Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula STIKes Bakti Utama Pati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Kepegawaian dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan institusi.

Kegiatan penjelasan terkait tools penilaian kinerja ini disampaikan dan dijelaskan oleh Kepala Kepegawaian Bapak Alex Kamal Hasan, SP dan indikator untuk tenaga pependidikan di jelaskan oleh Ibu Widiana Permata Sari, SKM. Pemaparannya beliau menjelaskan bahwa penilaian kinerja merupakan instrumen penting dalam sistem manajemen sumber daya manusia, yang bertujuan untuk menilai capaian kerja, profesionalisme, serta kontribusi dosen dan tenaga kependidikan terhadap pencapaian visi dan misi STIKes Bakti Utama Pati.

Penilaian kinerja dosen mencakup beberapa aspek utama, antara lain pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, disertai dengan unsur penunjang lainnya. Sementara itu, penilaian kinerja tenaga kependidikan difokuskan pada aspek disiplin kerja, tanggung jawab tugas, kualitas pelayanan, kerja sama tim, serta kontribusi terhadap kelancaran proses akademik dan administrasi institusi.

Widiana Permata Sari, SKM menekankan bahwa proses penilaian kinerja tidak semata-mata bertujuan untuk evaluasi, namun juga sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Hasil penilaian diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta pemberian apresiasi dan motivasi kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, STIKes Bakti Utama Pati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola institusi yang baik (good governance) dan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan kepegawaian. Penilaian kinerja secara berkala diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan kesehatan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada seluruh peserta terkait mekanisme termasuk jadwal dan indikator penilaian kinerja yang diterapkan di STIKes Bakti Utama Pati.

Nur Annisa Fauziyah, S.ST., M.K.M (Humas dan Kerjasama STIKes Bakti Utama Pati)

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

PKMB D3 Kebidanan di Desa Tondomulyo: Mengabdi dengan Hati, Hadir untuk Kesehatan Masyarakat, Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan PKMD (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran) di Desa Tondomulyo pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, rangkaian kegiatan PKMD ini dirancang agar mudah dipahami, menyenangkan, dan bermanfaat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Salah satu kegiatan utama dalam PKMD ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) dan gula darah. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Melalui pemeriksaan sederhana ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Mahasiswa dengan pendampingan dosen memberikan penjelasan ringan dan mudah dipahami terkait hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi.

Suasana semakin meriah saat kegiatan senam bersama masyarakat, khususnya para lansia, dimulai. Dengan gerakan yang sederhana dan aman, senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan semangat hidup. Tawa dan senyum para peserta menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu serius. Senam bersama ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Selain kegiatan fisik, PKMD ini juga diisi dengan pemaparan materi kesehatan oleh dosen STIKes Bakti Utama Pati. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Topik yang dibahas antara lain pentingnya menjaga pola hidup sehat, peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit sejak dini. Dalam sesi ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan SIMADU dan MAMA Cerdas sebagai satu kesatuan sistem edukasi kesehatan dari STIKes Bakti Utama Pati. SIMADU dan MAMA Cerdas merupakan sistem informasi dan media edukasi kesehatan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sistem ini, Masyarakat khususnya ibu dan keluarga dapat mengakses berbagai informasi seputar kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, gizi keluarga, serta pencegahan penyakit secara mandiri.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, sehingga edukasi kesehatan yang disampaikan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demo masak pembuatan nugget lele. Menu ini diperkenalkan sebagai alternatif makanan sehat yang bergizi dan ramah untuk anak-anak. Lele dipilih karena mudah didapat, terjangkau, dan kaya akan protein yang baik untuk tumbuh kembang anak. Melalui demo masak ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa makanan sehat bisa diolah dengan cara yang sederhana, lezat, dan menarik bagi anak kecil. Harapannya, orang tua dapat menerapkan menu sehat ini di rumah sebagai upaya mendukung gizi seimbang bagi keluarga.

Bersama STIKes Bakti Utama Pati, Wujudkan Masyarakat Sehat, Melalui kegiatan PKMD ini, mahasiswa D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterima. Selain itu, kegiatan PKMD ini juga diisi dengan penanaman daun insulin serta pembagian bibit daun insulin kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman obat keluarga yang berkhasiat serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung kesehatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah.STIKes Bakti Utama Pati terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung terwujudnya keluarga dan lingkungan yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri. Karena kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kajian Islami Rutin (Kaistin) yang dirancang sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas mahasiswa. Tema kajian kali ini terkait menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media untuk memberikan penanaman pendidikan karakter ditengah dunia digital.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye
Pemaparan Materi Oleh Narasumber

Pada hari Kamis, 06 November 2025, Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan mengadakan kegiatan Acara ini berlangsung pukul 15.40-17.00 WIB di Masjid Kh. Kosim, menghadirkan narasumber inspiratif yang menyampaikan materi bernilai ruhiyah dan aplikatif. Kegiatan ini bertujuan untuk agar mahasiswa tahu pentingnya menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye
Respon dam Antusias Peserta

Respons positif juga tampak dari para peserta setelah kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang aktif dalam sosial media. Kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih bermakna daripada harus merendahkan diri hanya karna demi sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain. Melalui penjelasan yang ringan namun menyentuh, para peserta diajak untuk tetap menguatkan iman agar tidak gampang terpengaruh oleh budaya asing yang sering sekali lewat di beranda sosial media.

