PATI, STIKes Bakti Utama Pati – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Speak Up Academy bertema “Speak with Confidence: Membangun Kepercayaan Diri Berbicara di Depan Umum” pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 15.00–17.30 WIB, bertempat di Ruang A1. Kegiatan yang diikuti oleh 36 mahasiswa ini menghadirkan mentor Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes dengan tujuan membantu mahasiswa meningkatkan kepercayaan diri, mengelola rasa gugup, dan menyampaikan pesan secara jelas serta terarah ketika berbicara di depan umum.
Kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking menjadi salah satu keterampilan yang penting untuk dikembangkan mahasiswa. Keterampilan ini dibutuhkan dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi, seperti presentasi, diskusi, penyampaian pendapat, serta pemberian edukasi. Melalui kegiatan Speak Up Academy, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai teknik berbicara yang efektif sekaligus kesempatan untuk melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.
Bekali Mahasiswa dengan Teknik Public Speaking
Materi kegiatan diawali dengan pengenalan public speaking sebagai proses menyampaikan pesan kepada audiens secara terencana agar dapat dipahami, dirasakan, atau ditindaklanjuti. Peserta diperkenalkan pada tiga unsur penting dalam berbicara di depan umum, yaitu pesan yang ingin disampaikan, audiens yang menjadi sasaran, dan teknik penyampaian yang digunakan. Ketiga unsur tersebut perlu diperhatikan agar informasi dapat disampaikan secara efektif sesuai dengan tujuan dan kebutuhan pendengar. Pembahasan selanjutnya berfokus pada cara mengatasi rasa gugup ketika berbicara di depan umum. Peserta diberikan pemahaman bahwa rasa gugup merupakan respons yang wajar ketika menghadapi situasi penting. Beberapa cara yang dibahas untuk mengelola rasa gugup meliputi mengatur napas secara nyaman, menjaga postur tubuh tetap stabil, menyiapkan kalimat pembuka, serta memusatkan perhatian pada pesan yang ingin disampaikan daripada kekhawatiran terhadap penilaian orang lain.

Selain itu, peserta mempelajari teknik mental untuk membangun kepercayaan diri, seperti visualisasi sebelum tampil, penggunaan self-talk yang positif, pemusatan perhatian pada kebutuhan audiens, dan penetapan target kecil dalam setiap latihan. Materi juga membahas struktur berbicara yang terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Struktur tersebut membantu pembicara menyampaikan gagasan secara runtut dan menjaga agar pembahasan tetap berfokus pada pesan utama.
Latih Keberanian melalui Praktik Berbicara
Materi berikutnya membahas sejumlah kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula saat melakukan public speaking, antara lain menghafal naskah kata demi kata, berbicara terlalu cepat, terus-menerus membaca slide, menyampaikan terlalu banyak informasi, kurang melakukan kontak mata, serta berulang kali meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Peserta diajak memahami cara memperbaiki kebiasaan tersebut melalui penggunaan kata kunci, pengaturan tempo bicara, pemberian jeda, dan pemilihan dua hingga tiga gagasan utama yang relevan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik perkenalan diri selama dua menit di hadapan peserta lainnya. Sesi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan materi yang telah dipelajari, mulai dari menyusun pembukaan, menyampaikan informasi mengenai diri sendiri secara terstruktur, hingga mengakhiri pembicaraan dengan jelas. Praktik tersebut juga menjadi sarana bagi peserta untuk membiasakan diri tampil di depan audiens dan melatih keberanian dalam berkomunikasi.

Melalui pelaksanaan Speak Up Academy, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai teknik berbicara di depan umum serta mampu menerapkannya dalam kegiatan perkuliahan dan organisasi. Kepercayaan diri dalam public speaking tidak harus berarti hilangnya rasa takut sepenuhnya, tetapi kemampuan untuk tetap melangkah dan menyampaikan pesan meskipun merasa gugup. Latihan yang konsisten, persiapan yang terarah, dan kemauan untuk memperbaiki diri menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi.
Kontributor:
Linda_Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Bakti Utama Pati
Dokumentasi:




