STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

Workshop Jurnalistik

Workshop Jurnalistik

Kamis, 19 Desember 2025-STIKes Bakti Utama Pati menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalistik Kampus Berintegritas: Menulis Berita dan Berkomunikasi Etis di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan pelaksanaan luring bertempat di Ruang Rapat STIKes Bakti Utama Pati, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube STIKes Bakti Utama Pati.


Workshop tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa, baik dari Program Studi Kebidanan maupun Fisioterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang jurnalistik kampus, khususnya dalam penulisan berita yang akurat serta berkomunikasi secara etis di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, selaku Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng, serta Ibu Siti Marfu’ah, S.ST., MPH, Wakil Ketua I STIKes Bakti Utama Pati. Kedua pembicara menyampaikan materi terkait dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, etika bermedia, serta tanggung jawab mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi. Dalam pemaparannya, Ibu Nailin Risydan Al Anshori menekankan pentingnya prinsip jurnalistik, seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi data dalam penulisan berita. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar mampu menghasilkan tulisan yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemaparan Materi

Pemaparan Materi

“Menulis berita tidak hanya soal cepat, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan,” ujar Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng.

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Sementara itu, ibu Siti Marfu’ah menyampaikan bahwa keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa kesehatan. Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan etis sangat diperlukan, terutama dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Workshop ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik dan review hasil tulisan mahasiswa. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari pembicara terkait struktur penulisan berita, pemilihan kata, serta sudut pandang penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sesi diskusi dan tanya jawab

Sesi diskusi dan tanya jawab

Para peserta menilai kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru. Diharapkan, melalui workshop jurnalistik ini, mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati mampu meningkatkan keterampilan menulis, berkomunikasi secara etis, serta berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berintegritas.

kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor | situs slot gacor kebo88 | kebo88 | kebo88 kebo88 | slot gacor slot gacor

Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKes Bakti Utama Pati sebagai Upaya Peningkatan Mutu Institusi

STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Penilaian Kinerja Dosen dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula STIKes Bakti Utama Pati. Kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Kepegawaian dan diikuti oleh dosen serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan institusi.

Kegiatan penjelasan terkait tools penilaian kinerja ini disampaikan dan dijelaskan oleh Kepala Kepegawaian Bapak Alex Kamal Hasan, SP dan indikator untuk tenaga pependidikan di jelaskan oleh Ibu Widiana Permata Sari, SKM. Pemaparannya beliau menjelaskan bahwa penilaian kinerja merupakan instrumen penting dalam sistem manajemen sumber daya manusia, yang bertujuan untuk menilai capaian kerja, profesionalisme, serta kontribusi dosen dan tenaga kependidikan terhadap pencapaian visi dan misi STIKes Bakti Utama Pati.

Penilaian kinerja dosen mencakup beberapa aspek utama, antara lain pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, disertai dengan unsur penunjang lainnya. Sementara itu, penilaian kinerja tenaga kependidikan difokuskan pada aspek disiplin kerja, tanggung jawab tugas, kualitas pelayanan, kerja sama tim, serta kontribusi terhadap kelancaran proses akademik dan administrasi institusi.

Widiana Permata Sari, SKM menekankan bahwa proses penilaian kinerja tidak semata-mata bertujuan untuk evaluasi, namun juga sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Hasil penilaian diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta pemberian apresiasi dan motivasi kerja bagi dosen dan tenaga kependidikan.

Melalui kegiatan ini, STIKes Bakti Utama Pati menunjukkan komitmennya dalam menerapkan tata kelola institusi yang baik (good governance) dan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas dalam pengelolaan kepegawaian. Penilaian kinerja secara berkala diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya kerja yang profesional, produktif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan kesehatan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada seluruh peserta terkait mekanisme termasuk jadwal dan indikator penilaian kinerja yang diterapkan di STIKes Bakti Utama Pati.

Nur Annisa Fauziyah, S.ST., M.K.M (Humas dan Kerjasama STIKes Bakti Utama Pati)

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

PKMD D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati: Sehat, Aktif, dan Edukatif Bersama Masyarakat

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

PKMB D3 Kebidanan di Desa Tondomulyo: Mengabdi dengan Hati, Hadir untuk Kesehatan Masyarakat, Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan PKMD (Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pembelajaran) di Desa Tondomulyo pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, rangkaian kegiatan PKMD ini dirancang agar mudah dipahami, menyenangkan, dan bermanfaat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Salah satu kegiatan utama dalam PKMD ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) dan gula darah. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Melalui pemeriksaan sederhana ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya memantau kesehatan secara rutin, terutama bagi lansia yang rentan terhadap penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Mahasiswa dengan pendampingan dosen memberikan penjelasan ringan dan mudah dipahami terkait hasil pemeriksaan, sehingga masyarakat tidak hanya diperiksa, tetapi juga mendapatkan edukasi.

Suasana semakin meriah saat kegiatan senam bersama masyarakat, khususnya para lansia, dimulai. Dengan gerakan yang sederhana dan aman, senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta meningkatkan semangat hidup. Tawa dan senyum para peserta menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan tidak harus selalu serius. Senam bersama ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Selain kegiatan fisik, PKMD ini juga diisi dengan pemaparan materi kesehatan oleh dosen STIKes Bakti Utama Pati. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Topik yang dibahas antara lain pentingnya menjaga pola hidup sehat, peran keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan penyakit sejak dini. Dalam sesi ini, masyarakat juga diperkenalkan dengan SIMADU dan MAMA Cerdas sebagai satu kesatuan sistem edukasi kesehatan dari STIKes Bakti Utama Pati. SIMADU dan MAMA Cerdas merupakan sistem informasi dan media edukasi kesehatan yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mencari dan memperoleh informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sistem ini, Masyarakat khususnya ibu dan keluarga dapat mengakses berbagai informasi seputar kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, gizi keluarga, serta pencegahan penyakit secara mandiri.

Pemaparan materi berlangsung secara interaktif. Masyarakat diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, sehingga edukasi kesehatan yang disampaikan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demo masak pembuatan nugget lele. Menu ini diperkenalkan sebagai alternatif makanan sehat yang bergizi dan ramah untuk anak-anak. Lele dipilih karena mudah didapat, terjangkau, dan kaya akan protein yang baik untuk tumbuh kembang anak. Melalui demo masak ini, masyarakat diajak untuk melihat bahwa makanan sehat bisa diolah dengan cara yang sederhana, lezat, dan menarik bagi anak kecil. Harapannya, orang tua dapat menerapkan menu sehat ini di rumah sebagai upaya mendukung gizi seimbang bagi keluarga.

Bersama STIKes Bakti Utama Pati, Wujudkan Masyarakat Sehat, Melalui kegiatan PKMD ini, mahasiswa D3 Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterima. Selain itu, kegiatan PKMD ini juga diisi dengan penanaman daun insulin serta pembagian bibit daun insulin kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tanaman obat keluarga yang berkhasiat serta mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pemanfaatan tanaman herbal sebagai pendukung kesehatan, khususnya dalam menjaga kadar gula darah.STIKes Bakti Utama Pati terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung terwujudnya keluarga dan lingkungan yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri. Karena kesehatan adalah investasi terbaik untuk masa depan.

Upaya Kampus dalam Menghapus Stigma dan Diskriminatif Pada ODHA

Pati, 22 Desember 2025, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan Kegiatan Seminar Kesehatan dengan tema Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan ini digelar di aula STIKes Bakti Utama Pati, dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap isu kesehatan yang masih diselimuti stigma.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis fakta mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya dukungan sosial bagi ODHA. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh 162 orang peserta yang berasal dari beragam institusi pendidikan dan komunitas. Peserta tidak hanya terdiri dari mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati, namun juga dari MAN 1 Pati, SMA Negeri 3 Pati, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, serta komunitas Rumah Matahari. Banyaknya peserta mencerminkan antusiasme yang tinggi dari pelajar, mahasiswa, dan komunitas dalam memahami isu HIV/AIDS serta pentingnya dukungan psikososial bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Penyampaian materi oleh dr.Nabila Syifa Marta Widanti Sp.Kj tentang dukungan psikososial kepada ODHA, sangat memberikan dampak yang positif karena materi yang disampaikan menyenangkan dan memberikan dampak positif bagi para peserta untuk memberikan dukungan positif bagi ODHA, selain itu dr.Nabila melatih para peserta untuk berlatih relaksasi saat pikiran sedang terasa penuh yang membuat seminar menjadi seru dan penuh pengalaman.

Adapun Zulfia dari program studi S1 Kebidanan semester 3 yang melontarkan pertanyaan tentang dukungan seperti apa yang dibutuhkan ODHA agar mampu bertahan dan berdaya. dr Nabila menegaskan bahwa dukungan yang paling besar adalah dukungan moril atau support.

Narasumber kedua yaitu Hendrik Ari Kristiawan, S.Pi,M.Sc menegaskan bahwa ODHA bukan untuk dijauhi, melainkan perlu didukung agar dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif, dan bermartabat.

Septia, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan semester 3, mengajukan pertanyaan kepada narasumber Hendrik yang merupakan penyintas HIV selama 12 tahun. Dalam sesi tanya jawab, Septia menanyakan apakah narasumber pernah mengalami stigma dari masyarakat maupun orang terdekat, serta bentuk stigma yang paling sering diterima selama menjalani pengobatan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Hendrik mengungkapkan bahwa stigma sosial masih menjadi tantangan besar bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Ia mengaku kerap menerima perlakuan diskriminatif, mulai dari julukan yang tidak pantas hingga anggapan bahwa dirinya telah meninggal dunia akibat perubahan fisik yang dialaminya. Meski demikian, pengalaman tersebut justru memperkuat tekadnya untuk bertahan. Saat ini, Hendrik aktif berbagi informasi dan memberikan dukungan kepada sesama ODHA agar tetap optimistis menjalani hidup serta konsisten dalam pengobatan.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, BEM berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan edukasi yang benar tentang HIV/AIDS serta turut menciptakan lingkungan kampus yang peduli, dan bebas dari stigma terhadap ODHA.

Ulya Alfiana_Diploma Tiga Kebidanan

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kaistin Menjaga Kehormatan Diri di Era Digital

Kajian Islami Rutin (Kaistin) yang dirancang sebagai wadah untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat spiritualitas mahasiswa. Tema kajian kali ini terkait menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media untuk memberikan penanaman pendidikan karakter ditengah dunia digital.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Pemaparan Materi Oleh Narasumber

Pada hari Kamis, 06 November 2025, Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan mengadakan kegiatan Acara ini berlangsung pukul 15.40-17.00 WIB di Masjid Kh. Kosim, menghadirkan narasumber inspiratif yang menyampaikan materi bernilai ruhiyah dan aplikatif. Kegiatan ini bertujuan untuk agar mahasiswa tahu pentingnya menjaga kehormatan diri di era digital dan bijak dalam bersosial media.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Respon dam Antusias Peserta

Respons positif juga tampak dari para peserta setelah kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa merasa bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sebagai pelajar yang aktif dalam sosial media. Kajian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kehormatan diri jauh lebih bermakna daripada harus merendahkan diri hanya karna demi sebuah pujian dan pengakuan dari orang lain. Melalui penjelasan yang ringan namun menyentuh, para peserta diajak untuk tetap menguatkan iman agar tidak gampang terpengaruh oleh budaya asing yang sering sekali lewat di beranda sosial media.

