Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpuan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) STIKes Bakti Utama Pati Jawa Tengah Gelar kegiatan Kajian Mahasiswa Gen Z (KENZI) Edisi Khusus Maulid Nabi MUHAMMAD SAW 1447 H

Dalam rangka menyambut dan memaknai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1447 H, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpuan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) Stikes Bakti Utama Pati mengadakan kegiatan Kajian Mahasiswa Gen Z (KENZI) edisi khusus Maulid Nabi pada hari Rabu, 03 September 2025. Acara ini bertemakan “Pendidikan Karakter Islami melalui Teladan Rasulullah”, yang diselenggarakan secara luring dengan diikuti oleh sekitar 50 peserta terdiri dari mahasiswa dan dosen dari Stikes Bakti Utama Pati.

Kegiatan kajian dimulai pukul 15.30 WIB dan bertempat di masjid KH. Kosim Stikes Bakti Utama Pati. Dalam kajian ini, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya pendidikan karakter Islami yang berlandaskan pada contoh nyata dari kehidupan Rasulullah. Narasumber utama, ustazah Nur Islami Y.Lufhiati menjelaskan bagaimana akhlak dan sikap Rasulullah menjadi fondasi utama dalam pembentukan pribadi muslim yang baik. Beberapa aspek karakter yang ditekankan meliputi kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, serta kepedulian sosial. Dengan mengaitkan sifat-sifat mulia tersebut pada kehidupan sehari-hari, peserta diajak untuk mencontoh dan menerapkannya dalam interaksi sosial serta filosofi hidup mereka.

Selain ceramah, acara juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman, bertanya, dan memperdalam pemahaman terkait pengamalan nilai-nilai Islami dalam konteks zaman modern saat ini. Acara kemudian berakhir pada pukul 17.00 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan dokumentasi momen berharga selama kajian. Diharapkan, kajian ini dapat menjadi inspirasi kuat bagi para mahasiwa, khususnya generazi Z untuk terus meneladani Rasulullah dalam membentuk karakter Islami yang kokoh dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Oleh : Rizky Eka Febianty.- Divisi Kerohanian (BEM)

Menuju Keluarga Berdaya, Stikes BUP Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat

Pati, STIKes BUP – STIKes BUP mengadakan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan tema Pemberdayaan Keluarga dalam Penanganan Nyeri Payudara Ibu Menyusui pada semester ganjil 2024/2025 dengan 4x pertemuan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan serangkaian kegiatan yang menyasar ibu-ibu nifas/menyusui dan keluarganya. PkM ini diketuai oleh Bd. Uswatun kasanah, S.Si.T., M.Kes, dengan anggota Ana Rofika, S.Si.T, M.Kes, M.Keb. dan melibatkan 5 mahasiswa prodi S1 kebidanan (Dina Widiarti, Nuraini, Syifa, Silmi dan Septie Barbie R.).

PkM yang dilaksanakan di Desa Tondomulyo ini, diawali dengan pembuatan media (leaflet dan video), pre test, edukasi tentang 3 dari 5 tugas keluarga, praktik penanganan nyeri payudara termasuk menggunakan kompres daun kubis, perawatan payudara, teknik menyusui yang benar, post test, pendampingan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan. Luaran kegiatan ini adalah perubahan perilaku ibu yaitu kemampuan mengenali masalah kesehatan ibu nifas, kemampuan mengambil keputusan yang tepat serta merawat anggota keluarga (ibu nifas) yang sakit.

Kepala Desa Tondomulyo, Nur Yahya, S.Kom mengungkapkan bahwa kegiatan PkM ini merupakan salah satu implementasi kerjasama antara STIKes BUP dengan Desa Tondomulyo terutama di bidang kesehatan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi upaya peningkatan status kesehatan ibu dan anak khususnya di Desa Tondomulyo. Kami berharap agar kegiatan-kegiatan sejenis tetap dapat dilaksanakan dan ditingkatkan di Desa Tondomulyo”, ungkapnya.

Seorang ibu nifas (Sinta Maheswari) juga mengungkapkan tanggapannya, “Alhamdulillah, syukur dan terima kasih kepada tim STIKes BUP atas kesediaannya mengajarkan kepada saay dan ibu saya tentang perawatan payudara selama masa menyusui, kami menjadi tahu bagaimana mengenali masalah, bagaimana melakukan pencegahan dan penanganan masalah, bahkan kami juga tau kapan harus ke bidan kalo ga bisa mengatasi sendiri”, ungkap salah satu peserta PkM, Sinta M.

