Semangat Inovasi Mahasiswa STIKes BUP dalam Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026

Semangat Inovasi Mahasiswa STIKes BUP dalam Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026

Pati, 02 April 2026 – Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan daya saing mahasiswa di bidang akademik, STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 yang bertempat di ruang rapat STIKes Bakti Utama Pati pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Bapak Fajar Nugraha, S.Kom., M.Kom., MOS dan Ibu Zulhijriani, S.S.T., M.Kes. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa terkait penyusunan proposal PKM yang berkualitas dan inovatif.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai jenis skema PKM, teknik penulisan proposal yang baik dan benar, hingga strategi dalam mengembangkan ide kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung serta mendapatkan feedback terkait ide-ide yang mereka miliki.

Wakil Ketua III, Ibu Uswatun Kasanah menyampaikan ““Ikutilah workshop ini dengan penuh semangat dan kesungguhan, karena selain menjadi langkah awal meraih prestasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa, ketelitian dalam memahami kaidah penulisan juga akan menghindarkan kalian dari kesalahan yang dapat mengurangi kualitas proposal.”

Kegiatan workshop ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi yang antusias dalam mengembangkan potensi diri melalui ajang PKM. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan semangat untuk berinovasi serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih memahami kaidah penulisan serta detail format proposal Program Kreativitas Mahasiswa, sehingga lebih siap menyusun proposal yang sistematis dan berkualitas.”ujar Ahamad Lubab, Mahassiwa Program Studi S1 Fisioterapi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati mampu menghasilkan karya-karya inovatif yang tidak hanya berdaya saing di tingkat nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat budaya akademik yang kreatif, kolaboratif, dan produktif di lingkungan kampus.

Zahne Putri Assyifa Ramadhani (S1 Fisioterapi)

Semangat Kepedulian Ramadhan: STIKes BUP Salurkan Zakat Fitrah untuk Masyarakat

Semangat Kepedulian Ramadhan: STIKes BUP Salurkan Zakat Fitrah untuk Masyarakat

Pati, Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati untuk menumbuhkan nilai kepedulian, ketakwaan, dan tanggung jawab sosial kepada sesama. Melalui kegiatan penyaluran zakat fitrah Ramadhan 1447 H, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Kebidanan (Himka) berbagi kebahagiaan dengan masyarakat di sekitar kampus pada Minggu (8/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial yang ditanamkan kepada mahasiswa, sekaligus sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Para mahasiswa bersama-sama melakukan berbagai persiapan, mulai dari pendataan zakat yang telah terkumpul, pengemasan beras zakat fitrah, hingga pengelompokan paket zakat yang akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima. Seluruh proses dilakukan dengan penuh semangat kerja sama dan kebersamaan.

Suasana gotong royong terlihat jelas selama proses persiapan berlangsung. Para mahasiswa saling membantu memastikan setiap paket zakat telah dipersiapkan dengan baik sebelum disalurkan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai tanggung jawab, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satu panitia kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menumbuhkan karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab sosial di kalangan mahasiswa. Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk memperkuat nilai ketakwaan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Amarta, salah satu panitia zakat.

Setelah seluruh persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendistribusian zakat fitrah kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lingkungan kampus STIKes Bakti Utama Pati. Penyaluran dilakukan secara tertib kepada warga yang telah terdata sebagai penerima manfaat.

Bagi masyarakat, bantuan zakat fitrah tersebut menjadi bentuk perhatian dan kebersamaan yang sangat berarti, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Salah satu warga penerima zakat, Mbah Tarman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh mahasiswa. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati yang sudah berbagi kepada kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal dan membawa berkah bagi semuanya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban ibadah zakat fitrah, tetapi juga memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi kepada sesama. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan penyaluran zakat fitrah ini pun mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. Kehadiran mahasiswa yang terlibat langsung dalam kegiatan sosial tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi, nilai kemanusiaan, serta kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati.

Penulis:
Zhulfia Eka Putri Ramadhani
Bidang Pengabdian Masyarakat – BEM STIKes Bakti Utama Pati

Semangat Berbagi di Bulan Suci BEM dan HIMKA Gelar Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H

Semangat Berbagi di Bulan Suci BEM dan HIMKA Gelar Kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H

Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Berbagi Takjil Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan di depan STIKes Bakti Utama Pati. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial mahasiswa dalam memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat sekitar. Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan diawali arahan singkat dari panitia kepada seluruh mahasiswa yang terlibat.

