STIKes Bakti Utama Pati Jawa Tengah Gelar Pelatihan ”Preceptorship Menthorship Kebidanan” bersama Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Pati, Jawa Tengah – STIKes Bakti Utama Pati berupaya untuk selalu meningkatkan sistem pengelolaan prodi pendidikan profesi bidan dan sebagai penguatan terhadap proses pembelajaran praktik klinik yang sesuai dengan standar. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran klinik, STIKes Bakti Utama Pati menyelenggarakan pelatihan ”Penguatan Preceptorship Menthorship Asuhan Natural Therapy dalam Kebidanan” yang diselenggarakan selama 5 hari, mulai tanggal 11 Juli 2023 sampai dengan 14 Juli 2023. Pelatihan Preceptorship Mentorship Kebidanan diikuti oleh pembimbing lahan baik dari Rumah Sakit, Puskesmas, Praktik Mandiri Bidan, Klinik dengan jumlah peserta sebanyak 54 peserta.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia baik Pembimbing Akademi maupun Clinical Instructor (CI) atau Pembimbing Lahan dalam mengelola pembelajaran praktik klinik sehingga menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi dan capaian pembelajaran sesuai dengan kurikulum pendidikan profesi bidan.

Hari pertama yaitu pada hari Selasa, 11 Juli 2023 pelatihan diisi melalui daring, ada beberapa materi yang disampaikan, materi pertama disampaikan oleh Ibu Jumiarni Ilyas, M.Kes Ketua AIPKIND Pusat  dengan judul ”Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Sarjana Akademik Profesi Bidan (Pembelajaran Klinik sebagai Fokus pada Pendidikan Profesi)”, beliau menyampaikan bahwa Sarjana dan Profesi Bidan harus memiliki implementasi pembelajaran yang kuat sehingga dapat mengoptimalkan pencapaian kompetensi yang diharapkan oleh institusi.

Materi selanjutnya berjudul ”Penguatan Filosofi dan Midwifery Model of Care” disampaikan oleh Ibu Ferina, S.Keb,Bd., M.Keb. Beliau menyampaikan bahwa model asuhan kebidanan berkelanjutan memberikan peluang besar diasuh oleh bidan yang sudah dikenal dalam proses persalinan dan kelahiran.

Gambar 2. Penyampaian Materi ”Penguatan Filosofi dan Midwifery Model of Care” oleh Ibu Ferina, S.Keb,Bd., M.Keb.

Materi terakhir pada hari pertama juga disampaikan oleh Ibu Ferina, S.Keb,Bd., M.Keb dengan judul ”Konsep Preceptor-Mentor (Pengajaran Klinik untuk Melatih Keterampilan Klinik, Pengambilan Keputusan)”. Beliau mengatakan bahwa pembelajaran klinik memberikan kesempatan pada mahasiswa belajar, memperoleh dan mengembangkan keterampilan klinis, selama menjadi mahasiswa memperoleh keterampilan praktik yang penting untuk menjalankan praktik kebidanan professional.

Gambar 3. Penyampaian Materi “Konsep Preceptor-Mentor (Pengajaran Klinik untuk Melatih Keterampilan Klinik, Pengambilan Keputusan)” oleh Ibu Ferina, S.Keb,Bd., M.Keb.

Hari kedua diisi dengan penyampaian 3 materi melalui zoom meeting oleh ibu Juli Oktalia, S.ST., MA. Materinya pertama tentang “Proses Berpikir Kritis, Pengambilan Keputusan Klinis”, beliau mengatakan bahwa refleksi adalah proses ‘belajar’ melalui pengalaman dan proses ‘berpikir’ untuk menilai suatu situasi. Materi kedua yang disampaikan yaitu tentang ”Pendekatan dalam Pembelajaran Klinis dan Pemberian Umpan Balik (BST, Tutorial Klinik dengan Case Based Learning, OMP”, beliau mengatakan bahwa proses bimbingan dibagi menjadi 3 tahapan yaitu sebelum praktik, selama praktik dan setelah praktik. Materi terakhir yaitu tentang “Reflective Learning dan Reflective Practice”, beliau menyampaikan beberapa metode penilaian yang dapat digunakan selama praktik.

Gambar 4. Materi Hari Kedua yang disampaikan oleh ibu Juli Oktalia, S.ST., MA

Hari ketiga juga terdapat 2 materi yang akan disampaikan oleh Ibu Ferina, S.Keb,Bd., M.Keb yaitu berjudul “Strategi Evaluasi dan Asesmen Pembelajaran Klinis (Mini CEX, DOPS, SOCA, OSCE”, beliau mengatakan bahwa tidak cukup satu metode asesmen untuk dapat memberikan semua data yang diperlukan untuk menilai semua kompetensi yang dapat dikatakan kompleks dalam pemberian pelayanan profesional. Materi selanjutnya yaitu “Interprofessional Education & Collaboration”, beliau mengatakan bahwa tenaga kesehatan tidak cukup menjadi profesional tetapi juga harus interprofesional. Kemudian materi ketiga atau terakhir yaitu “Evidence Based Practice” yang disampaikan oleh Ibu Juli Oktalia, S.ST., MA dilaksanakan simulasi dan latihan yang dibentuk beberapa kelompok, simulasi dan latihan diadakan agar para peserta dapat merasakan implementasi dari beberapa materi yang sudah disampaikan.

Gambar 5. Penyampaian materi “Evidence Based Practice” oleh Ibu Juli Oktalia, S.ST., MA

Hari keempat yaitu pelaksanaan Praktikum (Proses Bimbingan Kelompok Kecil: Coaching Clinic/ Effective Feedback” dan acara secara daring. Praktikum dilakukan dengan kelompok sesuai dengan kelompok hari ketiga. ditutup dengan penyampaian RTL (Rencana Tindak Lanjut)

Gambar 6. Salah Satu Kelompok Praktik dan Simulasi

Kegiatan pelatihan preceptorship mentorship kebidanan mempunyai tujuan agar seluruh pembimbing dapat terstandarisasi menjadi preceptor maupun mentor. Dari hasil pelatihan selama 4 hari para pembimbing sudah memiliki keterampilan dan pengetahuan bimbingan yang baik yang dapat dilihat saat mensimulasikan bimbingan. Walaupun kegiatan berlangsung secara daring tidak menyurutkan semangat pembimbing dalam pelatihan.

Posted in BERITA, Berita Terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *