Peduli dengan Masyarakat yang Terdampak Covid-19, BEM STIKes Bakti Utama Pati Bagikan Paket Sembako

Dokumentasi pendistribusian paket sembako oleh BEM STIKes Bakti Utama Pati, Pati, Selasa (4/5).

Pati- Merebaknya wabah pandemi Covid-19 mendorong banyak komunitas untuk melakukan aksi peduli terhadap sesama. Seperti yang dilakukan BEM STIKes Bakti Utama Pati, Selasa (4/5).

Badan Eksekutif Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati menggelar aksi peduli dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 27 paket sembako ke sejumlah masyarakat yang terdampak sekitar STIKes Bakti Utama Pati. Dana untuk bansos tersebut berasal dari penggalangan dana dari mahasiswa, pegawai STIKes serta hasil jualan mahasiswa. Paket sembako terdiri dari beras, mie, minyak goreng serta telur asin.

Dalam pendistribusian paket sembako telah sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, mulai dengan menggunakan masker, menggunakan handsanitizer, dan physical distancing dengan orang yang menerima paket, selepas selesai tidak lupa dengan mencuci tangan.

“Saat ini Indonesia sedang dilanda wabah Covid-19, wabah ini meluas dengan sangat cepat akibat dari pandemi ini penghasilan masyarakat banyak yang berkurang bahkan pekerja banyak yang di PHK. Hal ini mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan sehari-hari”, terang Ketua BEM STIKes Bakti Utama Pati disela pendistribusian paket sembako kepada tukang becak maupun masyarakat terdampak lainnya.

Pembagian paket sembako ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 dengan harapan bantuan sosial yang salurkan oleh BEM dapat sedikit meringankan perekonomian mereka yang membutuhkan.

Bagi mereka bantuan sosial yang diberikan oleh BEM ini sangat bermanfaat untuk mereka, tentunya hal ini membuat kita sebagai penyalur bantuan sosial juga ikut senang karena dapat sedikit membantu masyarakat yang membutuhkan. Ucapan Terima Kasih untuk yang telah menyumbangkan rezeki untuk masyarakat yang membutuhkan lewat BEM STIKES Bakti Utama Pati.

Tenang dan Gembira dengan Yoga Cegah COVID-19

Happiness berasal dari kata “happy” yang memiliki arti kata bahagia, senang, gembira, sedangkan humor adalah sikap yang cenderung dilakukan untuk membangkitkan rasa gembira dan memicu tawa, dengan humor dapat membuat orang lain dan diri sendiri senang sehingga memungkinkan penurunan stres dan bisa membantu individu menemukan persepsi yang baru terhadap persoalan yang dihadapi. Hasil penelitian Laura (2007), humor dan tertawa menguntungkan bagi kesehatan fisik karena beberapa hal berikut: tertawa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tertawa dapat mengurangi  hormon-hormon stres seperti epinefrin, kortisol, dopamin serta dapat meningkatkan growth hormone, tertawa juga dapat meningkatkan peredaran darah didalam tubuh, tertawa dapat berperan sebagai analgesik karena tertawa dapat meningkatkan sekresi endofrin serta dapat mengurangi ketegangan otot.

Penelitian terbaru tentang tawa menunjukkan bahwa tertawa dengan orang lain melepaskan endofrin diotak senyawa kimia (hormone) yang menguragi rasa sakit dan meningkatkan kesenangan, menghasilkan perasaan nyaman melalui reseptor opioid. Sedangkan hormone endofrin baru-baru ini juga diketahui bisa meningkatkan daya imun tubuh. Komponen kebahagian menurut Andrew dan McKennel terdiri dari dua hal, yaitu: efektif dan kognitif, perasaan nyaman sebagai kondisi efektif dan kepuasan dalam hidup sebagai kondisi kognitif. Kegiatan tertawa melalui humor bersama orang-orang yang kita sayang i merupakan sumber kebahagian secara kognitif, sedangkan secara afektif dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan yang dapat menciptakan kenyamanan yaitu dengan olahraga yoga.