Pembekalan Calon Lulusan STIKes Bakti Utama Pati: Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Pati, 15 Agustus 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bakti Utama Pati menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Calon Lulusan pada tanggal 14–15 Agustus 2025. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa tingkat akhir yang akan segera menyelesaikan studi dan memasuki dunia kerja, baik di bidang pelayanan kesehatan maupun sektor lainnya.

Kegiatan pembekalan dilaksanakan selama dua hari dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber dari kalangan internal kampus maupun eksternal. Narasumber internal berasal dari jajaran dosen serta pimpinan STIKes Bakti Utama Pati yaitu oleh Ibu Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH dengan materi Cara Penulisan Surat Lamaran Kerja dan CV yang Benar, kemudian Ibu Bd Siti Niamah, S.Si.T., M.Kes. dengan materi Peran Alumni dalam Pengembangan STIKes BUP, Tracer Study dan Pembentukan Keluarga Alumni (Kabupati), kemudian Bd. Retno Wulan, SSTKeb, MKM dengan materi Perkembangan Teknologi dan Ilmu Kebidanan Terkini: Implementasi Praktik Kebidanan Komplementer, dan oleh Ibu Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes. dengan materi Urgensi softskills dalam pengembangan karir lulusan, serta oleh Ibu Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes dengan membawakan materi Sukses dalam Wawancara Kerja

Selain mendatangkan narasumber internal, pada kegiatan PCL tahun ini juga mendatangkan narasumber eksternal yang luar biasa dan sudah bermitra dengan STIKes Bakti Utama Pati yaitu oleh dr.Maskasoni, Sp.OG., M.Kes (RS Keluarga Sehat Pati) dengan membawakan materi Penatalaksanaan Preeklamsi/Eklamsi Secara Kolaboratif di RS dan Narasumber dari LPK Palapa Muda dengan membawakan materi Peluang Kerja Lulusan Bidan Di Luar Ngeri serta oleh dr.Novy Oktaviana, Sp.D.V.E (Alzena Indonesia) dengan membawakan materi Pengembangan Diri dalam Berwirausaha.

Ketua STIKes Bakti Utama Pati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam mempersiapkan lulusan tidak hanya secara akademis, tetapi juga mental, etika, dan keterampilan profesional.

“Lulusan kesehatan khususnya Bidan tidak cukup hanya berbekal ijazah. Mereka harus siap beradaptasi, memiliki kemampuan soft skill, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam setiap langkah kariernya,” ungkapnya.

Kegiatan Pembekalan Calon Lulusan ini menjadi semakin khidmat dan haru karena terdapat salah satu mahasiswa berprestasi yang telah meraih 2 kejuaraan sekaligus pada kancah nasional yaitu juara 1 Lomba Cipta Artikel dan Lomba Cipta Puisi.  Hal tersebut menjadi moment yang sangat membanggakan karena mahasiswa atas nama Neischa dari program Studi Diploma Tiga Kebidanan di akhir periode sebagai mahasiswa masih semangat untuk menorehkan prestasi.

Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Diskusi interaktif, simulasi wawancara kerja, hingga berbagi pengalaman langsung dari para praktisi memberikan gambaran nyata tentang kondisi lapangan yang akan dihadapi setelah lulus.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan lulusan STIKes Bakti Utama Pati siap bersaing dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pati dan sekitarnya.

Oleh : Widiana Permata Sari, S. KM..- Humas Pembekalan Calon Lulusan

STIKes Bakti Utama Pati Jawa Tengah Gelar Pelatihan “Mom and Baby Spa” bersama LPKS Kartini

Pati, Jawa Tengah – Program studi Pendidikan profesi bidan STIKes Bakti Utama Pati yang memiliki keunggulan di bidang kebidanan komplementer selalu berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan khususnya dalam asuhan kebidanan berbasis natural therapy melalui kegiatan pelatihan. Adapun pelatihan yang diselenggarakan bertema Moms and Baby Spa dan bekerjasama dengan LPKS Kartini.