Setelah seluruh persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar lokasi. Mahasiswa panitia membagikan paket takjil kepada pengendara, pejalan kaki, dan warga sekitar menjelang waktu berbuka puasa dengan tetap memperhatikan ketertiban dan keamanan.

Selain itu, sebagian panitia juga mengantarkan takjil langsung ke warga di sekitar lingkungan kampus sebagai bentuk kepedulian dan upaya berbagi kebahagiaan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi makanan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.Kegiatan berbagi takjil ini mendapat respon positif dari masyarakat, yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian para mahasiswa di bulan suci Ramadhan.

Salah satu perwakilan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM dan HIMKA STIKes Bakti Utama Pati berharap dapat terus berkontribusi dalam kegiatan sosial yang bermanfaat, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan.

Oleh: Wafiq Indah Melani Putri-Bidang Kerohanian-HIMKA STIkes Bakti Utama Pati

Semarak Ramadhan 1447 H di STIKes Bakti Utama Pati: Ajang Kreativitas dan Kebersamaan

Semarak Ramadhan 1447 H di STIKes Bakti Utama Pati: Ajang Kreativitas dan Kebersamaan

Pati, 27 Februari 2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Lomba Semarak Ramadhan yang berlangsung di Aula kampus pada Jumat (27/2), pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa serta siswa SMK dengan penuh antusiasme. Berbagai perlombaan digelar dalam kegiatan ini, meliputi lomba poster, tilawah, fashion show, dan lagu religi. Lomba poster dilaksanakan secara daring, sementara lomba lainnya diselenggarakan secara langsung di aula dengan suasana yang meriah.

Lomba poster yang diikuti oleh mahasiswa dari prodi Diploma Tiga Kebidanan, Sarjana Kebidanan dan Sarjana Fisioterapi, lomba ini dilaksanakan secara online.

Sementara itu, lomba tilawah diikuti oleh 5 peserta mahasiswa dan berlangsung dengan khidmat.

Lomba fashion show menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian karena melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan siswa SMK dengan total 30 peserta. Para peserta menampilkan kreativitas busana bernuansa islami.

Adapun lomba lagu religi diikuti oleh 27 peserta dari kalangan mahasiswa dan siswa SMK. Penampilan para peserta turut menambah semarak suasana dengan nuansa religius yang kental.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kreativitas serta kemampuan terbaik mereka, sementara dukungan penonton turut mempererat kebersamaan antar peserta.

Salah satu penonton mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kegiatannya sangat menarik dan menginspirasi. Selain menghibur, acara ini juga memberikan nuansa religius yang kuat, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Kegiatan Lomba Semarak Ramadhan 1447 H ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan bakat, peningkatan nilai spiritual, serta mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan siswa SMK. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan kemahasiswaan yang lebih inovatif di masa mendatang.

Oleh: Rahma Amalia-Mahasiswa Diploma Tiga Kebidanan

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Workshop Jurnalistik

Narasumber dan Para peserta seminar

Pati, 20 Januari 2026, STIKes Bakti Utama Pati bersama Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) menyelenggarakan Kegiatan Seminar dengan tema “Transformasi Digital dalam Pelayanan Kebidanan Komunitas”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula STIKes Bakti Utama Pati sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan pelayanan kebidanan berbasis digital dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Workshop Jurnalistik

Pembukaan oleh MC

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan komunitas, meliputi penerapan telekonsultasi, pencatatan kesehatan digital, serta peran inovasi teknologi dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat

Workshop Jurnalistik

Penyampaian materi oleh narasumber 1 Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP

Penyampaian materi oleh Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP Digital Influencer Kesehatan: Peran Bidan dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta dapat memahami peran bidan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya menyebarkan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, inspiratif, serta memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik

Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber

Zhulfa,, salah satu peserta dari program studi S1 Kebidanan semester 1 tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memanfaatkan sesi tanya jawab yang sudah disediakan untuk memecahkan rasa keingintahuannya, ia bertanya mengenai bagaimana Bagaimana peran pikan dalam memanfaatkan teknologi digital sederhana untuk mengatasi keterbatasan akses pelayanan kebidanan, terutama di wilayah terpencil yang masih minim perkembangan di era digital saat ini, Bidan ninik:  menjelaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam memanfaatkan sarana digital yang mudah diakses, seperti telepon seluler dan aplikasi pesan singkat, untuk tetap memberikan edukasi, pemantauan, serta konseling dasar kepada masyarakat. Selain itu, bidan juga berperan dalam membangun sikap empati dan menghilangkan pandangan negatif yang masih berkembang di masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan berkesinambungan, sehingga pelayanan kebidanan dapat tetap optimal meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan perkembangan teknologi digital.