Melakukan yoga dapat meningkatkan suasana hati dan ketajaman mental. Yoga di pagi hari dapat menjadi obat alami untuk mengurangi rasa cemas dan stres dalam menghadapi hari-hari yang panjang terutama saat seperti ini ditengah pandemik Covid-19. Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yoga Biomedical Trust di London, 94 persen peserta survei yang rutin melakukan yoga di pagi hari dapat dengan baik mengontrol masalah kecemasan mereka. Hal ini terjadi karena sifat yoga yang memodulasi sistem respons-stres tubuh dengan mengurangi variabilitas detak jantung. Alhasil melakukan yoga secara teratur dapat menenangkan tubuh dan pikiran. Rutin lakukan yoga terbukti memberikan efek positif pada keseharian mood orang yang menjalankannya. Bahkan, yoga juga bisa mengubah kebiasaan seseorang yang terkadang malas untuk beraktivitas menjadi lebih produktif.

Berdasarkan data yang didapat dari responden (SK, YW dan WHA), Latihan yoga dapat meningkatkan system kekebalan tubuh, responden merasa menjadi lebih sehat, tidak mudah terserang sakit fisik. Sistem imun merupakan system pertahanan diri terhadap bakteri, mikroba, virus, racun yang menyerang tubuh. Seseorang dapat  menurun kekebalan tubuhnya karena terdapat racun dari makanan atau lingkungan,diet yang tidak terkontrol, kurang melakukan olahraga serta stress. Latihan  yoga dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan cara mengaktifkan kelenjar thymus yang terletak di area  jantung dan tulang dada. Kelenjar thymus memproduksi sel, sebuah kelompok heterogen sel penting dalam melindungi tubuh terhadap invasi oleh organisme asing.

Covid 19 adalah jenis virus family virus H5 N1 yang bisa hidup di tempat atau inang hidup dan menginfeksi lewat droplet maka selain mencegah dengan cuci tangan dan memakai masker serta bergaya hidup sehat dianjurkan juga untuk melaksanakan olahraga yoga dengan rutin seminggu 2-3 kali untuk menciptakan ketenangan, rileks dan berpositif thinking sehingga meningkatkan imun tubuh dan dapat mencegah tertular covid 19.

PENGUATAN TATA PAMONG DI STIKES BAKTI UTAMA PATI

Tata pamong (governance) merupakan sistem untuk memelihara efektivitas peran para konstituen dalam pengembangan kebijakan, pengambilan keputusan, dan penyelenggaraan program studi. Sebuah tata pamong yang baik akan melahirkan sistem administrasi yang handal. Sistem ini akan menjaga efektifitas, efisiensi dan produktivitas pewujudan visi, pelaksanaan misi, dan pencapaian tujuan program studi.

Guna menjamin sistem tata kelola dan tata pamong di STIKes BUP berjalan dengan baik sesuai koridornya maka institusi melaksanakan survei kepuasan tata kelola dan tata pamong pada akhir semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Survei ini dilakukan terhadap seluruh pegawai, baik dosen maupun tenaga kependidikan pada tahun akademik berjalan. Survei dilaksanakan oleh Pusat Penjaminan Mutu (P2M). Survei dilakukan terhadap tata kelola dan tata pamong yang meliputi 5 aspek yaitu aspek pemilihan pimpinan, tata pamong, pengelolaan, kepemimpinan serta penjaminan mutu, dengan mengacu kepada pedoman tata kelola dan tata pamong STIKes Bakti Utama Pati. Sistem pengisian angket dengan google form memberikan kemudahan kepada pegawai untuk berpartisipasi meskipun di masa pandemi covid-19. Hal inilah yang menjadi salah satu sebab tingginya partisipasi pegawai dalam survei, yaitu sebesar 100% pegawai.

Adapun hasil survei adalah sebagai berikut:

Berdasarkan grafik tersebut diketahui bahwa sebagian besar pegawai merasa puas atas penyelenggaraan tata kelola dan tata pamong di STIKes Bakti Utama Pati, yaitu sebesar 85% (29 responden). Sedangkan pegawai yang merasa kurang puas adalah sebesar 15 % (5 responden). Pengkategorian tersebut berdasarkan skor rata-rata yaitu sebesar 83, dimana dikatakan puas karena skor total minimal 83, sedangkan kategori kurang puas jika skor total kurang dari 83.

