STIKes Bakti Utama Pati Jawa Tengah Gelar Pelatihan “Mom and Baby Spa” bersama LPKS Kartini

Pati, Jawa Tengah – Program studi Pendidikan profesi bidan STIKes Bakti Utama Pati yang memiliki keunggulan di bidang kebidanan komplementer selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan khususnya dalam asuhan kebidanan berbasis natural therapy melalui kegiatan pelatihan. Adapun pelatihan yang diselenggarakan bertema Moms and Baby Spa dan bekerjasama dengan LPKS Kartini.

LPKS Kartini sebagai salah satu Lembaga pelatihan yang mempunyai fokus bidang komplementer  yang berusaha memenuhi kebutuhan bidan untuk mendapatkan pelatihan baby spa moms treatment. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline selama 2 hari yaitu pada tanggal 22 – 23 Agustus 2025. Pelatihan ini diikuti sebanyak 198 peserta. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh bidan serta membuat peluang usaha dalam bidang kesehatan holistik.

Hari pertama yaitu pada hari Jumat 22 Agustus 2025, ada beberapa materi yang disampaikan oleh Ibu Bd. Titik Ariyanti, S.ST., M.Kes. selaku Founder House of Poa Amira yaitu Manajemen Usaha Mom and Baby Spa dan Pengantar Mom’s Treatment.

Pada materi Pengantar Mom’s Treatment ada beberapa materi yang disampaikan, yaitu Asuhan Holistik selama Masa Kehamilan, Asuhan Holistik selama Nifas, Hormon, Minyak/ Oils, Jamu, Bengkung, Totok Wajah, Facial dan Lulur

Setelah diberikan materi, para peserta melakukan praktik Pijat Ibu Hamil, Pijat Pasca Melahirkan, Totok Facial, Lulur, Bengkung, Pijat Oksitosin, Pijat Endhorphine dan Pijat Laktasi dengan pendampingan. Selama proses praktik dilakukan pendampingan oleh Ibu Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes.

Hari kedua yaitu hari Sabtu 23 Agustus 2025, ada beberapa materi tentang Pijat Bayi Sehat dengan narasumber yang sama Ibu Titik antara lain Konsep Dasar Bayi, Pijat Bayi, Baby Gym, Baby Swim, Baby Bath dan Pijat Bayi dengan Keluhan. Ibu Titik menyampaikan bahwa, diusahakan dalam pemijatan bayi menggunakan minyak kelapa dan hindari penggunaan baby oil untuk pemijatan karena baby oil tidak akan terserap oleh pori-pori bayi

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026

Pati, 11 September 2025, Stikes Bakti Utama Pati (Stikes BUP) sukses menyelenggarakan pembukaan acara puncak kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 September 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 900 mahasiswa baru dari berbagai program studi secara luring dan daring.

PKKMB tahun ini dibuka secara resmi dengan rangkaian acara pengukuhan mahasiswa baru yang berlangsung khidmat dan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar mahasiswa.

Prosesi ini menjadi simbol diterimanya mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Stikes Bakti Utama Pati. Pengukuhan berlangsung penuh semangat dengan penggunaan atribut kampus sebagai tanda dimulainya perjalanan akademik. Selain itu, dilakukan penyerahan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi tingkat institusi untuk memotivasi mahasiswa baru agar terus berkarya.

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan kampus secara menyeluruh. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan sistem akademik, tata tertib kampus, layanan kemahasiswaan, hingga wawasan kebangsaan dan penguatan karakter.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Polresta Kab.Pati, unsur pimpinan kampus, dosen, serta praktisi di bidang kesehatan. Interaksi yang terjalin antara pemateri dan mahasiswa berlangsung aktif, menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dalam mengikuti setiap sesi.

Tidak hanya berisi pemaparan materi, PKKMB juga diisi dengan kegiatan pengembangan soft skills, seperti kerja sama tim, komunikasi efektif, serta pengenalan organisasi kemahasiswaan. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial kampus sekaligus mengembangkan potensi diri secara optimal.