Tidak sedikit peserta yang merasa tersentuh dengan pemaparan yang diberikan, terutama saat narasumber menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital. Momen ini menjadi refleksi bagi banyak mahasiswa bahwa kesuksesan akademik akan lebih bermakna jika diiringi dengan ketenangan hati dan kedekatan spiritual. Kajian seperti ini diharapkan dapat terus diadakan secara rutin sebagai ruang penguatan iman dan semangat di tengah perjalanan menuntut ilmu.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Sesi Refleksi dan Penutup

Menjelang akhir acara, narasumber mengajak seluruh peserta untuk merenung sejenak bahwa di era digital saat ini, kita harus menyadari bahwa menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang sikap secara fisik, tetapi juga bagaimana kita membawa diri dalam dunia maya. Diakhir beliau memimpin doa bersama yang menyejukkan hati. Peserta pun menunduk khusyuk, menyatukan harapan dalam bait-bait permohonan kepada Sang Maha Pemberi Ilmu.

Acara ditutup dengan foto bersama dan pembagian selebaran digital yang berisi ringkasan materi serta jadwal kajian berikutnya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan wawasan keislaman, tetapi juga mempererat ukhuwah antar sesama mahasiswa. Kajian Islami ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, kita sebagai mahasiswa harus mampu menjaga kehormatan diri, mengendalikan pandangan, dan tetap berpegang pada nilai-nilai yang diajarkan Allah.

Oleh : Rike Afifatis Syafi’ah (Sarjana Kebidanan)

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

BAHAYA ASAP ROKOK BAGI IBU HAMIL DAN JANIN

Kebiasaan merokok sudah menjadi budaya di negara Indonesia dari usia muda sampai dengan dewasa. Tidak dipungkiri kita dikelilingi oleh perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif sendiri adalah orang yang merokok secara langsung, sedangkan perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok dari perokok aktif. Asap rokok dapat memicu gangguan kesehatan manusia. Paparan asap rokok baik mengandung nikotin, karbon monoksida, dan zat kimia lainnya. Bagi Ibu hamil asap rokok menjadi salah satu ancaman terbesar yang berdampak pada pertumbuhan dan keselamatan janin dalam kandungan.

Milad yang ke 6 STIKes Bakti Utama Pati

Mengapa Asap Rokok Berbahaya Bagi Ibu Hamil ?

Kandungan berbahaya dalam asap rokok seperti nikotin dan karbon monoksida dihirup oleh ibu hamil dapat menyebabkan aliran oksigen ke janin menjadi terhambat. Hal ini dapat memicu :
– Kelahiran mati (stillbirth)
– Berat badan lahir rendah
– Pertumbuhan janin terhambat
– Risiko lahir premature
– Risiko keguguran
– Plasenta previa ( plasenta menutupi jalan lahir)
– Solusio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya, kondisi yang sangat berbahaya

Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan Jangka Panjang Bayi

Zat Nikotin pada asap rokok menyebabkan gangguan perkembangan saraf janin, hal ini dapat berdampak pada kemampuan kognitif dan perilaku anak. Selain itu, paparan asap rokok selama dalam kandungan juga dapat menyebabkan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti  :
– Masalah perilaku dan gangguan belajar pada anak.
– Asma dan gangguan pernafasan
– Infeksi saluran nafas berulang
– Perkembangan otak yang terhambat

Ibu Hamil Menjadi Perokok Pasif?

Pasalnya banyak ibu hamil yang memiliki suami perokok aktif dirumah, keluarga, atau lingkungan sekitar. Meskipun ibu hamil tidak secara langsung menjadi perokok aktif, namun risiko yang dihadapi oleh ibu hamil sama halnya dengan perokok aktif justru lebih berbahaya ketika menghirup asap dari perokok aktif. Maka dari penting bagi ibu hamil untuk melakukan hal seperti berikut :

  1. Menghindari ruangan yang terpapar asap rokok
  2. Meminta orang sekitar untuk tidak merokok didekat ibu hamil
  3. Memilih lingkungan yang bebas asap rokok baik tempat tinggal maupun lingkungan kerja

