KEPUASAN MAHASISWA

Kualitas pelayanan kepada pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam membangun hubungan yang erat dengan konsumennya. Dengan kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dan ketenangan lingkungan organisasi. Perguruan tinggi yang berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, sangat memerlukan suasana akademik dan lingkungan yang nyaman untuk melakukan proses belajar mengajar. Dengan pelayanan yang baik perguruan tinggi diharapkan menjadi rumah kedua mahasiswa.

Akreditasi Institusi menilai kepuasan mahasiswa pada item 3.1.3 kriteria kemahasiswaan yang menuntut adanya instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap aspek dosen, tenaga kependidikan, pengelola serta sarana prasarana.

Pada akhir semester ganjil tahun akademik 2019/2020, survei kepuasan mahasiswa dilakukan terhadap semua mahasiswa dimana hasil survei adalah sebagai berikut:

Berdasarkan grafik tersebut diketahui bahwa sebagian besar kepuasan mahasiswa sangat baik terhadap pelayanan dosen, tendik, pengelola maupun terhadap sarana dan prasarana yang ada, yaitu sebesar 81%, kemudian kepuasan baik sebesar 13%, kepuasan cukup sebesar 5%, sedangkan kategori kepuasan kurang adalah 1%.

Informasi yang diperoleh menggunakan aplikasi google form ini menjadi bahan masukan bagi institusi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa pada waktu berikutnya.

Selain informasi tersebut, data lain terkait kepuasan mahasiswa antara lain bahwa tingkat pelanggaran mahasiswa rendah, tingkat partisipasi tinggi dalam perkuliahan maupun dalam kegiatan kemahasiswaan.

Faculty Mobility Progam oleh Dosen & Mahasiswa STIKes BUP

Pengalaman Dosen dan Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati dalam Program  Faulty Mobility

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati telah menjalin kerjasama dengan salah salah satu Universitas di Filipina yaitu Systems Plus College Foundation. Salah bentuk implementasi kegiatan dari MoU yang telah disepakati oleh kedua belah pihak adalah adanya kegiatan faculty mobility. Dalam kegiatan faulty mobility terdapat dua kegiatan yang dilakukan yaitu visiting leturer dan sit in program bagi mahasiswa. Kegiatan Faculty mobility dilaksanakan dari tanggal 8 Oktober sampai dengan 19 Oktober 2019. Selain STIKes Bakti Utama Pati juga terdapat dua perguruan tinggi kesehatan lain yang bersama-sama mengikuti kegiatan tersebut.

Dosen yang tugaskan untuk mengikuti kegiatan Faculty Mobility di SPCF Filipina adalah Siti Marfu’ah, S.S.T.,MPH sedangkan untuk mahasiswa Rizka Melati dan Sussiloasih. Dosen dan mahasiswa yang digugaskan tersebut dari program studi Kebidanan Program Sarjana.kegiatan ini bertujuan untuk  Pertukaran Budaya antara budaya di Indonesia dengan Budaya di Phillipines, tentang bagaiamana Budaya Akademik dan Budaya Sosial yang ada di SPFC Phillipines, selain itu Dosen STIKes Bakti Utama Pati ibu Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH mengatakan Progam ini memberikan peluang untuk pengayaan pribadi dan pengembangan professional, pengalaman ini memungkinkan staff pengajar/akademik untuk berkolaborasi dengan kolega luar negeri, memperluas pengalaman professional, mendiversifikasi kurikulum akademik dan menginternasionalkan penelitian dan Curiculum Vitae.

Pemilihan SPCF Filiphina sebagai lokasi untuk faculty Mobility mengacu pada tujuan yang ingin dicapai yaitu mengetahui budaya dan program pendidikan yang diselenggarakan di SPCF Filipina. SPCF sendiri merupakan perguruan tinggi yang berada di Angeles City dengan memiliki beberapa program studi salah satunya yang dibindang kesehatan adalah program studi Nursing. Program study nursing dengan spesifikasi keperawatan maternal memberikan pengalaman belajar bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami dan mengetahui kegiatan dan proses pembelajaran di SPCF.