“PKKMB ini sangat membantu saya memahami lingkungan kampus, mulai dari sistem pembelajaran hingga fasilitas yang ada,” ujar Umbarno, mahasiswa baru Program Studi Sarjana Fisioterapi. “Saya jadi lebih siap dan percaya diri untuk memulai perkuliahan”.

Dengan terselenggaranya PKKMB ini, diharapkan seluruh mahasiswa baru Stikes Bakti Utama Pati dapat lebih siap menjalani kehidupan perkuliahan, memahami peran dan tanggung jawab sebagai mahasiswa, serta memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi akademik maupun non-akademik.

Sa’idatun Nisa- Mahasiswa Sarjana Fisioterapi

Cegah Gigi Berlubang dengan Gosok Gigi Tiap Malam

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling umum terjadi di segala usia. Penyebab utamanya adalah penumpukan plak dan sisa makanan yang bercampur dengan bakteri di mulut.

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk mencegah gigi berlubang adalah menggosok gigi tiap malam sebelum tidur. Kebiasaan ini sering diabaikan, padahal malam hari adalah waktu kritis ketika bakteri lebih aktif merusak gigi.

Mengapa Menggosok Gigi Malam Hari Itu Penting?

  • Produksi air liur berkurang saat tidur, sehingga mulut lebih kering dan bakteri lebih mudah merusak enamel gigi.

  • Sisa makanan menempel semalaman jika tidak dibersihkan, memicu terbentuknya asam penyebab gigi berlubang.

  • Mencegah bau mulut yang sering muncul di pagi hari.

  • Menjaga kesehatan gusi, karena plak yang menumpuk dapat memicu radang gusi.

Langkah Tepat Menggosok Gigi di Malam Hari

  1. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk melindungi enamel gigi.

  2. Sikat minimal 2 menit dengan gerakan memutar, terutama di sela-sela gigi.

  3. Gunakan sikat gigi berbulu lembut agar tidak melukai gusi.

  4. Jangan langsung berkumur berlebihan setelah sikat gigi, agar fluoride tetap bekerja.

  5. Lengkapi dengan dental floss dan berkumur dengan mouthwash bila perlu.

Kebiasaan Lain untuk Cegah Gigi Berlubang

  • Kurangi konsumsi makanan manis dan lengket sebelum tidur.

  • Rutin periksa gigi setiap 6 bulan sekali.

  • Minum air putih setelah makan malam untuk membersihkan sisa makanan.

  • Hindari kebiasaan ngemil larut malam.

Kesimpulan

Gigi berlubang dapat dicegah dengan kebiasaan sederhana, yaitu menggosok gigi tiap malam sebelum tidur. Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kesehatan gigi, tetapi juga melindungi gusi dan menjaga kesegaran napas. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada perawatan yang mahal dan menyakitkan.

FAQ

Q: Apakah gosok gigi di pagi hari saja sudah cukup?
A: Tidak. Malam hari adalah waktu paling rawan kerusakan gigi, sehingga gosok gigi sebelum tidur sangat penting.

Q: Apakah harus selalu pakai pasta gigi berfluoride?
A: Ya, fluoride membantu memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.

Q: Apakah gosok gigi malam bisa diganti dengan berkumur mouthwash saja?
A: Tidak. Mouthwash hanya pelengkap, bukan pengganti sikat gigi.

Q: Apakah anak-anak juga harus gosok gigi malam?
A: Sangat dianjurkan, dengan pengawasan orang tua dan pasta gigi sesuai usia.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI – Panduan Kesehatan Gigi dan Mulut.

