mayla sebagai petugas paduan suara. Partisipasi mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati sebagai petugas paduan suara menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peringatan HKN tingkat daerah. Keterlibatan mereka juga menjadi wadah pembelajaran untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa nasionalisme di lingkungan akademik.

Mayla Yuni – Mahahiswa Diploma Kebidanan