Kepuasan pegawai antara lain pada item pemilihan pimpinan, monitoring dan evaluasi eksternal, serta kepemimpinan.

Item yang menjadi masukan dari survei ini adalah pada penyediaan sarana dan prasarana, ada pegawai yang belum merasa puas terhadap aksesibilitas jaringan internet. Dengan demikian, hal ini menjadi masukan agar ada peningkatan kapasitas bandwith jaringan internet sehingga akses makin mudah, lancar dan luas.

Survei kepuasan tata kelola dan tata pamong yang meliputi 5 aspek (aspek pemilihan pimpinan, tata pamong, pengelolaan, kepemimpinan serta penjaminan mutu) akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai dasar peningkatan kinerja sistem tata kelola dan tata pamong.

KEPUASAN MAHASISWA

Kualitas pelayanan kepada pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam membangun hubungan yang erat dengan konsumennya. Dengan kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dan ketenangan lingkungan organisasi. Perguruan tinggi yang berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, sangat memerlukan suasana akademik dan lingkungan yang nyaman untuk melakukan proses belajar mengajar. Dengan pelayanan yang baik perguruan tinggi diharapkan menjadi rumah kedua mahasiswa.

Akreditasi Institusi menilai kepuasan mahasiswa pada item 3.1.3 kriteria kemahasiswaan yang menuntut adanya instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap aspek dosen, tenaga kependidikan, pengelola serta sarana prasarana.

Pada akhir semester ganjil tahun akademik 2019/2020, survei kepuasan mahasiswa dilakukan terhadap semua mahasiswa dimana hasil survei adalah sebagai berikut:

Berdasarkan grafik tersebut diketahui bahwa sebagian besar kepuasan mahasiswa sangat baik terhadap pelayanan dosen, tendik, pengelola maupun terhadap sarana dan prasarana yang ada, yaitu sebesar 81%, kemudian kepuasan baik sebesar 13%, kepuasan cukup sebesar 5%, sedangkan kategori kepuasan kurang adalah 1%.

Informasi yang diperoleh menggunakan aplikasi google form ini menjadi bahan masukan bagi institusi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa pada waktu berikutnya.

Selain informasi tersebut, data lain terkait kepuasan mahasiswa antara lain bahwa tingkat pelanggaran mahasiswa rendah, tingkat partisipasi tinggi dalam perkuliahan maupun dalam kegiatan kemahasiswaan.

Faculty Mobility Progam oleh Dosen & Mahasiswa STIKes BUP

Pengalaman Dosen dan Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati dalam Program  Faulty Mobility

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati telah menjalin kerjasama dengan salah salah satu Universitas di Filipina yaitu Systems Plus College Foundation. Salah bentuk implementasi kegiatan dari MoU yang telah disepakati oleh kedua belah pihak adalah adanya kegiatan faculty mobility. Dalam kegiatan faulty mobility terdapat dua kegiatan yang dilakukan yaitu visiting leturer dan sit in program bagi mahasiswa. Kegiatan Faculty mobility dilaksanakan dari tanggal 8 Oktober sampai dengan 19 Oktober 2019. Selain STIKes Bakti Utama Pati juga terdapat dua perguruan tinggi kesehatan lain yang bersama-sama mengikuti kegiatan tersebut.

Dosen yang tugaskan untuk mengikuti kegiatan Faculty Mobility di SPCF Filipina adalah Siti Marfu’ah, S.S.T.,MPH sedangkan untuk mahasiswa Rizka Melati dan Sussiloasih. Dosen dan mahasiswa yang digugaskan tersebut dari program studi Kebidanan Program Sarjana.kegiatan ini bertujuan untuk  Pertukaran Budaya antara budaya di Indonesia dengan Budaya di Phillipines, tentang bagaiamana Budaya Akademik dan Budaya Sosial yang ada di SPFC Phillipines, selain itu Dosen STIKes Bakti Utama Pati ibu Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH mengatakan Progam ini memberikan peluang untuk pengayaan pribadi dan pengembangan professional, pengalaman ini memungkinkan staff pengajar/akademik untuk berkolaborasi dengan kolega luar negeri, memperluas pengalaman professional, mendiversifikasi kurikulum akademik dan menginternasionalkan penelitian dan Curiculum Vitae.