  2. World Health Organization (WHO) – Oral Health Fact Sheet.

  3. American Dental Association (ADA) – Brushing Your Teeth.

  4. Mayo Clinic – Dental health: Tips for keeping your teeth healthy.

Artikel Terkait

9 Tanda-Tanda Ibu Hamil Mau Melahirkan, Nomor 5 Sering Terlewat!

Bagi ibu yang baru mengalami pertama hamil, pasti ada rasa kekhawatiran saat menjelang melahirkan. Walaupun sudah diberitahu untuk Hari Perkiraan Lahir (HPL), faktanya hanya sedikit ibu hamil yang bersalin sesuai dengan jadwal HPL. Oleh karena itu, kebanyakan ibu hamil pasti bertanya-tanya tentang bagaimana rasa melahirkan, berapa lama prosesnya, dan seperti apa tanda-tanda menjelang melahirkan.

Nah, berbagai tanda- tanda yang wajib ibu hamil ketahui menjelang kehamilan. berikut ini penjelasannya!

🤰 Tanda – tanda Ibu Hamil mendekati persalinan  :

1. Posisi Janin Turun (Lightening)

Saat mendekati persalinan, kepala bayi biasanya turun ke panggul, membuat perut terlihat lebih rendah. Hal ini bisa membuat ibu merasa lebih mudah bernafas karena tekanan pada diafragma berkurang, namun sekaligus menambah frekuensi buang air kecil karena tekanan pada kandung kemih meningkat

2. Leher Rahim Melebar dan Menipis (Dilation and Effacement)

Leher rahim mulai menipis (effacement) dan membuka (dilation), sebagai persiapan persalinan—umumnya ukuran terbuka antara beberapa cm hingga sekitar 10 cm saat persalinan aktif

3. Kontraksi yang Semakin Teratur dan Kuat

Kontraksi yang mengacu atau tighten secara reguler, intens, dan tidak hilang dengan perubahan posisi adalah tanda persalinan aktif. Ini berbeda dengan kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang cenderung tidak teratur dan bisa mereda.

4. Keluarnya Lendir Bercampur Darah (Bloody Show)

Dikenal juga sebagai “show“, yaitu keluarnya lendir kental yang disertai bercak darah dari leher rahim saat mulai terbuka. Ini sering menjadi pertanda persalinan akan segera berlangsung, beberapa hari atau jam kemudian.

5. Pecah Ketuban (Rupture of Membranes)

Air ketuban bisa pecah secara tiba-tiba atau hanya rembesan. Persalinan biasanya mengikuti dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah. Ini merupakan alarm bagi ibu untuk segera ke fasilitas kesehatan.

6. Nyeri Punggung dan Kram Perut

Sebagai respons pergeseran posisi bayi dan aktivitas kontraksi, ibu mungkin merasakan nyeri punggung bawah atau kram seperti menstruasi. Ini bisa intens dan berbeda dari keluhan sebelumnya.

7. Perubahan Susunan Fisik dan Emosional (“Nesting”, Diare, Mual)

  • Nesting: Dorongan ekstrem untuk merapikan atau menata rumah—sering dirasakan beberapa hari menjelang kelahiran.
  • Diare, mual, pusing: Beberapa ibu merasa gejala mirip gangguan pencernaan muncul sebelum persalinan aktif.

8. Sendi Lebih Longgar

Hormon relaxin meningkat mendekati persalinan, membuat sendi lebih elastis untuk mempermudah proses lahir.

9. Frekuensi dan Intensitas Tanda: Seminggu vs. 24 Jam Sebelum Persalinan

  • Seminggu sebelum: Posisi janin turun, pernapasan lebih lega, kontraksi ringan, keputihan meningkat, frekuensi buang air kecil bertambah.
  •  Dalam 24 jam sebelumnya: Kontraksi makin teratur intens, ketuban pecah, lendir berdarah, nyeri pinggang dan panggul meningkat.

❓ FAQ Seputar Tanda-Tanda Mau Melahirkan

1. Apa perbedaan kontraksi asli dan kontraksi palsu?

Kontraksi asli biasanya lebih teratur, makin lama makin kuat, dan tidak hilang meski ibu mengubah posisi tubuh. Sementara kontraksi palsu (Braxton Hicks) terasa tidak teratur dan bisa mereda dengan istirahat.