Menurut ibu Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilaksankan salah satunya yaitu Kesempatan untuk hidup dan bekerja di negara yang berbeda & konteks budaya dan sering belajar / memperkuat pengetahuan tentang bahasa tambahan, Pengayaan pribadi dan pengembangan profesional Internasionalisasi CV dan akses ke peluang penelitian yang unik Pembentukan / penguatan jaringan profesional internasional.

Faculty Mobility  Progam ini di harapkan memberikan daya ungkit bagi Dosen STIKes Bakti Pati dimana nantinya pengalaman yang di dapatkan dari SPCF Phillipines dapat di tularkan ke Dosen lainya sebagai bahan ajar perbandingan teori dan laboratorium yang ada Phillipenes. STIKes Bakti Utama Pati kedepan akan berupaya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan dengan perguruan tinggi di luar negeri untuk meningkatkan kualitan penyelenggaraan pendidikan

PENANDATANGAN KERJASAMA STIKES BAKTI UTAMA PATI DENGAN ARELLANO UNIVERSITY PHILLIPINES

STIKes Bakti Utama Pati (BUP) menan­da­ta­ngani nota per­janjian kerja sama atau Me­morandum of Agreemen (MoA) da­lam Imple­mentasi Tri Darma Pergu­ruan Tinggi.

Penandatangan MoA itu merupakan tindak lanjut dari “Memorandum of Understanding” (MoU) antara Arellano University Phillpines dengan STIKes Bakti Utama Pati  yang telah dilakukan sebelumnya.

Penandatanganan MoA dilaku­kan Minggu, (29/10/2019) di kampus STIKes Bakti Utama Pati, Jalan ki Ageng Selo No 15 Pati. Penandatangan ini di lakukan oleh Ketua STIKes dan Dekan Univesity Arellano Phillipines serta disaksikan oleh ketua yayasan Pratini Soedarsono, Pembina Yayasan, wakil Ketua 1 (Bidang Akademik), Wakil ketua III Bidang kemahasiswaan.

Ketua STIKes BUP ibu Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb dalam sambutannya menje­laskan “ tentang profil STIKes Bakti Utama Pati  kepada rom­bongan dari Arellano University Phillipines. STIKes BUP saat ini, kata ibu Irfana memiliki 13  dosen tetap, 3 di antaranya ber­kua­lifikasi pendidikan M.Keb, dan 6 diantaranya bergelar M.Kes. serta Magister lainya, dan juga  memiliki dosen non tetap dokter spesialis anak, dokter spesialis Obgyn juga ada di STIKes BUP.

STIKes BUP, adalah salah satu Per­guruan Tinggi Swasta (PTS) di kabupaten Pati Jawa Tengah yang diproyeksikan Lembaga Layanan Pedidikan Tinggi (LL-Dikti) wilayah VI Jawa tengah, (dahulu Kopertis) yang me­raih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) level B. Demi menjawab tantangan Revolusi Industri Era 4.0 dalam waktu dekat STIKes Bakti Utama Pati akan menambahkan progam Studi Baru. Selain itu Progam Studi Sarjana Kebidanan sedang dalam tahap pengajuan Akreditasi.

“STIKes BUP terkakreditasi B dengan 1 prodi Diploma Tiga Kebidanan dan selebihnya telah terakreditasi. Kare­nanya, saat ini STIKes BUP tengah sibuk-sibuknya mem­persiap­kan segala persya­ratan me­nuju akreditasi prodi lainya, dan menyiapkan pembukaan Progam Studi Baru”

Ketua STIKes berharap kerja sama yang dila­kukan dengan Arellano University Of Phillipines dan berbagai perguruan tinggi lainya mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas.

Ketua STIKes Bup  juga memiliki harapan untuk dapat melakukan kerja sama dengan Uviversitas luar negeri lainnya bisa segera dilakukan segera diantaranya Malaysia dan Singapura sehingga menghasilkan ke­giatan-kegiatan dalam rangka imple­mentasi Tri Darma Perguruan Tinggi.

Sedangkan Dekan Arellano University Phillipines  mengatakan bahwa , kerja sama antarper­guruan tinggi meru­pakan suatu keharusan untuk menciptakan lulusan yang berdaya saing baik di dalam maupun di luar negeri. Kini semua perguruan tinggi di dunia berlomba-lomba menggalang kerja sama.

