STIKes Bakti Utama Pati Berdayakan Keluarga Atasi Nyeri Payudara Ibu Menyusui

STIKes Bakti Utama Pati Berdayakan Keluarga Atasi Nyeri Payudara Ibu Menyusui

PATI – Tim dosen Program Studi Pendidikan Profesi Bidan STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemberdayaan Keluarga dalam Penanganan Nyeri Payudara Ibu Menyusui (Tugas Keluarga ke-4 dan ke-5)” di Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, pada 24-28 Januari 2026.

Kegiatan yang diketuai Bd. Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes. bersama Ana Rofika, S.S.T., M.Kes., M.Keb. ini melibatkan lima mahasiswa profesi bidan dan menyasar lima ibu nifas beserta keluarganya. Program ini merupakan tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya yang telah membahas tiga tugas keluarga dalam bidang kesehatan.

Nyeri payudara masih menjadi keluhan umum ibu pada hari-hari awal menyusui. Kondisi ini kerap menyebabkan ketidaknyamanan bahkan berisiko mengganggu keberhasilan ASI eksklusif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, cakupan ASI eksklusif pada bayi usia kurang dari enam bulan di Indonesia mencapai 73,97 persen. Meski cukup baik, dukungan keluarga tetap menjadi faktor kunci keberlanjutan menyusui.

Dalam kegiatan ini, tim memberikan edukasi mengenai lima tugas keluarga di bidang kesehatan, dengan penekanan pada tugas keempat dan kelima, yaitu kemampuan memodifikasi lingkungan rumah agar ibu nyaman menyusui serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara optimal.

Kegiatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan, terdiri atas dua sesi edukasi klasikal di balai desa dan tiga kali kunjungan rumah. Materi yang diberikan meliputi deteksi dini masalah laktasi, pengambilan keputusan kesehatan, hingga praktik penanganan nyeri payudara menggunakan kompres daun kubis sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan terjangkau.

Pada sesi pendampingan rumah, keluarga diajak langsung menata ruang istirahat ibu, memperbaiki pencahayaan dan ventilasi, memastikan kebersihan lingkungan, serta mendukung posisi dan perlekatan menyusui yang benar. Selain itu, keluarga dikenalkan pada layanan Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan terdekat, termasuk prosedur akses dan jenis layanan yang tersedia.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 40 meningkat menjadi 85 pada post-test. Selain peningkatan pengetahuan, keluarga juga menunjukkan keterampilan lebih baik dalam memodifikasi lingkungan dan komitmen memanfaatkan fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya pada ibu menyusui.

Ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa pendekatan pemberdayaan keluarga penting karena keluarga merupakan sistem pendukung utama ibu nifas. “Ketika keluarga memahami perannya, ibu merasa lebih tenang, nyaman, dan percaya diri dalam menyusui,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari peserta ibu nifas dan keluarga. “saya sangat terbantu dengan kegiatan ini karena saya jadi lebih tau gimana cara mengatur suasana rumah dan juga lingkungan sehingga saya bisa menyusui dengan nyaman’, komentar Dinda Safitri, seorang ibu nifas

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Profesi bidan sebagai salah satu media mahasiswa belajar implementasikan materi perkuliahan serta guna penguatan soft skill mahasiswa. “Saya senang dilibatkan dalam PM dosen karena saya menjadi lebih memahami bagaimana belajar berkomunikasi serta mengelola suatu kegiatan dengan lebih baik”, tutur Retno Anggraeni, mahasiswa profesi bidan yang dilibatkan dalam PM ini.

Dok; tim PM mengedukasi keluarga tentang pijat oksitosin ke ibu nifas, Senin, 26 Januari 2026 di Tondomulyo Jakenan Pati

Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah desa dan bidan setempat, serta didanai penuh oleh STIKes Bakti Utama Pati. Ke depan, program serupa direncanakan berlanjut melalui pendampingan rutin oleh bidan dan kader kesehatan desa agar praktik baik yang telah diajarkan dapat berkelanjutan.

Melalui program ini, STIKes Bakti Utama Pati menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Pati.