Workshop Jurnalistik

Pemaparan materi narasumber 2

Narasumber kedua yaitu Ayu Trisni P, S.Tr.Keb., Μ.Κ.Μ dengan tema “Teknologi Digital sebagai Jembatan Akses Pelayanan Kesehatan Komunitas” memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami sehingga peserta dapat memahami pemanfaatan teknologi digital sederhana sebagai sarana untuk menjembatani keterbatasan akses pelayanan kesehatan di masyarakat, khususnya di wilayah komunitas. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab untuk meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, edukatif, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik

Pemaparan materi narasumber 2

Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber 2 Emita mahasiswa s1 kebidanan mengajukan pertanyaan tentang Bagaimana bidan Kolaborasi Internasional dengan lokal masyarakat, Narasumber 2  menjawab Kolaborasi bidan secara internasional dengan masyarakat lokal dilakukan dengan menerapkan pengetahuan dan praktik kebidanan global yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Workshop Jurnalistik

Dokumentasi panitia acara seminar kesehatan

Melalui penyelenggaraan seminar ini, HIMKA berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk pelayanan kebidanan komunitas, serta mampu berperan aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak guna menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Zahra kurnia_Diploma Tiga Kebidanan

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

Workshop Jurnalistik

Workshop Jurnalistik

Kamis, 19 Desember 2025-STIKes Bakti Utama Pati menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalistik Kampus Berintegritas: Menulis Berita dan Berkomunikasi Etis di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan pelaksanaan luring bertempat di Ruang Rapat STIKes Bakti Utama Pati, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube STIKes Bakti Utama Pati.


Workshop tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa, baik dari Program Studi Kebidanan maupun Fisioterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang jurnalistik kampus, khususnya dalam penulisan berita yang akurat serta berkomunikasi secara etis di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, selaku Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng, serta Ibu Siti Marfu’ah, S.ST., MPH, Wakil Ketua I STIKes Bakti Utama Pati. Kedua pembicara menyampaikan materi terkait dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, etika bermedia, serta tanggung jawab mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi. Dalam pemaparannya, Ibu Nailin Risydan Al Anshori menekankan pentingnya prinsip jurnalistik, seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi data dalam penulisan berita. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar mampu menghasilkan tulisan yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemaparan Materi

Pemaparan Materi

“Menulis berita tidak hanya soal cepat, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan,” ujar Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng.

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Sementara itu, ibu Siti Marfu’ah menyampaikan bahwa keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa kesehatan. Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan etis sangat diperlukan, terutama dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Workshop ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik dan review hasil tulisan mahasiswa. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari pembicara terkait struktur penulisan berita, pemilihan kata, serta sudut pandang penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sesi diskusi dan tanya jawab

Sesi diskusi dan tanya jawab

Para peserta menilai kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru. Diharapkan, melalui workshop jurnalistik ini, mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati mampu meningkatkan keterampilan menulis, berkomunikasi secara etis, serta berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berintegritas.

kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor | situs slot gacor kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor slot gacor

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

PKMB D3 Kebidanan di Desa Tondomulyo: Mengabdi dengan Hati, Hadir untuk Kesehatan Masyarakat, Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan PKMD (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran) di Desa Tondomulyo pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, rangkaian kegiatan PKMD ini dirancang agar mudah dipahami, menyenangkan, dan bermanfaat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Salah satu kegiatan utama dalam PKMD ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) dan gula darah. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Melalui pemeriksaan sederhana ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Mahasiswa dengan pendampingan dosen memberikan penjelasan ringan dan mudah dipahami terkait hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi.