LPKS Kartini sebagai salah satu Lembaga pelatihan yang mempunyai fokus bidang komplementer  yang berusaha memenuhi kebutuhan bidan untuk mendapatkan pelatihan baby spa moms treatment. Kegiatan ini diselenggarakan secara offline selama 2 hari yaitu pada tanggal 22 – 23 Agustus 2025. Pelatihan ini diikuti sebanyak 198 peserta. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh bidan serta membuat peluang usaha dalam bidang kesehatan holistik.

Hari pertama yaitu pada hari Jumat 22 Agustus 2025, ada beberapa materi yang disampaikan oleh Ibu Bd. Titik Ariyanti, S.ST., M.Kes. selaku Founder House of Poa Amira yaitu Manajemen Usaha Mom and Baby Spa dan Pengantar Mom’s Treatment.

Pada materi Pengantar Mom’s Treatment ada beberapa materi yang disampaikan, yaitu Asuhan Holistik selama Masa Kehamilan, Asuhan Holistik selama Nifas, Hormon, Minyak/ Oils, Jamu, Bengkung, Totok Wajah, Facial dan Lulur

Setelah diberikan materi, para peserta melakukan praktik Pijat Ibu Hamil, Pijat Pasca Melahirkan, Totok Facial, Lulur, Bengkung, Pijat Oksitosin, Pijat Endhorphine dan Pijat Laktasi dengan pendampingan. Selama proses praktik dilakukan pendampingan oleh Ibu Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes.

Hari kedua yaitu hari Sabtu 23 Agustus 2025, ada beberapa materi tentang Pijat Bayi Sehat dengan narasumber yang sama Ibu Titik antara lain Konsep Dasar Bayi, Pijat Bayi, Baby Gym, Baby Swim, Baby Bath dan Pijat Bayi dengan Keluhan. Ibu Titik menyampaikan bahwa, diusahakan dalam pemijatan bayi menggunakan minyak kelapa dan hindari penggunaan baby oil untuk pemijatan karena baby oil tidak akan terserap oleh pori-pori bayi

Cegah Gigi Berlubang dengan Gosok Gigi Tiap Malam

Gigi berlubang merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang paling umum terjadi di segala usia. Penyebab utamanya adalah penumpukan plak dan sisa makanan yang bercampur dengan bakteri di mulut.

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk mencegah gigi berlubang adalah menggosok gigi tiap malam sebelum tidur. Kebiasaan ini sering diabaikan, padahal malam hari adalah waktu kritis ketika bakteri lebih aktif merusak gigi.

Mengapa Menggosok Gigi Malam Hari Itu Penting?

  • Produksi air liur berkurang saat tidur, sehingga mulut lebih kering dan bakteri lebih mudah merusak enamel gigi.

  • Sisa makanan menempel semalaman jika tidak dibersihkan, memicu terbentuknya asam penyebab gigi berlubang.

  • Mencegah bau mulut yang sering muncul di pagi hari.

  • Menjaga kesehatan gusi, karena plak yang menumpuk dapat memicu radang gusi.

Langkah Tepat Menggosok Gigi di Malam Hari

  1. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk melindungi enamel gigi.

  2. Sikat minimal 2 menit dengan gerakan memutar, terutama di sela-sela gigi.

  3. Gunakan sikat gigi berbulu lembut agar tidak melukai gusi.

  4. Jangan langsung berkumur berlebihan setelah sikat gigi, agar fluoride tetap bekerja.

  5. Lengkapi dengan dental floss dan berkumur dengan mouthwash bila perlu.

Kebiasaan Lain untuk Cegah Gigi Berlubang

  • Kurangi konsumsi makanan manis dan lengket sebelum tidur.

  • Rutin periksa gigi setiap 6 bulan sekali.

  • Minum air putih setelah makan malam untuk membersihkan sisa makanan.

  • Hindari kebiasaan ngemil larut malam.

Kesimpulan

Gigi berlubang dapat dicegah dengan kebiasaan sederhana, yaitu menggosok gigi tiap malam sebelum tidur. Kebiasaan ini tidak hanya menjaga kesehatan gigi, tetapi juga melindungi gusi dan menjaga kesegaran napas. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada perawatan yang mahal dan menyakitkan.

FAQ

Q: Apakah gosok gigi di pagi hari saja sudah cukup?
A: Tidak. Malam hari adalah waktu paling rawan kerusakan gigi, sehingga gosok gigi sebelum tidur sangat penting.

Q: Apakah harus selalu pakai pasta gigi berfluoride?
A: Ya, fluoride membantu memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.