Pemilihan SPCF Filiphina sebagai lokasi untuk faculty Mobility mengacu pada tujuan yang ingin dicapai yaitu mengetahui budaya dan program pendidikan yang diselenggarakan di SPCF Filipina. SPCF sendiri merupakan perguruan tinggi yang berada di Angeles City dengan memiliki beberapa program studi salah satunya yang dibindang kesehatan adalah program studi Nursing. Program study nursing dengan spesifikasi keperawatan maternal memberikan pengalaman belajar bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami dan mengetahui kegiatan dan proses pembelajaran di SPCF.

Menurut ibu Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH, banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan yang telah dilaksankan salah satunya yaitu Kesempatan untuk hidup dan bekerja di negara yang berbeda & konteks budaya dan sering belajar / memperkuat pengetahuan tentang bahasa tambahan, Pengayaan pribadi dan pengembangan profesional Internasionalisasi CV dan akses ke peluang penelitian yang unik Pembentukan / penguatan jaringan profesional internasional.

Faculty Mobility  Progam ini di harapkan memberikan daya ungkit bagi Dosen STIKes Bakti Pati dimana nantinya pengalaman yang di dapatkan dari SPCF Phillipines dapat di tularkan ke Dosen lainya sebagai bahan ajar perbandingan teori dan laboratorium yang ada Phillipenes. STIKes Bakti Utama Pati kedepan akan berupaya untuk mengadakan kegiatan-kegiatan dengan perguruan tinggi di luar negeri untuk meningkatkan kualitan penyelenggaraan pendidikan

PENANDATANGAN KERJASAMA STIKES BAKTI UTAMA PATI DENGAN ARELLANO UNIVERSITY PHILLIPINES

STIKes Bakti Utama Pati (BUP) menan­da­ta­ngani nota per­janjian kerja sama atau Me­morandum of Agreemen (MoA) da­lam Imple­mentasi Tri Darma Pergu­ruan Tinggi.

Penandatangan MoA itu merupakan tindak lanjut dari “Memorandum of Understanding” (MoU) antara Arellano University Phillpines dengan STIKes Bakti Utama Pati  yang telah dilakukan sebelumnya.

Penandatanganan MoA dilaku­kan Minggu, (29/10/2019) di kampus STIKes Bakti Utama Pati, Jalan ki Ageng Selo No 15 Pati. Penandatangan ini di lakukan oleh Ketua STIKes dan Dekan Univesity Arellano Phillipines serta disaksikan oleh ketua yayasan Pratini Soedarsono, Pembina Yayasan, wakil Ketua 1 (Bidang Akademik), Wakil ketua III Bidang kemahasiswaan.

Ketua STIKes BUP ibu Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb dalam sambutannya menje­laskan “ tentang profil STIKes Bakti Utama Pati  kepada rom­bongan dari Arellano University Phillipines. STIKes BUP saat ini, kata ibu Irfana memiliki 13  dosen tetap, 3 di antaranya ber­kua­lifikasi pendidikan M.Keb, dan 6 diantaranya bergelar M.Kes. serta Magister lainya, dan juga  memiliki dosen non tetap dokter spesialis anak, dokter spesialis Obgyn juga ada di STIKes BUP.

STIKes BUP, adalah salah satu Per­guruan Tinggi Swasta (PTS) di kabupaten Pati Jawa Tengah yang diproyeksikan Lembaga Layanan Pedidikan Tinggi (LL-Dikti) wilayah VI Jawa tengah, (dahulu Kopertis) yang me­raih akreditasi institusi perguruan tinggi (AIPT) level B. Demi menjawab tantangan Revolusi Industri Era 4.0 dalam waktu dekat STIKes Bakti Utama Pati akan menambahkan progam Studi Baru. Selain itu Progam Studi Sarjana Kebidanan sedang dalam tahap pengajuan Akreditasi.