Selanjutnya Dekan University Of Phillipines  Dr Maria Cristy Ramadjo mengatakan “Institute Of Health Science Bakti Utama Pati Very worthy to be a parthner in cooperation because Bakti Utama is one of the University whose is very fast developing”. Atau dapat diartikan bahwa STIKes Bakti Utama Pati sangat layak menjadi mitra kerjasama, karena merupakan salah satu Institusi yang cepat berkembang.

Dalam waktu dekat mahasiswa dan Dosen STIKes Bakti utama Pati juga akan ke Phillipines untuk Studi Banding di Arellano University.

SEMINAR NASIONAL ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”

Dunia sedang memasuki era Revolusi Industri 4.0, yaitu era yang merupakan periode perkembangan baru ketika beberapa teknologi yang meliputi teknologi fisik, teknologi digital dan teknologi biologis masing-masing telah mencapai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bidangnya masing-masing. Ketiga teknologi tersebut merupakan pendorong teknologi utama atau yang paling mendasar  untuk Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 mendorong kurikulum pendidikan tinggi agar sesuai dengan dinamika digital, Internet of Thing, Artificial Intelligence, bioteknologi, serta perkembangan pesat lainnya. Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, dimana Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 dan SDGs

Terkait tugas pokok dan fungsi bidan, yang bersangkutan tentunya dituntut memiliki kompetensi dan profesionalitas sebagai seorang bidan yang mampu melayani dengan prima. Kemudian dituntut humanis dalam rangka mendukung serta mewujudkan kesehatan ibu dan anak. Terdapat empat hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk bertarung di era revolusi industri 4.0 yaitu kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya,  keterampilan sosial, literasi baru (data, teknologi manusia) dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Melihat hal tersebut, maka calon bidan dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif, serta dipersiapkan sebagai tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan era revolusi industri 4.0 melalui pemanfaatan teknologi masa kini. Kompetensi dan profesionalitas bidan diperlukan, utamanya untuk menekan bahkan mengurangi secara drastis angka kematian ibu dan anak saat persalinan. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk menjawab tantangan Global di Era Revolusi Industri 4.0  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati  menjalin kerjasama dengan Arellano University Philippines. Sebagai bentuk kerjasama STIKes Bakti Utama Pati meneyelenggarakan Kegiatan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”

Pada hari Minggu, 29 September 2019 telah di laksanakan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”di aula STIKes Bakti Utama Pati. Seminar ini di ikuti oleh 422 peserta yang terdiri dari praktisi Bidan, perawat, mahasiswa dan Dosen.

Seminar Nasional 2019 di hadiri oleh, 1 keynote Speaker dari Arellano University Phillippines ibu Dr. Maria dan 3 Invited Speakery Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH. Selaku waket I STIKes Bakti Utama Pati, Ninik Hermawati, S.Si.T., S.AP selaku ketua PC IBI Pati, Hj Suparmi, Amd. Keb selaku Supervior Bagian Keperawatan & Kebidanan.

Dalam seminar tersebut Dr. maria menerangkan tentang bagaimana tantangan ilmu kebidanan di era 4.0 yang ada Philippina,  beliau mengatakan Midwifery in the Philippines has been recognized as one of the primary health care services for the people. The role of midwives has been expanded to address the basic health service needs of mothers and their children. Midwifery Education must be able to respond to those need by producing midwives who have up-to-date knowledge and skills and appropriate attitude necessary to render midwifery services with competency and dedication.

Kegiatan diskusi dengan Dr maria juga sangat aktiv, peserta banyak yang bertanya  dengan Dr Maria salah satu pertanyaan dari perwakilan dari Rs Suwondo adalah “bagaimana perlindungan hukum terhadap bidan/tenaga kesehatan jika ada kegawatdaruratan terhadap pasien”. Dr Maria menjawab kita bahwa perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan sangat di perhatikan sekali.

Kemudian diskusi delanjutkan dengan 3 Invited Speaker dengan tema yang berbeda beda yang masih membahas tentang bagaimana nasib Nakes di era revolusi Industri 4.0.

Dengan di adakannya seminar ini di harapkan semua Bidan atau tenaga kesehatan bisa meningkatkan  kualitas dan kuantitas dalam pelayanan dan bisa meng Upgreet ilmu sesuai dengan perkembangan era Revolusi Industri 4.0.