By. Putri Nur Azizah (Mahasiswa Profesi Bidan)

Transformasi Digital, STIKes BUP Sosialisasikan SIMPEG dan SIAO

Transformasi Digital, STIKes BUP Sosialisasikan SIMPEG dan SIAO

STIKes Bakti Utama Pati (BUP) terus memperkuat komitmen transformasi digital melalui penyelenggaraan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) dan Sistem Informasi Absensi Online (SIAO) bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025 pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Rapat dan dihadiri oleh Civitas Akademis STIKes Bakti Utama Pati yang terdiri dari dari berbagai unit kerja baik dosen maupun tenaga pendidik. Sosialisasi ini dilakukan secara luring dan daring. Daring melalui zoom untuk memfasilitasi yang tidak bisa hadir di ruang rapat.

Sosialisasi ini menghadirkan Pak Febrianto Bagus Setiawan, S.Kom, selaku IT yang menjadi narasumber utama. Beliau memberikan pemaparan mendalam mengenai fungsi, manfaat, alur penggunaan SIMPEG dan SIAO sebagai sistem administrasi berbasis digital yang akan menjadi standar pengelolaan kepegawaian di lingkungan STIKes BUP.

Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Pegawai (SIMPEG) sebagai Penguatan Data Kepegawaian Terintegrasi

Narasumber menjelaskan bahwa SIMPEG dirancang untuk menjadi pusat pendataan pegawai secara terstruktur, lengkap, dan mudah ditelusuri.  Selain SIMPEG, peserta juga menerima penjelasan teknis terkait Sistem Informasi Absensi Online (SIAO). Presensi Digital untuk Peningkatan Disiplin Kerja. Pak Febrianto mendemonstrasikan cara login dan oprasional lainnya yang terkait aplikasi tersebut. SIAO hadir untuk menggantikan sistem manual dan meminimalkan kesalahan pencatatan. Kehadiran sistem ini data kehadiran dapat dipantau lebih transparan dan akuntabel.

Implementasi SIMPEG dan SIAO adalah bagian dari strategi institusi untuk meningkatkan efisiensi layanan internal dan memperkuat tata kelola kepegawaian. Sesi sosialisasi berlangsung interaktif, dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan terkait pengisian data, kendala teknis, serta sinkronisasi dokumen. Tim IT dan kepegawaian memberikan pendampingan langsung serta memastikan seluruh peserta memahami prosedur penginputan data dengan benar.

STIKes BUP berkomitmen untuk terus melakukan pembaruan sistem, menyediakan bimbingan teknis berkala, serta memastikan semua pegawai dapat menjalankan SIMPEG dan SIAO secara mandiri dan tepat. Penyelenggaraan sosialisasi ini, STIKes Bakti Utama Pati menegaskan langkah konsisten menuju kampus yang modern, responsif, dan berbasis teknologi, selaras dengan tuntutan tata kelola perguruan tinggi masa kini.

Bd. Nur Annisa Fauziyah, S.ST., M.K.M_Humas Kerjasama STIKes Bakti Utama Pati

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Transformasi Digital Dalam Pelayanan Kebidanan

Workshop Jurnalistik
Narasumber dan Para peserta seminar

Pati, 20 Januari 2026, STIKes Bakti Utama Pati bersama Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMKA) menyelenggarakan Kegiatan Seminar dengan tema “Transformasi Digital dalam Pelayanan Kebidanan Komunitas”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula STIKes Bakti Utama Pati sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan pelayanan kebidanan berbasis digital dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Workshop Jurnalistik
Pembukaan oleh MC

Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang benar dan berbasis ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan komunitas, meliputi penerapan telekonsultasi, pencatatan kesehatan digital, serta peran inovasi teknologi dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat

Workshop Jurnalistik
Penyampaian materi oleh narasumber 1 Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP

Penyampaian materi oleh Bd. Ninik Hermiati, S.SI.T., SAP Digital Influencer Kesehatan: Peran Bidan dalam Meningkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga peserta dapat memahami peran bidan dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan yang efektif. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan tentang pentingnya menyebarkan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, inspiratif, serta memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik
Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber

Zhulfa,, salah satu peserta dari program studi S1 Kebidanan semester 1 tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memanfaatkan sesi tanya jawab yang sudah disediakan untuk memecahkan rasa keingintahuannya, ia bertanya mengenai bagaimana Bagaimana peran pikan dalam memanfaatkan teknologi digital sederhana untuk mengatasi keterbatasan akses pelayanan kebidanan, terutama di wilayah terpencil yang masih minim perkembangan di era digital saat ini, Bidan ninik:  menjelaskan bahwa bidan memiliki peran penting dalam memanfaatkan sarana digital yang mudah diakses, seperti telepon seluler dan aplikasi pesan singkat, untuk tetap memberikan edukasi, pemantauan, serta konseling dasar kepada masyarakat. Selain itu, bidan juga berperan dalam membangun sikap empati dan menghilangkan pandangan negatif yang masih berkembang di masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan berkesinambungan, sehingga pelayanan kebidanan dapat tetap optimal meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan perkembangan teknologi digital.