Tips Agar Ibu Hamil Terlindung dari Bahaya Asap Rokok

Untuk menjaga janin agar tetap sehat dan bebas dari bahaya asap rokok, ibu hamil disarankan untuk  :

  • Menghindari paparan asap rokok
  • Meminta dukungan kepada pasangan, keluarga untuk berhenti merokok atau tidak merokok pada tempat berdekatan dengan ibu hamil.
  • Menggunakan area khusus bebas rokok di tempat umum atau kerja
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis apabila sulit menghindari asap rokok dan cek kesehatan janin secara berkala.

Kesimpulan

Asap rokok adalah ancaman berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Zat beracun dalam rokok dapat memengaruhi pertumbuhan janin, meningkatkan risiko komplikasi, serta menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang pada anak. Menghindari paparan asap rokok—baik aktif maupun pasif—adalah langkah penting untuk menjaga kehamilan tetap sehat.

Oleh Novianti Widya Putri

Referensi  :

https://ayosehat.kemkes.go.id

https://ayosehat.kemkes.go.id/7-efek-buruk-ibu-hamil-yang-merokok-bagi-janin

Artikel Terkait :

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati Jadi Petugas Paduan Suara pada Upacara HKN ke-61 di Setda Kabupaten Pati

PATI, 12 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menggelar upacara di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati. Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, H. Sudewo, dan dihadiri oleh Wakil Bupati serta jajaran Forkopimda ini berlangsung khidmat dengan mengusung tagline “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.” Dalam upacara tersebut, mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati turut berperan sebagai petugas paduan suara membawakan lagu kebangsaan dan Mars hidup sehat dengan penuh semangat dan penghayatan.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc.Upacara HKN 61

Bupati menyampaikan apresiasi dan harapan kepada seluruh masyarakat serta tenaga kesehatan di Kabupaten Pati.  “Berdasarkan pesan Bapak Menteri Kesehatan fokus kita kini bergeser dari mengobati orang sakit menjadi menjaga agar orang tetap sehat. Transformasi kesehatan ini adalah kerja besar seluruh insan kesehatan Indonesia” ujar beliau dalam amanat upacaranya. Usai upacara, Bupati Pati dan Wakil Bupati menyempatkan diri untuk menyapa serta memberikan apresiasi kepada mahasiswa STIKES Bakti Utama Pati yang bertugas.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara Stikes Bakti Utama Pati bersama Bupati dan Wakil Bupati

Hal tersebut menambah semangat para mahasiswa yang bertugas sebagai generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang kesehatan, dapat terus berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Doc. Tim Paduan Suara

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam berpartisipasi di kegiatan resmi tingkat daerah, sekaligus memperkuat semangat untuk menjadi tenaga kesehatan yang berintegritas, berjiwa sosial, dan siap mengabdi bagi masyarakat” ujar Mayla sebagai petugas paduan suara. Partisipasi mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati sebagai petugas paduan suara menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peringatan HKN tingkat daerah. Keterlibatan mereka juga menjadi wadah pembelajaran untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa nasionalisme di lingkungan akademik.

Mayla Yuni – Mahahiswa Diploma Kebidanan

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Semangat Kolaborasi dan Promotif Kesehatan di Kabupaten Pati

Generasi Sehat, Masa Depan Hebat: Semangat Kolaborasi dan Promotif Kesehatan di Kabupaten Pati

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Oktober hingga November dengan tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.”