Mahasiswa Berkarya Untuk Masyarakat

KEGIATAN MONEV PKM-M

Mahasiswa program studi D-III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati lolos dalam kegiatan PKM-M Kemenristekdikti tahun 2019 pada hari Rabu 27 Juni 2019 mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang diselenggarakan Kemenristekdikti di Universitas Muria Kudus.

Kegiatan Monev PKM tahun 2019 diikuti oleh  Perguruan Tinggi yaitu STIKes Bakti Utama Pati, Universitas Nahdlatul Ulama Jepara dan Universitas Muria Kudus. Jumlah kelompok PKM yang hadir sebanyak 24 kelompok. Kigiatan diawali dengan sambutan dari Tim Reviewer dan Pembukaan secara Resmi oleh Rektor Universitas Muria Kudus. Tim Reviewer yang diwakili oleh Ibu Tri Murtini dari universitas Negeri Semarang.

Tim STIKes Bakti Utama Pati sangat antusias dan mempersiapkan dengan baik untuk mengikuti kegiatan monev. Hal ini terlihat dari persiapan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan juga dosen pembimbing yang difasilitasi oleh wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.Tim PKM melakukan simulasi presentasi laporan kemajuan pada tanggal 26 Juni 2019, tepatnya satu hari sebelum pelaksanaan monev. Dengan tim review pada pelaksanaan simulasi adalah wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan dosen pembimbing.

Mahasiswa dari STIKes Bakti Utama Pati mendapatkan kesempatan untuk tampil paling awal untuk memaparkan laporan kemajuan. Kelompok I yang diketuai oleh Ira Alfiyani dengan Dosen Pembimbing Ibu Siti Marfu’ah, S.S.T.,MPH telah memaparkan dengan sistematis, laporan kemajuan yang berjudul Optimalisasi Kelas Ibu Hamil melalui Pondok MilKuat (Ibu Hamil sehat dan Kuat). Program kegiatan optimalisasi yang dilakukan terdiri dari 4 pilar utama yaitu pemantauan nutrisi ibu hamil, pemberian penkes, pemanfaatan tehnologi modern dalam pelaksanaan senam hamil dan juga papan impian. Pemanfaatakan peralatan modern seperti Gymball dalam pelaksanaan senam ibu hamil dan penggunaan metode relaksasi dan hypnoprenatal mampu untuk meningkatkan kepesertaan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Desa Winong. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga memberikan dampak positif terhadap mainset ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinanya dengan adanya program papan impian.

Tim kedua yang diketuai oleh melania Cristy Agustin dengan Dosen Pembimbing Ibu Sri Hadi Sulistiyaningsih, S.Si.T.,M.Kes juga sangat percaya diri dalam memaparkan hasil kegiatan PKM yang berjudul  Pemberdayaan Masyarakat dalam Memanfaatkan Pekarangan Rumah dengan Apotek Hidup di Desa Blaru Pati. Tim kedua telah berhasil meningkatkan pengetahuan kader Desa Blaru akan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga. Selain itu Tim juga telah berhasil menyusun buku yang berjudul Basmi Penyakit dengan TanamanObat Keluarga yang dapat dimanfaatkan oleh selur kader dan juga masyarakat Di Desa Blaru.

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati yang telah lolos dalam kegiatan PKM 5 Bidang tahun 2019 menunjukkan bahwa mahasiswa dapat melakukan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kontribusi dan peran aktif dari mahasiswa dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Mayarakat merupakan komitmen dari STIkes Bakti Utama Pati dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya prestasi mahasiswa ini tentunya akan mendorong Civitas untuk berkaya meningkatkan prestasi mahasiwa melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.@lldikti6.ristektekdikti.go.id

 

Author : Marfuah

Emak-emak pun Punya Karya

Siapa bilang ibu rumah tangga tidak punya peran? Anggapan itu tidak sesuai, bahkan di zaman now sekalipun. Selain mengurus kehidupan rumah tangga seperti mengasuh anak, mempersiapkan menu makan, membersihkan rumah, mengurus pakaian keluarga, dan masih banyak lagi aktifitas domestik, ternyata seorang emak-emak masih bisa eksis dengan kegiatan lain di sisa-sisa waktunya. Apa itu?