2. Apakah pecah ketuban selalu menjadi tanda pertama persalinan?

Tidak selalu. Beberapa ibu mengalami kontraksi dulu baru kemudian ketuban pecah. Namun bila air ketuban keluar, ibu harus segera ke rumah sakit karena risiko infeksi bisa meningkat.

3. Berapa lama setelah keluar lendir bercampur darah (bloody show) persalinan dimulai?

Biasanya persalinan bisa terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah keluarnya bloody show. Namun setiap ibu berbeda, jadi penting untuk tetap memantau kontraksi dan tanda lain.

4. Apa tanda-tanda melahirkan 24 jam sebelum persalinan?

Beberapa tanda yang umum muncul 24 jam sebelum melahirkan antara lain kontraksi teratur, nyeri pinggang dan panggul, pecah ketuban, serta keluarnya lendir bercampur darah.

5. Kapan ibu hamil harus segera ke rumah sakit?

Segera ke rumah sakit bila kontraksi datang setiap 5 menit dan berlangsung 30–60 detik, air ketuban pecah, terjadi pendarahan banyak, atau gerakan bayi terasa berkurang.

📚Referensi

Mayo Clinic – cervical changes, water breaking

Wikipedia – bloody show, contractions, childbirth process

Alodokter – tanda 24 jam sebelum melahirkan

🔗 Baca Juga Artikel Edukasi Kesehatan Lainnya:

Kenali dan Cegah Stroke Sejak Awal

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga sel otak tidak mendapat oksigen. Dampaknya bisa serius: mulai dari gangguan bicara, kelemahan anggota tubuh, hingga kematian.

Maka, penting untuk mengenali gejala stroke sejak dini dan melakukan langkah pencegahan agar risikonya bisa ditekan.

Mengenali Gejala Stroke

Gejala stroke biasanya muncul tiba-tiba. Cara mudah mengenalinya adalah dengan metode FAST:

  • F (Face/Wajah): Wajah menurun atau tidak simetris ketika tersenyum.

  • A (Arms/Lengan): Salah satu lengan lemah atau sulit diangkat.

  • S (Speech/Bicara): Bicara tidak jelas atau sulit memahami percakapan.

  • T (Time/Waktu): Segera hubungi layanan medis darurat, karena setiap menit sangat berharga.

Faktor Risiko Stroke

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Gaya hidup tidak sehat: merokok, alkohol, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk.

  • Penyakit penyerta: diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung.

  • Riwayat keluarga/genetik.

  • Usia di atas 55 tahun, meski kini banyak juga kasus stroke pada usia muda.

Cara Mencegah Stroke

Pencegahan adalah langkah terbaik. Hal-hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin memeriksa tekanan darah dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

  • Menjaga pola makan sehat: banyak buah, sayur, kurangi garam, lemak jenuh, dan gula.

  • Berhenti merokok, batasi alkohol.

  • Rutin olahraga minimal 30 menit per hari (jalan, bersepeda, berenang).

  • Kontrol gula darah & kolesterol secara rutin.

  • Kelola stres dengan relaksasi, tidur cukup, dan menjaga keseimbangan hidup.

Kesimpulan

Stroke bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan mengenali faktor risikonya. Mengenali gejala sejak awal penting agar pertolongan medis segera diberikan dan kerusakan otak diminimalkan. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

FAQ

Q: Apa gejala awal stroke yang mudah dikenali?
A: Gunakan metode FAST: Face (wajah menurun), Arms (lengan lemah), Speech (bicara tidak jelas), Time (segera cari pertolongan medis).

Q: Apakah stroke hanya menyerang orang tua?
A: Tidak. Meski lebih sering pada usia di atas 55 tahun, pola hidup tidak sehat membuat usia muda juga berisiko.

Q: Bisakah stroke dicegah sepenuhnya?
A: Risiko stroke bisa sangat berkurang bila rutin kontrol tekanan darah, menjaga pola hidup sehat, olahraga, dan tidak merokok.