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Ketua PKK, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi profesi, Fasyankes se Kab Pati baik negeri maupun swasta dari rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta mitra BPJS Kesehatan termasuk STIKes Bakti Utama Pati ikut hadir dan merayakan yang diwakili oleh Wakil Ketua III Ibu Bd Uswatun Kasanah, S.SiT., M.Kes; perwakilan Dosen Nur Annisa Fauziyah, S.S.T., M.K.M dan Tenaga Pendidik Bapak Alex Kamal Hasan, S.P serta Ibu Avida Noor Hidayah, S.K.M

Kegiatan diawali dengan jalan sehat lalu dibuka dengan menyayikan Indonesia Raya  diikuti dengan sambutan-sambutan, menyayikan lagu ibu pertiwi dan dilanjutkan fun games serta doorprize yang diselenggarakan di Stadion Joyokusumo Pati pada Kamis, 6 November 2025. Acara dibuka secara resmi oleh PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, didahului sambutan dari Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Bapak Luky Pratugas Narimo, S.STP., MM dan sambutan dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, dr. Ati Soedewo.

Sambutannya Plt. Kadinkes Pati, Bapak Luky Pratugas Narimo, menekankan pentingnya semangat hidup sehat dengan mengedepankan kegiatan promotif dan preventif. Beliau juga menyoroti pentingnya optimalisasi kampanye TBC Screening selain CKG (Cek Kesehatan Gratis), guna memperkuat upaya pencegahan penyakit menular di masyarakat.

Acara berlangsung meriah dengan berbagai lomba-lomba antar-fasyankes dan seluruh peserta HKN, dan rangkai HKN lainnya ada lomba kapasitas tenaga kesehatan, seminar kesehatan, serta lomba foto kreasi. Selain itu, dilaksanakan pula penyerahan santunan kepada pasien yang sedang menjalani kemoterapi di RSUD RAA Soewondo dan RS KSH Pati sebagai bentuk kepedulian sosial.

Di Kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, dr. Ati Soedewo, menyampaikan pesan penting mengenai pencegahan stunting dengan semangat “Berdenting – Bersama Deteksi Stunting.” Ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan cakupan posyandu di seluruh siklus kehidupan dengan prinsip ABCD:
A – Aktif mengonsumsi tablet tambah darah (TTD)
B – Bagi ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan
C – Cukup konsumsi protein hewani
D – Datang ke posyandu secara teratur

Beliau juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia anak 2 tahun, serta perhatian pada kesehatan mental dan emosional ibu hamil yang berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Setelah acara resmi dilanjutkan fun games dikuti oleh seluruh pserta. Banyak games yang dimainkan mulai dari tiup gelas, balon dan memindahkan balon.

Acara ditutup dengan pembagian doorprize malalui kupon yang dibagikan saat jalan sehat dan diacak. Salah satu penerima doorprize ada dari perwakilan STIkes Bakti Utama Pati.

Rangkaian HKN ke-61 akan mencapai puncaknya pada upacara Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2025 di Halaman Kantor Bupati Pati. Melalui momentum ini, diharapkan seluruh insan kesehatan di Kabupaten Pati dapat terus bergandeng tangan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan bersama-sama mendorong kemajuan pembangunan kesehatan menuju masyarakat Pati yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Ditulis Nur Annisa Fauziyah (Humas STIKes Bakti Utama Pati)

Semangat Sore: Sivitas Akademika STIKes Bakti Utama Pati Kompak dalam Jalan Sehat

Semangat Sore: Sivitas Akademika STIKes Bakti Utama Pati Kompak dalam Jalan Sehat

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 1. Mahasiswa Stikes Bakti Utama Pati

Pati, 14 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bakti Utama Pati menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa pada sore hari di lingkungan sekitar kampus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di antara sivitas akademika.

Kegiatan dimulai dengan pemanasan bersama di halaman kampus, dilanjutkan dengan rute jalan sehat mengelilingi area sekitar STIKes Bakti Utama Pati sesuai rute yang ditentukan. Suasana kebersamaan dan semangat terlihat jelas dari antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Ketua BEM STIKes Bakti Utama Pati, Tutut dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya BEM dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat, dinamis, dan produktif.

“Melalui jalan sehat ini, kami berharap seluruh civitas akademika dapat menjaga kebugaran jasmani sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan kampus,” ujar Tutut.

