Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital
Kajian Islami Rutin (Kaistin) yang dirancang sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas mahasiswa. Tema kajian kali ini terkait menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media untuk memberikan penanaman pendidikan karakter ditengah dunia digital.

Pada hari Kamis, 06 November 2025, Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan mengadakan kegiatan Acara ini berlangsung pukul 15.40-17.00 WIB di Masjid Kh. Kosim, menghadirkan narasumber inspiratif yang menyampaikan materi bernilai ruhiyah dan aplikatif. Kegiatan ini bertujuan untuk agar mahasiswa tahu pentingnya menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media.

Respons positif juga tampak dari para peserta setelah kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang aktif dalam sosial media. Kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih bermakna daripada harus merendahkan diri hanya karna demi sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain. Melalui penjelasan yang ringan namun menyentuh, para peserta diajak untuk tetap menguatkan iman agar tidak gampang terpengaruh oleh budaya asing yang sering sekali lewat di beranda sosial media.
Tidak sedikit peserta yang merasa tersentuh dengan pemaparan yang diberikan, terutama saat narasumber menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Momen ini menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan akademik akan lebih bermakna jika diiringi dengan ketenangan hati dan kedekatan spiritual. Kajian seperti ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin sebagai ruang penguatan iman dan semangat di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Menjelang akhir acara, narasumber mengajak seluruh peserta untuk merenung sejenak bahwa di era digital saat ini, kita harus menyadari bahwa menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang sikap secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membawa diri dalam dunia maya. Diakhir beliau memimpin doa bersama yang menyejukkan hati. Peserta pun menunduk khusyuk, menyatukan harapan dalam bait-bait permohonan kepada Sang Maha Pemberi Ilmu.
Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian selebaran digital yang berisi ringkasan materi serta jadwal kajian berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah antar sesama mahasiswa. Kajian Islami ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, kita sebagai mahasiswa harus mampu menjaga kehormatan diri, mengendalikan pandangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan Allah.
Oleh : Rike Afifatis Syafi’ah (Sarjana Kebidanan)