Q: Apakah gosok gigi malam bisa diganti dengan berkumur mouthwash saja?
A: Tidak. Mouthwash hanya pelengkap, bukan pengganti sikat gigi.

Q: Apakah anak-anak juga harus gosok gigi malam?
A: Sangat dianjurkan, dengan pengawasan orang tua dan pasta gigi sesuai usia.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan RI – Panduan Kesehatan Gigi dan Mulut.

  2. World Health Organization (WHO) – Oral Health Fact Sheet.

  3. American Dental Association (ADA) – Brushing Your Teeth.

  4. Mayo Clinic – Dental health: Tips for keeping your teeth healthy.

Artikel Terkait

9 Tanda-Tanda Ibu Hamil Mau Melahirkan, Nomor 5 Sering Terlewat!

Bagi ibu yang baru mengalami pertama hamil, pasti ada rasa kekhawatiran saat menjelang melahirkan. Walaupun sudah diberitahu untuk Hari Perkiraan Lahir (HPL), faktanya hanya sedikit ibu hamil yang bersalin sesuai dengan jadwal HPL. Oleh karena itu, kebanyakan ibu hamil pasti bertanya-tanya tentang bagaimana rasa melahirkan, berapa lama prosesnya, dan seperti apa tanda-tanda menjelang melahirkan.

Nah, berbagai tanda- tanda yang wajib ibu hamil ketahui menjelang kehamilan. berikut ini penjelasannya!

🤰 Tanda – tanda Ibu Hamil mendekati persalinan  :

1. Posisi Janin Turun (Lightening)

Saat mendekati persalinan, kepala bayi biasanya turun ke panggul, membuat perut terlihat lebih rendah. Hal ini bisa membuat ibu merasa lebih mudah bernafas karena tekanan pada diafragma berkurang, namun sekaligus menambah frekuensi buang air kecil karena tekanan pada kandung kemih meningkat

2. Leher Rahim Melebar dan Menipis (Dilation and Effacement)

Leher rahim mulai menipis (effacement) dan membuka (dilation), sebagai persiapan persalinan—umumnya ukuran terbuka antara beberapa cm hingga sekitar 10 cm saat persalinan aktif

3. Kontraksi yang Semakin Teratur dan Kuat

Kontraksi yang mengacu atau tighten secara reguler, intens, dan tidak hilang dengan perubahan posisi adalah tanda persalinan aktif. Ini berbeda dengan kontraksi palsu (Braxton Hicks) yang cenderung tidak teratur dan bisa mereda.

4. Keluarnya Lendir Bercampur Darah (Bloody Show)

Dikenal juga sebagai “show“, yaitu keluarnya lendir kental yang disertai bercak darah dari leher rahim saat mulai terbuka. Ini sering menjadi pertanda persalinan akan segera berlangsung, beberapa hari atau jam kemudian.

5. Pecah Ketuban (Rupture of Membranes)

Air ketuban bisa pecah secara tiba-tiba atau hanya rembesan. Persalinan biasanya mengikuti dalam waktu 24 jam setelah ketuban pecah. Ini merupakan alarm bagi ibu untuk segera ke fasilitas kesehatan.

6. Nyeri Punggung dan Kram Perut

Sebagai respons pergeseran posisi bayi dan aktivitas kontraksi, ibu mungkin merasakan nyeri punggung bawah atau kram seperti menstruasi. Ini bisa intens dan berbeda dari keluhan sebelumnya.

7. Perubahan Susunan Fisik dan Emosional (“Nesting”, Diare, Mual)

  • Nesting: Dorongan ekstrem untuk merapikan atau menata rumah—sering dirasakan beberapa hari menjelang kelahiran.
  • Diare, mual, pusing: Beberapa ibu merasa gejala mirip gangguan pencernaan muncul sebelum persalinan aktif.

8. Sendi Lebih Longgar

Hormon relaxin meningkat mendekati persalinan, membuat sendi lebih elastis untuk mempermudah proses lahir.

9. Frekuensi dan Intensitas Tanda: Seminggu vs. 24 Jam Sebelum Persalinan

  • Seminggu sebelum: Posisi janin turun, pernapasan lebih lega, kontraksi ringan, keputihan meningkat, frekuensi buang air kecil bertambah.
  •  Dalam 24 jam sebelumnya: Kontraksi makin teratur intens, ketuban pecah, lendir berdarah, nyeri pinggang dan panggul meningkat.