“STIKes BUP terkakreditasi B dengan 1 prodi Diploma Tiga Kebidanan dan selebihnya telah terakreditasi. Kare­nanya, saat ini STIKes BUP tengah sibuk-sibuknya mem­persiap­kan segala persya­ratan me­nuju akreditasi prodi lainya, dan menyiapkan pembukaan Progam Studi Baru”

Ketua STIKes berharap kerja sama yang dila­kukan dengan Arellano University Of Phillipines dan berbagai perguruan tinggi lainya mampu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas.

Ketua STIKes Bup  juga memiliki harapan untuk dapat melakukan kerja sama dengan Uviversitas luar negeri lainnya bisa segera dilakukan segera diantaranya Malaysia dan Singapura sehingga menghasilkan ke­giatan-kegiatan dalam rangka imple­mentasi Tri Darma Perguruan Tinggi.

Sedangkan Dekan Arellano University Phillipines  mengatakan bahwa , kerja sama antarper­guruan tinggi meru­pakan suatu keharusan untuk menciptakan lulusan yang berdaya saing baik di dalam maupun di luar negeri. Kini semua perguruan tinggi di dunia berlomba-lomba menggalang kerja sama.

Selanjutnya Dekan University Of Phillipines  Dr Maria Cristy Ramadjo mengatakan “Institute Of Health Science Bakti Utama Pati Very worthy to be a parthner in cooperation because Bakti Utama is one of the University whose is very fast developing”. Atau dapat diartikan bahwa STIKes Bakti Utama Pati sangat layak menjadi mitra kerjasama, karena merupakan salah satu Institusi yang cepat berkembang.

Dalam waktu dekat mahasiswa dan Dosen STIKes Bakti utama Pati juga akan ke Phillipines untuk Studi Banding di Arellano University.

SEMINAR NASIONAL ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

STIKes Bakti Utama Pati melaksanakan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”

Dunia sedang memasuki era Revolusi Industri 4.0, yaitu era yang merupakan periode perkembangan baru ketika beberapa teknologi yang meliputi teknologi fisik, teknologi digital dan teknologi biologis masing-masing telah mencapai perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada bidangnya masing-masing. Ketiga teknologi tersebut merupakan pendorong teknologi utama atau yang paling mendasar  untuk Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 mendorong kurikulum pendidikan tinggi agar sesuai dengan dinamika digital, Internet of Thing, Artificial Intelligence, bioteknologi, serta perkembangan pesat lainnya. Perguruan Tinggi merupakan lembaga formal yang diharapkan dapat melahirkan tenaga kerja kompeten yang siap menghadapi industri kerja yang kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan pola pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi sumber daya manusia, dimana Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2015-2019 dan SDGs

Terkait tugas pokok dan fungsi bidan, yang bersangkutan tentunya dituntut memiliki kompetensi dan profesionalitas sebagai seorang bidan yang mampu melayani dengan prima. Kemudian dituntut humanis dalam rangka mendukung serta mewujudkan kesehatan ibu dan anak. Terdapat empat hal yang harus dimiliki oleh mahasiswa untuk bertarung di era revolusi industri 4.0 yaitu kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya,  keterampilan sosial, literasi baru (data, teknologi manusia) dan pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Melihat hal tersebut, maka calon bidan dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif, serta dipersiapkan sebagai tenaga kesehatan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan era revolusi industri 4.0 melalui pemanfaatan teknologi masa kini. Kompetensi dan profesionalitas bidan diperlukan, utamanya untuk menekan bahkan mengurangi secara drastis angka kematian ibu dan anak saat persalinan. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk menjawab tantangan Global di Era Revolusi Industri 4.0  Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati  menjalin kerjasama dengan Arellano University Philippines. Sebagai bentuk kerjasama STIKes Bakti Utama Pati meneyelenggarakan Kegiatan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”

Pada hari Minggu, 29 September 2019 telah di laksanakan Seminar Nasional dengan tema “The Opportunities and Challenges of Health Science Colleges in the Industrial Revolution Era 4.0 To Reduce Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR)”di aula STIKes Bakti Utama Pati. Seminar ini di ikuti oleh 422 peserta yang terdiri dari praktisi Bidan, perawat, mahasiswa dan Dosen.