Q: Apa yang harus dilakukan jika ada gejala stroke?
A: Segera hubungi layanan medis darurat. Setiap menit sangat penting untuk menyelamatkan fungsi otak.

Referensi

  1. Artikel: Kenali dan Cegah Stroke Sejak Awal (dokumen internal).

  2. World Health Organization (WHO). Stroke fact sheet.

  3. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Stroke.

  4. American Heart Association (AHA). Stroke Prevention Guidelines.

Artikel Terkait

Kesehatan Mental di Era Digital: Menyikapi Dampak Media Sosial

Media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X (Twitter) kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia memudahkan komunikasi, hiburan, hingga berbagi informasi dalam hitungan detik. Namun, penggunaan yang berlebihan atau tanpa kendali bisa membawa tantangan serius terhadap kesehatan mental.

Dampak Positif Media Sosial

Tidak semua dampak media sosial negatif. Jika digunakan dengan bijak, manfaatnya antara lain:

  • Meningkatkan koneksi sosial dengan keluarga dan teman yang jauh.

  • Sumber dukungan & edukasi dari komunitas daring yang saling menguatkan.

  • Media ekspresi diri untuk berkarya dan menunjukkan identitas.

Dampak Negatif Media Sosial

Sayangnya, penggunaan tidak sehat dapat memicu masalah:

  • Kecemasan & depresi akibat perbandingan sosial dengan kehidupan orang lain.

  • FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat seseorang terus memeriksa medsos.

  • Gangguan tidur akibat paparan cahaya layar larut malam.

  • Cyberbullying yang menurunkan harga diri dan memicu trauma.

Faktor yang Memperburuk Dampak

  • Durasi penggunaan berlebihan (>3–4 jam/hari).

  • Paparan hoaks & berita negatif.

  • Minim interaksi langsung di dunia nyata.

  • Tekanan untuk tampil sempurna.

Strategi Menjaga Kesehatan Mental

Agar tetap seimbang di era digital:

  • Batasi waktu penggunaan dengan fitur screen time.

  • Kurasi konten: ikuti akun positif, mute akun pemicu stres.

  • Lakukan digital detox rutin, misalnya sehari tanpa medsos.

  • Fokus pada interaksi nyata dengan keluarga & teman.

  • Jaga pola hidup sehat lewat olahraga, tidur cukup, dan gizi seimbang.

FAQ

Q: Apa dampak positif media sosial bagi kesehatan mental?
A: Media sosial bisa memperkuat koneksi sosial, memberi edukasi, dan menjadi sarana ekspresi diri.

Q: Risiko apa saja dari penggunaan media sosial berlebihan?
A: Kecemasan, depresi, FOMO, gangguan tidur, hingga cyberbullying.

Q: Berapa lama waktu aman menggunakan media sosial?
A: Sebaiknya batasi di bawah 3–4 jam per hari untuk penggunaan non-esensial.

Q: Apa itu digital detox?
A: Jeda dari gawai/medsos untuk memulihkan fokus & emosi, bisa dilakukan harian atau mingguan.

Referensi

  1. Dokumen internal: Kesehatan Mental di Era Digital: Menyikapi Dampak Media Sosial

  2. World Health Organization (WHO). Guidelines on mental health and digital technologies.

  3. American Psychological Association (APA). Social media and mental health.

  4. Royal College of Psychiatrists. Technology use and mental wellbeing.

Artikel Terkait

Lowongan Pekerjaan – Bidan “TPMB JAYEN INDRIANI”

LOWONGAN PEKERJAAN
BIDAN
TPMB Bidan Jayen Banyuwangi
Lokasi: Banyuwangi Kota

Benefit:
1. Gapok
2. Fee baby spa, fee home care, fee memandikan
3. Mess, boleh menginap untuk yang luar domisili
4. Ijazah dan sertifikat pelatihan boleh menyusul
5. Sudah terdapat 3-4 bidan
6. Sistem kerja sehari masuk sehari libur (15 hari kerja, 15 hari libur)

CP: 08113132002 (Whatsapp)