❓ FAQ Seputar Tanda-Tanda Mau Melahirkan

1. Apa perbedaan kontraksi asli dan kontraksi palsu?

Kontraksi asli biasanya lebih teratur, makin lama makin kuat, dan tidak hilang meski ibu mengubah posisi tubuh. Sementara kontraksi palsu (Braxton Hicks) terasa tidak teratur dan bisa mereda dengan istirahat.

2. Apakah pecah ketuban selalu menjadi tanda pertama persalinan?

Tidak selalu. Beberapa ibu mengalami kontraksi dulu baru kemudian ketuban pecah. Namun bila air ketuban keluar, ibu harus segera ke rumah sakit karena risiko infeksi bisa meningkat.

3. Berapa lama setelah keluar lendir bercampur darah (bloody show) persalinan dimulai?

Biasanya persalinan bisa terjadi dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah keluarnya bloody show. Namun setiap ibu berbeda, jadi penting untuk tetap memantau kontraksi dan tanda lain.

4. Apa tanda-tanda melahirkan 24 jam sebelum persalinan?

Beberapa tanda yang umum muncul 24 jam sebelum melahirkan antara lain kontraksi teratur, nyeri pinggang dan panggul, pecah ketuban, serta keluarnya lendir bercampur darah.

5. Kapan ibu hamil harus segera ke rumah sakit?

Segera ke rumah sakit bila kontraksi datang setiap 5 menit dan berlangsung 30–60 detik, air ketuban pecah, terjadi pendarahan banyak, atau gerakan bayi terasa berkurang.

📚Referensi

Mayo Clinic – cervical changes, water breaking

Wikipedia – bloody show, contractions, childbirth process

Alodokter – tanda 24 jam sebelum melahirkan

🔗 Baca Juga Artikel Edukasi Kesehatan Lainnya:

Kenali dan Cegah Stroke Sejak Awal

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga sel otak tidak mendapat oksigen. Dampaknya bisa serius: mulai dari gangguan bicara, kelemahan anggota tubuh, hingga kematian.

Maka, penting untuk mengenali gejala stroke sejak dini dan melakukan langkah pencegahan agar risikonya bisa ditekan.

Mengenali Gejala Stroke

Gejala stroke biasanya muncul tiba-tiba. Cara mudah mengenalinya adalah dengan metode FAST:

  • F (Face/Wajah): Wajah menurun atau tidak simetris ketika tersenyum.

  • A (Arms/Lengan): Salah satu lengan lemah atau sulit diangkat.

  • S (Speech/Bicara): Bicara tidak jelas atau sulit memahami percakapan.

  • T (Time/Waktu): Segera hubungi layanan medis darurat, karena setiap menit sangat berharga.

Faktor Risiko Stroke

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko stroke antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Gaya hidup tidak sehat: merokok, alkohol, kurang aktivitas fisik, pola makan buruk.

  • Penyakit penyerta: diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung.

  • Riwayat keluarga/genetik.

  • Usia di atas 55 tahun, meski kini banyak juga kasus stroke pada usia muda.

Cara Mencegah Stroke

Pencegahan adalah langkah terbaik. Hal-hal yang bisa dilakukan:

  • Rutin memeriksa tekanan darah dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

  • Menjaga pola makan sehat: banyak buah, sayur, kurangi garam, lemak jenuh, dan gula.

  • Berhenti merokok, batasi alkohol.

  • Rutin olahraga minimal 30 menit per hari (jalan, bersepeda, berenang).

  • Kontrol gula darah & kolesterol secara rutin.

  • Kelola stres dengan relaksasi, tidur cukup, dan menjaga keseimbangan hidup.

Kesimpulan

Stroke bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan mengenali faktor risikonya. Mengenali gejala sejak awal penting agar pertolongan medis segera diberikan dan kerusakan otak diminimalkan. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

FAQ

Q: Apa gejala awal stroke yang mudah dikenali?
A: Gunakan metode FAST: Face (wajah menurun), Arms (lengan lemah), Speech (bicara tidak jelas), Time (segera cari pertolongan medis).

Q: Apakah stroke hanya menyerang orang tua?
A: Tidak. Meski lebih sering pada usia di atas 55 tahun, pola hidup tidak sehat membuat usia muda juga berisiko.