Seminar Nasional 2019 di hadiri oleh, 1 keynote Speaker dari Arellano University Phillippines ibu Dr. Maria dan 3 Invited Speakery Siti Marfu’ah, S.S.T., M.PH. Selaku waket I STIKes Bakti Utama Pati, Ninik Hermawati, S.Si.T., S.AP selaku ketua PC IBI Pati, Hj Suparmi, Amd. Keb selaku Supervior Bagian Keperawatan & Kebidanan.

Dalam seminar tersebut Dr. maria menerangkan tentang bagaimana tantangan ilmu kebidanan di era 4.0 yang ada Philippina,  beliau mengatakan Midwifery in the Philippines has been recognized as one of the primary health care services for the people. The role of midwives has been expanded to address the basic health service needs of mothers and their children. Midwifery Education must be able to respond to those need by producing midwives who have up-to-date knowledge and skills and appropriate attitude necessary to render midwifery services with competency and dedication.

Kegiatan diskusi dengan Dr maria juga sangat aktiv, peserta banyak yang bertanya  dengan Dr Maria salah satu pertanyaan dari perwakilan dari Rs Suwondo adalah “bagaimana perlindungan hukum terhadap bidan/tenaga kesehatan jika ada kegawatdaruratan terhadap pasien”. Dr Maria menjawab kita bahwa perlindungan hukum terhadap tenaga kesehatan sangat di perhatikan sekali.

Kemudian diskusi delanjutkan dengan 3 Invited Speaker dengan tema yang berbeda beda yang masih membahas tentang bagaimana nasib Nakes di era revolusi Industri 4.0.

Dengan di adakannya seminar ini di harapkan semua Bidan atau tenaga kesehatan bisa meningkatkan  kualitas dan kuantitas dalam pelayanan dan bisa meng Upgreet ilmu sesuai dengan perkembangan era Revolusi Industri 4.0.

Mahasiswa Berkarya Untuk Masyarakat

KEGIATAN MONEV PKM-M

Mahasiswa program studi D-III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati lolos dalam kegiatan PKM-M Kemenristekdikti tahun 2019 pada hari Rabu 27 Juni 2019 mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang diselenggarakan Kemenristekdikti di Universitas Muria Kudus.

Kegiatan Monev PKM tahun 2019 diikuti oleh  Perguruan Tinggi yaitu STIKes Bakti Utama Pati, Universitas Nahdlatul Ulama Jepara dan Universitas Muria Kudus. Jumlah kelompok PKM yang hadir sebanyak 24 kelompok. Kigiatan diawali dengan sambutan dari Tim Reviewer dan Pembukaan secara Resmi oleh Rektor Universitas Muria Kudus. Tim Reviewer yang diwakili oleh Ibu Tri Murtini dari universitas Negeri Semarang.

Tim STIKes Bakti Utama Pati sangat antusias dan mempersiapkan dengan baik untuk mengikuti kegiatan monev. Hal ini terlihat dari persiapan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan juga dosen pembimbing yang difasilitasi oleh wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan.Tim PKM melakukan simulasi presentasi laporan kemajuan pada tanggal 26 Juni 2019, tepatnya satu hari sebelum pelaksanaan monev. Dengan tim review pada pelaksanaan simulasi adalah wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan dosen pembimbing.