Tidak sedikit peserta yang merasa tersentuh dengan pemaparan yang diberikan, terutama saat narasumber menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Momen ini menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan akademik akan lebih bermakna jika diiringi dengan ketenangan hati dan kedekatan spiritual. Kajian seperti ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin sebagai ruang penguatan iman dan semangat di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye
Sesi Refleksi dan Penutup

Menjelang akhir acara, narasumber mengajak seluruh peserta untuk merenung sejenak bahwa di era digital saat ini, kita harus menyadari bahwa menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang sikap secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membawa diri dalam dunia maya. Diakhir beliau memimpin doa bersama yang menyejukkan hati. Peserta pun menunduk khusyuk, menyatukan harapan dalam bait-bait permohonan kepada Sang Maha Pemberi Ilmu.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian selebaran digital yang berisi ringkasan materi serta jadwal kajian berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah antar sesama mahasiswa. Kajian Islami ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, kita sebagai mahasiswa harus mampu menjaga kehormatan diri, mengendalikan pandangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan Allah.

Oleh : Rike Afifatis Syafi’ah (Sarjana Kebidanan)

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

Kebiasaan merokok sudah menjadi budaya di negara Indonesia dari usia muda sampai dengan dewasa. Tidak dipungkiri kita dikelilingi oleh perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif sendiri adalah orang yang merokok secara langsung, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok dari perokok aktif. Asap rokok dapat memicu gangguan kesehatan manusia. Paparan asap rokok baik mengandung nikotin, karbon monoksida, dan zat kimia lainnya. Bagi Ibu hamil asap rokok menjadi salah satu ancaman terbesar yang berdampak pada pertumbuhan dan keselamatan janin dalam kandungan.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Mengapa Asap Rokok Berbahaya Bagi Ibu Hamil ?

Kandungan berbahaya dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dihirup oleh ibu hamil dapat menyebabkan aliran oksigen ke janin menjadi terhambat. Hal ini dapat memicu :
– Kelahiran mati (stillbirth)
– Berat badan lahir rendah
– Pertumbuhan janin terhambat
– Risiko lahir premature
– Risiko keguguran
– Plasenta previa ( plasenta menutupi jalan lahir)
– Solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya, kondisi yang sangat berbahaya

Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan Jangka Panjang Bayi

Zat Nikotin pada asap rokok menyebabkan gangguan perkembangan saraf janin, hal ini dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan perilaku anak. Selain itu, paparan asap rokok selama dalam kandungan juga dapat menyebabkan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti  :
– Masalah perilaku dan gangguan belajar pada anak.
– Asma dan gangguan pernafasan
– Infeksi saluran nafas berulang
– Perkembangan otak yang terhambat

Ibu Hamil Menjadi Perokok Pasif?

Pasalnya banyak ibu hamil yang memiliki suami perokok aktif dirumah, keluarga, atau lingkungan sekitar. Meskipun ibu hamil tidak secara langsung menjadi perokok aktif, namun risiko yang dihadapi oleh ibu hamil sama halnya dengan perokok aktif justru lebih berbahaya ketika menghirup asap dari perokok aktif. Maka dari penting bagi ibu hamil untuk melakukan hal seperti berikut :

  1. Menghindari ruangan yang terpapar asap rokok
  2. Meminta orang sekitar untuk tidak merokok didekat ibu hamil
  3. Memilih lingkungan yang bebas asap rokok baik tempat tinggal maupun lingkungan kerja

Tips Agar Ibu Hamil Terlindung dari Bahaya Asap Rokok

Untuk menjaga janin agar tetap sehat dan bebas dari bahaya asap rokok, ibu hamil disarankan untuk  :

  • Menghindari paparan asap rokok
  • Meminta dukungan kepada pasangan, keluarga untuk berhenti merokok atau tidak merokok pada tempat berdekatan dengan ibu hamil.
  • Menggunakan area khusus bebas rokok di tempat umum atau kerja
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis apabila sulit menghindari asap rokok dan cek kesehatan janin secara berkala.

Kesimpulan

Asap rokok adalah ancaman berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Zat beracun dalam rokok dapat memengaruhi pertumbuhan janin, meningkatkan risiko komplikasi, serta menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada anak. Menghindari paparan asap rokok—baik aktif maupun pasif—adalah langkah penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Oleh Novianti Widya Putri

Referensi  :

https://ayosehat.kemkes.go.id

https://ayosehat.kemkes.go.id/7-efek-buruk-ibu-hamil-yang-merokok-bagi-janin

Artikel Terkait :