Q: Bisakah stroke dicegah sepenuhnya?
A: Risiko stroke bisa sangat berkurang bila rutin kontrol tekanan darah, menjaga pola hidup sehat, olahraga, dan tidak merokok.

Q: Apa yang harus dilakukan jika ada gejala stroke?
A: Segera hubungi layanan medis darurat. Setiap menit sangat penting untuk menyelamatkan fungsi otak.

Referensi

  1. Artikel: Kenali dan Cegah Stroke Sejak Awal (dokumen internal).

  2. World Health Organization (WHO). Stroke fact sheet.

  3. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Stroke.

  4. American Heart Association (AHA). Stroke Prevention Guidelines.

Artikel Terkait

Kesehatan Mental di Era Digital: Menyikapi Dampak Media Sosial

Media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X (Twitter) kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia memudahkan komunikasi, hiburan, hingga berbagi informasi dalam hitungan detik. Namun, penggunaan yang berlebihan atau tanpa kendali bisa membawa tantangan serius terhadap kesehatan mental.

Dampak Positif Media Sosial

Tidak semua dampak media sosial negatif. Jika digunakan dengan bijak, manfaatnya antara lain:

  • Meningkatkan koneksi sosial dengan keluarga dan teman yang jauh.

  • Sumber dukungan & edukasi dari komunitas daring yang saling menguatkan.

  • Media ekspresi diri untuk berkarya dan menunjukkan identitas.

Dampak Negatif Media Sosial

Sayangnya, penggunaan tidak sehat dapat memicu masalah:

  • Kecemasan & depresi akibat perbandingan sosial dengan kehidupan orang lain.

  • FOMO (Fear of Missing Out) yang membuat seseorang terus memeriksa medsos.

  • Gangguan tidur akibat paparan cahaya layar larut malam.

  • Cyberbullying yang menurunkan harga diri dan memicu trauma.

Faktor yang Memperburuk Dampak

  • Durasi penggunaan berlebihan (>3–4 jam/hari).

  • Paparan hoaks & berita negatif.

  • Minim interaksi langsung di dunia nyata.

  • Tekanan untuk tampil sempurna.

Strategi Menjaga Kesehatan Mental

Agar tetap seimbang di era digital:

  • Batasi waktu penggunaan dengan fitur screen time.

  • Kurasi konten: ikuti akun positif, mute akun pemicu stres.

  • Lakukan digital detox rutin, misalnya sehari tanpa medsos.

  • Fokus pada interaksi nyata dengan keluarga & teman.

  • Jaga pola hidup sehat lewat olahraga, tidur cukup, dan gizi seimbang.

FAQ

Q: Apa dampak positif media sosial bagi kesehatan mental?
A: Media sosial bisa memperkuat koneksi sosial, memberi edukasi, dan menjadi sarana ekspresi diri.

Q: Risiko apa saja dari penggunaan media sosial berlebihan?
A: Kecemasan, depresi, FOMO, gangguan tidur, hingga cyberbullying.

Q: Berapa lama waktu aman menggunakan media sosial?
A: Sebaiknya batasi di bawah 3–4 jam per hari untuk penggunaan non-esensial.

Q: Apa itu digital detox?
A: Jeda dari gawai/medsos untuk memulihkan fokus & emosi, bisa dilakukan harian atau mingguan.

Referensi

  1. Dokumen internal: Kesehatan Mental di Era Digital: Menyikapi Dampak Media Sosial

  2. World Health Organization (WHO). Guidelines on mental health and digital technologies.

  3. American Psychological Association (APA). Social media and mental health.

  4. Royal College of Psychiatrists. Technology use and mental wellbeing.

Artikel Terkait

Lowongan Pekerjaan – Bidan “TPMB JAYEN INDRIANI”

LOWONGAN PEKERJAAN
BIDAN
TPMB Bidan Jayen Banyuwangi
Lokasi: Banyuwangi Kota

Benefit:
1. Gapok
2. Fee baby spa, fee home care, fee memandikan
3. Mess, boleh menginap untuk yang luar domisili
4. Ijazah dan sertifikat pelatihan boleh menyusul
5. Sudah terdapat 3-4 bidan
6. Sistem kerja sehari masuk sehari libur (15 hari kerja, 15 hari libur)

CP: 08113132002 (Whatsapp)