Mahasiswa dari STIKes Bakti Utama Pati mendapatkan kesempatan untuk tampil paling awal untuk memaparkan laporan kemajuan. Kelompok I yang diketuai oleh Ira Alfiyani dengan Dosen Pembimbing Ibu Siti Marfu’ah, S.S.T.,MPH telah memaparkan dengan sistematis, laporan kemajuan yang berjudul Optimalisasi Kelas Ibu Hamil melalui Pondok MilKuat (Ibu Hamil sehat dan Kuat). Program kegiatan optimalisasi yang dilakukan terdiri dari 4 pilar utama yaitu pemantauan nutrisi ibu hamil, pemberian penkes, pemanfaatan tehnologi modern dalam pelaksanaan senam hamil dan juga papan impian. Pemanfaatakan peralatan modern seperti Gymball dalam pelaksanaan senam ibu hamil dan penggunaan metode relaksasi dan hypnoprenatal mampu untuk meningkatkan kepesertaan ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Desa Winong. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga memberikan dampak positif terhadap mainset ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinanya dengan adanya program papan impian.

Tim kedua yang diketuai oleh melania Cristy Agustin dengan Dosen Pembimbing Ibu Sri Hadi Sulistiyaningsih, S.Si.T.,M.Kes juga sangat percaya diri dalam memaparkan hasil kegiatan PKM yang berjudul  Pemberdayaan Masyarakat dalam Memanfaatkan Pekarangan Rumah dengan Apotek Hidup di Desa Blaru Pati. Tim kedua telah berhasil meningkatkan pengetahuan kader Desa Blaru akan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga. Selain itu Tim juga telah berhasil menyusun buku yang berjudul Basmi Penyakit dengan TanamanObat Keluarga yang dapat dimanfaatkan oleh selur kader dan juga masyarakat Di Desa Blaru.

Mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati yang telah lolos dalam kegiatan PKM 5 Bidang tahun 2019 menunjukkan bahwa mahasiswa dapat melakukan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Kontribusi dan peran aktif dari mahasiswa dalam melaksanakan Pengabdian Kepada Mayarakat merupakan komitmen dari STIkes Bakti Utama Pati dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan adanya prestasi mahasiswa ini tentunya akan mendorong Civitas untuk berkaya meningkatkan prestasi mahasiwa melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti.@lldikti6.ristektekdikti.go.id

 

Author : Marfuah

Emak-emak pun Punya Karya

Siapa bilang ibu rumah tangga tidak punya peran? Anggapan itu tidak sesuai, bahkan di zaman now sekalipun. Selain mengurus kehidupan rumah tangga seperti mengasuh anak, mempersiapkan menu makan, membersihkan rumah, mengurus pakaian keluarga, dan masih banyak lagi aktifitas domestik, ternyata seorang emak-emak masih bisa eksis dengan kegiatan lain di sisa-sisa waktunya. Apa itu?

Lihat bagaimana emak-emak di Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati menyibukkan diri dengan kegiatan baru mereka; ber-apotek hidup dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Bukan hal yang baru memang. Namun, justru dari hal-hal kecil ini, dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Desa Blaru merupakan salah satu desa di Kecamatan Pati Kabupaten Pati dimana beberapa warganya mempunyai pekarangan rumah yang cukup untuk ditanami berbagai tanaman obat keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini memungkinkan warga masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman obat keluarga melalui pembuatan apotek hidup. Penanaman toga ini bertujuan sebagai sarana penyediaan beragam jenis tanaman obat dalam mencegah dan mengobati berbagai penyakit dalam tubuh, di samping itu dapat di manfaatkan sebagai bumbu, rempah rempah dan juga di kembangkan menjadi usaha usaha kecil dan menengah di bidang obat obatan herbal, yang selanjutnya dapat di salurkan ke masyarakat. Fenomena ini menjadi peluang bagi Melania dkk, mahasiswa Stikes Bakti Utama Pati untuk mengajak ibu-ibu bersama memanfaatkan pekarangan dengan menanam toga dalam pelaksanaaan pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa.