Selain jalan sehat, panitia juga menyediakan doorprize menarik untuk menambah semangat peserta. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian hadiah bagi peserta yang beruntung.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di STIKes Bakti Utama Pati sebagai sarana untuk meningkatkan semangat kebersamaan, kesehatan, dan produktivitas di lingkungan akademik.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 2. Mahasiswa Stikes Bakti Utama Pati

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Setelah kegiatan jalan sehat selesai, panitia menyediakan konsumsi bagi peserta dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan kegiatan. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama yang baik antar panitia dari Bidang Kesejahteraan BEM dan HIMKA

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 3. Foto Bersama Panitia dan Peserta

Ditulis Oleh: Okky Putri Candra hakim-Bidang Kesejahteraan-HIMKA STIkes Bakti Utama Pati

Potret Kepedulian: Lomba Fotografi Pelajar SMA se-Karesidenan Pati Angkat Tema Peran Tenaga Kesehatan

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 1. Foto Karya Muhammad Ghulam SMA N 3 Pati

Mahasiswa dan siswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi se-Karesidenan Pati antusias mengikuti Lomba Fotografi yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Bakti Utama Pati. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Petugas Kesehatan dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat”, yang bertujuan untuk mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan melalui karya visual penuh makna.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 2. Foto Karya Ahmad Pramidha SMA N 3 Pati

Para peserta menyalurkan kreativitasnya dalam menangkap momen perjuangan tenaga medis, mulai dari pelayanan di puskesmas, kegiatan posyandu, hingga aksi edukasi kesehatan di masyarakat. Melalui lensa kamera, mereka menghadirkan cerita tentang kepedulian, pengorbanan, dan semangat para petugas kesehatan yang menjadi garda terdepan menjaga kesehatan bangsa.

Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 3. Foto Karya April Riana SMK Bakti Utama Pati

Ketua pelaksana Erjuhan Atirika Helmiati, menyampaikan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk penghormatan terhadap kerja keras tenaga kesehatan. “Kami ingin menghadirkan sudut pandang baru bahwa petugas kesehatan bukan hanya penyembuh, tapi juga penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat,” ungkapnya. 

Adapun pemenang lomba fotografi kali ini adalah:

  1. Juara 1: Muhammad Ghulam dari SMA Negeri 3 Pati
  2. Juara 2: Ahmad Pramidha dari SMA Negeri 3 Pati
  3. Juara 3: April Riana dari SMK Bakti Utama Pati
Penyampaian Petunjuk teknis Kampanye

Gambar 4. Foto Penyerahan Hadiah berupa Sertifikat & Uang Pembinaan

Para pemenang menyampaikan rasa syukur dan bangga atas apresiasi yang diberikan. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan agar menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan kepedulian terhadap dunia kesehatan.

Muhammad Ghulam sebagai juara pertama mengungkapkan bahwa melalui lomba ini, ia belajar melihat perjuangan tenaga kesehatan dari sisi yang lebih manusiawi dan inspiratif. “Saya ingin karya ini menjadi bentuk rasa hormat kepada para tenaga kesehatan yang selalu berjuang tanpa lelah,” ujarnya.                         

Kegiatan ini berlangsung secara online. Setelah melalui proses penjurian oleh dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi fotografi, Terpilih 6 karya terbaik diupload di Instagram @bem.stikesbup

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dan hadiah kepada para pemenang, yang diserahkan langsung oleh Ketua BEM serta panitia pelaksana. Suasana hangat dan penuh apresiasi mengiringi momen penutupan tersebut.

Melalui kegiatan ini, STIKes Bakti Utama Pati berharap dapat terus menumbuhkan semangat berkarya di kalangan mahasiswa dan pelajar, serta menanamkan nilai kepedulian terhadap dunia kesehatan dan pengabdian masyarakat.

Erjuhan Atirika Helmiati_Diploma tiga Kebidanan