Suasana semakin meriah saat kegiatan senam bersama masyarakat, khususnya para lansia, dimulai. Dengan gerakan yang sederhana dan aman, senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan semangat hidup. Tawa dan senyum para peserta menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu serius. Senam bersama ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Selain kegiatan fisik, PKMD ini juga diisi dengan pemaparan materi kesehatan oleh dosen STIKes Bakti Utama Pati. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Topik yang dibahas antara lain pentingnya menjaga pola hidup sehat, peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit sejak dini. Dalam sesi ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan SIMADU dan MAMA Cerdas sebagai satu kesatuan sistem edukasi kesehatan dari STIKes Bakti Utama Pati. SIMADU dan MAMA Cerdas merupakan sistem informasi dan media edukasi kesehatan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sistem ini, Masyarakat khususnya ibu dan keluarga dapat mengakses berbagai informasi seputar kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, gizi keluarga, serta pencegahan penyakit secara mandiri.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, sehingga edukasi kesehatan yang disampaikan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demo masak pembuatan nugget lele. Menu ini diperkenalkan sebagai alternatif makanan sehat yang bergizi dan ramah untuk anak-anak. Lele dipilih karena mudah didapat, terjangkau, dan kaya akan protein yang baik untuk tumbuh kembang anak. Melalui demo masak ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa makanan sehat bisa diolah dengan cara yang sederhana, lezat, dan menarik bagi anak kecil. Harapannya, orang tua dapat menerapkan menu sehat ini di rumah sebagai upaya mendukung gizi seimbang bagi keluarga.

Bersama STIKes Bakti Utama Pati, Wujudkan Masyarakat Sehat, Melalui kegiatan PKMD ini, mahasiswa D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterima. Selain itu, kegiatan PKMD ini juga diisi dengan penanaman daun insulin serta pembagian bibit daun insulin kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman obat keluarga yang berkhasiat serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung kesehatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah.STIKes Bakti Utama Pati terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung terwujudnya keluarga dan lingkungan yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri. Karena kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Upaya Kampus dalam Menghapus Stigma dan Diskriminatif Pada ODHA

Pati, 22 Desember 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan Kegiatan Seminar Kesehatan dengan tema Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan ini digelar di aula STIKes Bakti Utama Pati, dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan yang masih diselimuti stigma.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis fakta mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya dukungan sosial bagi ODHA. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh 162 orang peserta yang berasal dari beragam institusi pendidikan dan komunitas. Peserta tidak hanya terdiri dari mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati, namun juga dari MAN 1 Pati, SMA Negeri 3 Pati, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, serta komunitas Rumah Matahari. Banyaknya peserta mencerminkan antusiasme yang tinggi dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas dalam memahami isu HIV/AIDS serta pentingnya dukungan psikososial bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Penyampaian materi oleh dr.Nabila Syifa Marta Widanti Sp.Kj tentang dukungan psikososial kepada ODHA, sangat memberikan dampak yang positif karena materi yang disampaikan menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi para peserta untuk memberikan dukungan positif bagi ODHA, selain itu dr.Nabila melatih para peserta untuk berlatih relaksasi saat pikiran sedang terasa penuh yang membuat seminar menjadi seru dan penuh pengalaman.

Adapun Zulfia dari program studi S1 Kebidanan semester 3 yang melontarkan pertanyaan tentang dukungan seperti apa yang dibutuhkan ODHA agar mampu bertahan dan berdaya. dr Nabila menegaskan bahwa dukungan yang paling besar adalah dukungan moril atau support.

Narasumber kedua yaitu Hendrik Ari Kristiawan, S.Pi,M.Sc menegaskan bahwa ODHA bukan untuk dijauhi, melainkan perlu didukung agar dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat.

Septia, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan semester 3, mengajukan pertanyaan kepada narasumber Hendrik yang merupakan penyintas HIV selama 12 tahun. Dalam sesi tanya jawab, Septia menanyakan apakah narasumber pernah mengalami stigma dari masyarakat maupun orang terdekat, serta bentuk stigma yang paling sering diterima selama menjalani pengobatan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hendrik mengungkapkan bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan besar bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia mengaku kerap menerima perlakuan diskriminatif, mulai dari julukan yang tidak pantas hingga anggapan bahwa dirinya telah meninggal dunia akibat perubahan fisik yang dialaminya. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkuat tekadnya untuk bertahan. Saat ini, Hendrik aktif berbagi informasi dan memberikan dukungan kepada sesama ODHA agar tetap optimistis menjalani hidup serta konsisten dalam pengobatan.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, BEM berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan edukasi yang benar tentang HIV/AIDS serta turut menciptakan lingkungan kampus yang peduli, dan bebas dari stigma terhadap ODHA.