Lihat bagaimana emak-emak di Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati menyibukkan diri dengan kegiatan baru mereka; ber-apotek hidup dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Bukan hal yang baru memang. Namun, justru dari hal-hal kecil ini, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Desa Blaru merupakan salah satu desa di Kecamatan Pati Kabupaten Pati dimana beberapa warganya mempunyai pekarangan rumah yang cukup untuk ditanami berbagai tanaman obat keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini memungkinkan warga masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga melalui pembuatan apotek hidup. Penanaman toga ini bertujuan sebagai sarana penyediaan beragam jenis tanaman obat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit dalam tubuh, di samping itu dapat di manfaatkan sebagai bumbu, rempah rempah dan juga di kembangkan menjadi usaha usaha kecil dan menengah di bidang obat obatan herbal, yang selanjutnya dapat di salurkan ke masyarakat. Fenomena ini menjadi peluang bagi Melania dkk, mahasiswa Stikes Bakti Utama Pati untuk mengajak ibu-ibu bersama memanfaatkan pekarangan dengan menanam toga dalam pelaksanaaan pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa.

Hasil yang dicapai setelah melaksanakan program ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu-ibu PKK akan bahayanya mengkonsumsi obat-obatan kimia secara berlebihan serta meningkatnya pengetahuan akan keterampilan ibu-ibu PKK tentang cara menanam dan terbentuknya Apotek Hidup di pekarangan rumah warga.  Dengan adanya program ini  partisipasi ibu-ibu PKK sangat meningkat dan mereka juga memberikan respon positif,  tertarik dan senang, yang di tunjukkan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan  oleh ibu-ibu PKK karena keingintahuan mereka terhadap program ini. Lebih lanjut, Sri Hadi selaku dosen pembimbing menuturkan bahwa saat ini tim melakukan penyusunan buku panduan untuk memudahkan ibu-ibu PKK dan memberikan manfaat informasi serta sebagai panduan bagi ibu-ibu PKK (Mela & Iyuz)

Launching Pondok Milkuat untuk Generasi Emas Indonesia

Generasi emas merupakan generasi dambaan kita semua yang harus dipersiapkan kehadirannyasejak dini; sejak pra konsepsi, kehamilan, bahkan sampai dengan pengasuhan selama periode tumbung kembang anak/remaja selanjutnya. Setiap unsur masyarakat mempunyai peran nyata untuk mencetak generasi emas sesuai porsinya masing-masing. Tak terkecuali oleh pihak instansi pendidikan kesehatan, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati.

Menurut Uswatun Kasanah, Wakil Ketua Stikes bidang kemahasiswaan, bahwa Stikes Bakti Utama Pati baru-baru ini mendapat kesempatan untuk mengelola dana hibah Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi setelah berkompetisi dengan sesama perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program yang dimaksud adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan skim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dengan judul “Optimalisasi Kelas ibu Hamil melalui Pondok Milkuat di Desa Winong Kec. Pati kab. Pati.

Selama ini, di Desa Winong terdapat kegiatan kelas ibu hamil yang dikelola oleh Bidan Desa Setempat. Pada kelas ibu hamil yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali terdapat beberapa kegiatan diantaranya penyuluhan kesehatan tentang ibu hamil, pemeriksaan fisik pada ibu hamil dan juga pemeriksaan laboratorium sederhana. Melalui kelas ibu hamil ini, bidan desa juga mengajarkan tentang senam hamil yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran ibu selama kehamilan. Pelaksanaan kelas ibu hamil dilakukan di Balai Desa Winong dengan menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia. Senam hamil yang sudah dilaksanakan dalam kegiatan tersebut belum memanfaatkan sarana modern seperti penggunaan gym ball yang akan lebih memberikan manfaat pada ibu hamil dalam menjaga kebugaran. Relaksasi yang merupakan unsur penting dalam menciptakan ketenangan harus serta merta didukung oleh fasilitas soundsystem yang ada. Pemberian pendidikan kesehatan terkait nutrisi akan lebih memberikan daya ungkit jika menggunakan media yang tepat seperti alat peraga.

Luaran dalam program ini adalah terpenuhinya peralatan modern untuk mendukung kegiatan senam bumil, terlaksananya program senam bumil melalui Pondok Milkuat, serta pelatihan maupun pendampingan ipteks. Semua kegiatan PKM-M dibimbing oleh Siti Marfu’ah, S.Si.T., M.PH. selaku pembimbing yang ditunjuk. “Ira Alfiyani dan tim sangat luar biasa dalam menjalankan kegiatan PKM-M ini”, Siti Marfu’ah menambahkan.

Ira Alfiyani, ketua tim PKM-M menuturkan “Hasil yang dicapai setelah melaksanakan program ini selama 3 bulan adalah terpenuhinya alat-alat modern berupa modern gymball, terlaksananya program pondok milkuat yang mempunyai 4 pilar kegiatan yakni cek kesehatan & pendampingan nutrisi, pendidikan kesehatan, senam hamil,  dan papan impian. Program ini telah terlaksana 3 kali, dengan adanya program ini  partisipasi bumil sangat meningkat dan mereka juga memberikan respon positif, meraka merasa tertarik dan senang, pertanyaan-pertanyaan juga diajukan oleh bumil karena keingintahuan mereka terhadap program ini. Selanjutnya, tim akan melakukan penyusunan buku panduan untuk memudahkan ibu hamil dan memberikan manfaat informasi serta sebagai panduan bagi ibu hamil” imbuhnya.

By: iyuz & Ira

Lakukan Gerakan Pungut Sampah, STIKes Bakti Utama Pati Tularkan Hidup Bersih Bebas Sampah

Kota, Pati-Dalam rangka mewujudkan lingkungan hidup yang sehat, bersih dan bebas sampah, warga kampus  STIKes Bakti Utama Pati bersama masyarakat sekitar aliran sungai Pentol Blaru Pati, Jumat (21/6) beserta Pemerintah Kabupaten Pati turut dalam aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS). Gerakan Pungut Sampah atau sering disebut juga GPS yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kesatuan antar warga serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat.

Kegiatan program Gerakan Pungut Sampah (GPS) yang dipelopori dan didukung oleh Bupati Pati Bapak Haryanto dan Uswatun Khasanah, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, menyampaikan jika Gerakan Pungut Sampah sebenarnya sudah biasa dilakukan dilingkungan kampus akan tetapi ia sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk dilakukan di masyarakat khususnya dilingkungan aliran sungai Pentol Blaru Pati.

Wakil Ketua III Bidang Kemahaiswaan, juga menjelaskan sebenarnya Gerakan Pungut Sampah ini telah dilaksanakan setiap hari sudah biasa. Ia berterima kasih kepada pemerintah karena STIKes Bakti Utama Pati sudah dilibatkan dalam kegiatan GPS, dimana hal tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan kepada seluruh warga STIKes Bakti Utama Pati. Penjelasan Uswatun Khasanah saat mendapat pertanyaan dari mitrapost.com.

Aliran sungai Pentol Blaru Pati banyak sekali sampah yang menumpuk, walaupun di samping kanan sungai terdapat aliran sungai, jika sampah yang biasa menumpuk tersebut dibiarkan begitu saja maka  akan mengganggu pemandangan juga menimbulkan bau yang tidak sedap, maka senantiasa perlu dibersihkan agar sungai dapat mengalir lancar dan terlihat bersih.

Warga disekitar bantaran sungai Pentol Blaru dihimbau oleh Uswatun Khasanah agar masyarakat bisa lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya karena dalam kehidupan bermasyarakat sudah selayaknya saling menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Uswatun Khasanah menuturkan bahwa warga STIKes Bakti Utama Pati telah menerapkan perilaku pola hidup bersih serta memberi contoh kepada masyarakat untuk membiasakan membuang sampah pada tempatnya, apabila saat kondisi dimana tempat sampah sulit untuk dijumpai maka sampah sementara hanya akan dikantongi. Harapannya perilaku tersebut dapat menular dengan baik di masyarakat.

Program Kegiatan Gerakan Pungut Sampah turut dihadiri dan didukung oleh pihak Pemerintah Desa dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut diharapkan kedepannya dapat dilakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.