Workshop Jurnalistik
Pemaparan materi narasumber 2

Narasumber kedua yaitu Ayu Trisni P, S.Tr.Keb., Μ.Κ.Μ dengan tema “Teknologi Digital sebagai Jembatan Akses Pelayanan Kesehatan Komunitas” memberikan dampak yang sangat positif bagi para peserta. Materi disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami sehingga peserta dapat memahami pemanfaatan teknologi digital sederhana sebagai sarana untuk menjembatani keterbatasan akses pelayanan kesehatan di masyarakat, khususnya di wilayah komunitas. Melalui penyampaian materi ini, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi digital secara tepat dan bertanggung jawab untuk meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pelayanan kesehatan. Hal tersebut menjadikan suasana seminar lebih interaktif, edukatif, dan memberikan pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta.

Workshop Jurnalistik
Pemaparan materi narasumber 2

Peserta seminar memanfaatkan kegiatan dengan bertanya kepada narasumber 2 Emita mahasiswa s1 kebidanan mengajukan pertanyaan tentang Bagaimana bidan Kolaborasi Internasional dengan lokal masyarakat, Narasumber 2  menjawab Kolaborasi bidan secara internasional dengan masyarakat lokal dilakukan dengan menerapkan pengetahuan dan praktik kebidanan global yang disesuaikan dengan budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Workshop Jurnalistik
Dokumentasi panitia acara seminar kesehatan

Melalui penyelenggaraan seminar ini, HIMKA berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi digital secara bijak untuk pelayanan kebidanan komunitas, serta mampu berperan aktif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak guna menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan.

Zahra kurnia_Diploma Tiga Kebidanan

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

STIKes Bakti Utama Pati Gelar Workshop Jurnalistik Kampus Berintegritas

Workshop Jurnalistik
Workshop Jurnalistik

Kamis, 19 Desember 2025-STIKes Bakti Utama Pati menggelar Workshop Jurnalistik bertema “Jurnalistik Kampus Berintegritas: Menulis Berita dan Berkomunikasi Etis di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan pelaksanaan luring bertempat di Ruang Rapat STIKes Bakti Utama Pati, serta disiarkan secara live streaming melalui kanal YouTube STIKes Bakti Utama Pati.


Workshop tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa, baik dari Program Studi Kebidanan maupun Fisioterapi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam bidang jurnalistik kampus, khususnya dalam penulisan berita yang akurat serta berkomunikasi secara etis di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, selaku Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng, serta Ibu Siti Marfu’ah, S.ST., MPH, Wakil Ketua I STIKes Bakti Utama Pati. Kedua pembicara menyampaikan materi terkait dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, etika bermedia, serta tanggung jawab mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi. Dalam pemaparannya, Ibu Nailin Risydan Al Anshori menekankan pentingnya prinsip jurnalistik, seperti akurasi, keberimbangan, dan verifikasi data dalam penulisan berita. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar mampu menghasilkan tulisan yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemaparan Materi
Pemaparan Materi

“Menulis berita tidak hanya soal cepat, tetapi juga harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Mahasiswa perlu memahami kaidah jurnalistik agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan,” ujar Nailin Risydan Al Anshori, S.H., M.H, Pimpinan Redaksi Koran Lingkar Jateng.

Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1
Gambar 4. Foto Bersama dengan Narasumber 1

Sementara itu, ibu Siti Marfu’ah menyampaikan bahwa keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting bagi mahasiswa kesehatan. Menurutnya, kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan etis sangat diperlukan, terutama dalam menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat luas.

Workshop ini tidak hanya diisi dengan pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik dan review hasil tulisan mahasiswa. Melalui sesi tersebut, mahasiswa memperoleh masukan langsung dari pembicara terkait struktur penulisan berita, pemilihan kata, serta sudut pandang penulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Sesi diskusi dan tanya jawab
Sesi diskusi dan tanya jawab

Para peserta menilai kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan wawasan baru. Diharapkan, melalui workshop jurnalistik ini, mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati mampu meningkatkan keterampilan menulis, berkomunikasi secara etis, serta berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berintegritas.