Ulya Alfiana_Diploma Tiga Kebidanan

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kajian Islami Rutin (Kaistin) yang dirancang sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas mahasiswa. Tema kajian kali ini terkait menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media untuk memberikan penanaman pendidikan karakter ditengah dunia digital.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Pemaparan Materi Oleh Narasumber

Pada hari Kamis, 06 November 2025, Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan mengadakan kegiatan Acara ini berlangsung pukul 15.40-17.00 WIB di Masjid Kh. Kosim, menghadirkan narasumber inspiratif yang menyampaikan materi bernilai ruhiyah dan aplikatif. Kegiatan ini bertujuan untuk agar mahasiswa tahu pentingnya menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Respon dam Antusias Peserta

Respons positif juga tampak dari para peserta setelah kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang aktif dalam sosial media. Kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih bermakna daripada harus merendahkan diri hanya karna demi sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain. Melalui penjelasan yang ringan namun menyentuh, para peserta diajak untuk tetap menguatkan iman agar tidak gampang terpengaruh oleh budaya asing yang sering sekali lewat di beranda sosial media.

Tidak sedikit peserta yang merasa tersentuh dengan pemaparan yang diberikan, terutama saat narasumber menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Momen ini menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan akademik akan lebih bermakna jika diiringi dengan ketenangan hati dan kedekatan spiritual. Kajian seperti ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin sebagai ruang penguatan iman dan semangat di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Sesi Refleksi dan Penutup

Menjelang akhir acara, narasumber mengajak seluruh peserta untuk merenung sejenak bahwa di era digital saat ini, kita harus menyadari bahwa menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang sikap secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membawa diri dalam dunia maya. Diakhir beliau memimpin doa bersama yang menyejukkan hati. Peserta pun menunduk khusyuk, menyatukan harapan dalam bait-bait permohonan kepada Sang Maha Pemberi Ilmu.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian selebaran digital yang berisi ringkasan materi serta jadwal kajian berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah antar sesama mahasiswa. Kajian Islami ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, kita sebagai mahasiswa harus mampu menjaga kehormatan diri, mengendalikan pandangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan Allah.

Oleh : Rike Afifatis Syafi’ah (Sarjana Kebidanan)

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

PATI, 12 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menggelar upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati. Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, H. Sudewo, dan dihadiri oleh Wakil Bupati serta jajaran Forkopimda ini berlangsung khidmat dengan mengusung tagline “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Dalam upacara tersebut, mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati turut berperan sebagai petugas paduan suara membawakan lagu kebangsaan dan Mars hidup sehat dengan penuh semangat dan penghayatan.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc.Upacara HKN 61

Bupati menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh masyarakat serta tenaga kesehatan di Kabupaten Pati.  “Berdasarkan pesan Bapak Menteri Kesehatan fokus kita kini bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang tetap sehat. Transformasi kesehatan ini adalah kerja besar seluruh insan kesehatan Indonesia” ujar beliau dalam amanat upacaranya. Usai upacara, Bupati Pati dan Wakil Bupati menyempatkan diri untuk menyapa serta memberikan apresiasi kepada mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati yang bertugas.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara Stikes Bakti Utama Pati bersama Bupati dan Wakil Bupati

Hal tersebut menambah semangat para mahasiswa yang bertugas sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang kesehatan, dapat terus berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam berpartisipasi di kegiatan resmi tingkat daerah, sekaligus memperkuat semangat untuk menjadi tenaga kesehatan yang berintegritas, berjiwa sosial, dan siap mengabdi bagi masyarakat” ujar Mayla sebagai petugas paduan suara. Partisipasi mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati sebagai petugas paduan suara menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peringatan HKN tingkat daerah. Keterlibatan mereka juga menjadi wadah pembelajaran untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa nasionalisme di lingkungan akademik.

Mayla Yuni – Mahahiswa Diploma Kebidanan