Hasil yang dicapai setelah melaksanakan program ini adalah meningkatnya pengetahuan ibu-ibu PKK akan bahayanya mengkonsumsi obat-obatan kimia secara berlebihan serta meningkatnya pengetahuan akan keterampilan ibu-ibu PKK tentang cara menanam dan terbentuknya Apotek Hidup di pekarangan rumah warga.  Dengan adanya program ini  partisipasi ibu-ibu PKK sangat meningkat dan mereka juga memberikan respon positif,  tertarik dan senang, yang di tunjukkan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan  oleh ibu-ibu PKK karena keingintahuan mereka terhadap program ini. Lebih lanjut, Sri Hadi selaku dosen pembimbing menuturkan bahwa saat ini tim melakukan penyusunan buku panduan untuk memudahkan ibu-ibu PKK dan memberikan manfaat informasi serta sebagai panduan bagi ibu-ibu PKK (Mela & Iyuz)

Launching Pondok Milkuat untuk Generasi Emas Indonesia

Generasi emas merupakan generasi dambaan kita semua yang harus dipersiapkan kehadirannyasejak dini; sejak pra konsepsi, kehamilan, bahkan sampai dengan pengasuhan selama periode tumbung kembang anak/remaja selanjutnya. Setiap unsur masyarakat mempunyai peran nyata untuk mencetak generasi emas sesuai porsinya masing-masing. Tak terkecuali oleh pihak instansi pendidikan kesehatan, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati.

Menurut Uswatun Kasanah, Wakil Ketua Stikes bidang kemahasiswaan, bahwa Stikes Bakti Utama Pati baru-baru ini mendapat kesempatan untuk mengelola dana hibah Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi setelah berkompetisi dengan sesama perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program yang dimaksud adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan skim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) dengan judul “Optimalisasi Kelas ibu Hamil melalui Pondok Milkuat di Desa Winong Kec. Pati kab. Pati.

Selama ini, di Desa Winong terdapat kegiatan kelas ibu hamil yang dikelola oleh Bidan Desa Setempat. Pada kelas ibu hamil yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali terdapat beberapa kegiatan diantaranya penyuluhan kesehatan tentang ibu hamil, pemeriksaan fisik pada ibu hamil dan juga pemeriksaan laboratorium sederhana. Melalui kelas ibu hamil ini, bidan desa juga mengajarkan tentang senam hamil yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran ibu selama kehamilan. Pelaksanaan kelas ibu hamil dilakukan di Balai Desa Winong dengan menggunakan sarana dan prasarana yang tersedia. Senam hamil yang sudah dilaksanakan dalam kegiatan tersebut belum memanfaatkan sarana modern seperti penggunaan gym ball yang akan lebih memberikan manfaat pada ibu hamil dalam menjaga kebugaran. Relaksasi yang merupakan unsur penting dalam menciptakan ketenangan harus serta merta didukung oleh fasilitas soundsystem yang ada. Pemberian pendidikan kesehatan terkait nutrisi akan lebih memberikan daya ungkit jika menggunakan media yang tepat seperti alat peraga.

Luaran dalam program ini adalah terpenuhinya peralatan modern untuk mendukung kegiatan senam bumil, terlaksananya program senam bumil melalui Pondok Milkuat, serta pelatihan maupun pendampingan ipteks. Semua kegiatan PKM-M dibimbing oleh Siti Marfu’ah, S.Si.T., M.PH. selaku pembimbing yang ditunjuk. “Ira Alfiyani dan tim sangat luar biasa dalam menjalankan kegiatan PKM-M ini”, Siti Marfu’ah menambahkan.

Ira Alfiyani, ketua tim PKM-M menuturkan “Hasil yang dicapai setelah melaksanakan program ini selama 3 bulan adalah terpenuhinya alat-alat modern berupa modern gymball, terlaksananya program pondok milkuat yang mempunyai 4 pilar kegiatan yakni cek kesehatan & pendampingan nutrisi, pendidikan kesehatan, senam hamil,  dan papan impian. Program ini telah terlaksana 3 kali, dengan adanya program ini  partisipasi bumil sangat meningkat dan mereka juga memberikan respon positif, meraka merasa tertarik dan senang, pertanyaan-pertanyaan juga diajukan oleh bumil karena keingintahuan mereka terhadap program ini. Selanjutnya, tim akan melakukan penyusunan buku panduan untuk memudahkan ibu hamil dan memberikan manfaat informasi serta sebagai panduan bagi ibu hamil” imbuhnya.

By: iyuz & Ira