WEBINAR NASIONAL 2021 IMPLIKASI YOGA PRENATAL UNTUK MENURUNKAN NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL

PEMBUKA tahun ini diawali dengan webinar nasional yang diselenggarakan oleh mahasiswa prodi Sarjana Kebidanan STIKes bakti utama Pati, sebagai bentuk program peningkatan suasana akademik di masa pandemi, yang diadakan secara daring atau online Sabtu, 02 Januari 2021 pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.

Mengangkat tema “implikasi yoga prenatal untuk menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil” ini adalah tema yang tepat mengingat Bersamaan dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu hamil trimester III seringkali mengalami keluhan nyeri punggung. Nyeri punggung menjadi salah satu penyebab ketidaknyamanan trimester III.

Dalam Acara Tersebut dihadiri oleh Ibu Lusinta Agustina, S. S. T., M. Keb Selaku Dosen Poltekes Kemenkes Surakarta dan juga Owner Edelweiss Mom and Baby Spa yang sekaligus menjadi Narasumber Pertama. Serta dihadiri juga oleh narasumber lain yaitu Ibu Irfana Tri Wijayanti,  S. Si. T.,M.Kes., M. Keb selaku Ketua STIKes Bakti Utama Pati yang mana rekam jejak beliau dalam penelitian difokuskan pada teknik2 exercise.

Semakin lengkap karena ada dua sesi panel dengan masing-masing narasumber yang memang ahli dan kompeten di bidangnya masing-masing. Webinar ini juga diadakan bukan hanya di aplikasi Zoom. Mengingat banyaknya peserta dan keterbatasan kuota, webinar juga terbuka untuk umum yang bisa ditonton di channel YouTube STikes Bakti Utama Pati.

Diskusi dalam webinar nasional ini setidaknya ada dua bahasan utama. Pertama, pembahasan Aplikasi Akupreasur dan yoga prenatal dalam menghadapi kehamilan yang aman. Dan yang Kedua, Implikasi Exercise gymball terhadap penurunan nyeri.

Dalam Diskusi pertama disampaikan bahwa Prenatal yoga merupakan modifikasi dari yoga klasik yang telah disesuaikan dengan kondisi fisik wanita hamil yang dilakukan dengan intensitas yang lebih lembut dan perlahan.

Dengan segudang manfaat dari prenatal yoga yaitu Meningkatkan kekuatan dan stamina tubuh saat hamil, Melancarkan sirkulasi darah dan asupan oksigen ke janin, Mengatasi sakit punggung dan pinggang, skiatika, konstipasi ( sebelit ), saluran urine yang lemah,pegal-pegal dan bengkak pada sendi, Melatih otot perineum ( otot dasar panggul ) yang berfungsi sbg otot kelahiran, Mengurangi kecemasan dan mempersiapkan mental sang ibu, Mempermudah proses persalinan, Menjalin komunikasi antara ibu dan anak sejak masih dalam kandungan dan Mempercepat pemulihan fisik dan mengatasi depresi pasca melahirkan.

Sementara Itu Narasumber kedua menyampaikan bahwa salah satu cara untuk menurunkan nyeri punggung selama kehamilan bisa diatasi dengan exercise gymball, beliau menuturkan cara ini efektif 79% meredakan nyeri punggung dan 95% membuat ibu hamil merasa nyaman saat menggunakan gymball.

Exercise gymball juga bisa dilakukan sendiri dengan mudah dan nyaman saat dirumah, cukup menyiapkan bola pilates dan matras sebagai alatnya,  serta lingkungan yabg nyaman,  kondusif dengan penerangan yang cukup.

Kegiatan Webinar Nasional ini berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari para peserta nya,  terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 4.600 serta peran aktif peserta yang banyak mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan oleh narasumber.

Akhir kata, semoga informasi ini dapat bermanfaat khususnya bagi para tenaga kesehatan dan ibu hamil di seluruh Indonesia. Terimakasih juga untuk team STIKes Bakti Utama Pati sudah menyelenggarakan kegiatan Webinar Nasional ini.

PELATIHAN PEMROSESAN ASI BAGI KADER KESEHATAN GUNA MENUNJANG PROGRAM ASI EKSKLUSIF

Penyebab diare pada bayi dapat disebabkan oleh faktor pemakaian botol susu yang tidak bersih, menggunakan sumber air yang tercemar, alergi terhadap makanan atau obat tertentu seperti antibiotik, pemanis buatan, buang air besar di sembarangan tempat, pencemaran makanan oleh tangan yang kotor maupun pada saat dikenalkan MP-ASI (Yekti, 2016).

Makanan pada bayi yaitu berupa ASI. ASI diproses meliputi cara pemerahan, cara penyimpanan, dan cara pemberian pada bayi. Tahap tersebut harus dilakukan dengan memperhatikan kebersihan serta cara-cara yang tepat. Bila hal tersebut tidak diperhatikan maka ASI yang merupakan makanan pada bayi tidak terjaga kebersihannya bahkan akan tercemar oleh bakteri yang bisa menyebabkan masalah pada bayi, salah satunya diare (Yekti, 2016).

Pada ibu bekerja, tidaklah menjadi alasan untuk tidak memberikan ASI secara ekslusif  karena ASI bisa diperah dan tetap diberikan kepada bayi walaupun ibu tidak mendampingi bayinya. Pada ibu bekerja, bisa memberikan ASI dengan cara pemrosesan ASI yaitu dengan cara memerah ASI, penyimpanan ASI dan cara pemberian ASI (Astutik, 2017).

Penelitian di Blaru secara analitik dengan pendekatan cross sectional dilakukan terhadap 35 responden (total sampling), hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan pemrosesan ASI kurang benar 19 orang (54,3%), dan bayi  sering mengalami diare 20 orang (57,1%). Ada hubungan antara pemrosesan ASI pada ibu bekerja dengan frekuensi kejadian diare pada bayi di Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati, dengan p value=0,000.

Berdasarkan latar belakang tersebut, tim memberikan pelatihan pemrosesan ASI bagi kader kesehatan guna menunjang program ASI eksklusif. Pelatihan dilaksanakan dalama 2 hari (Sabtu – Minggu, 4-5 Januari 2020) dengan mengusung materi; pemrosesan ASI (disampaikan oleh dr. Anzar) dan materi pendidikan kesehatan oleh Uswatun Kasanah, bertempat di balai Desa Blaru, dihadiri oleh kader kesehatan sejumlah 21(4 kader tidak hadir).

Pada awal kegiatan, peserta mengerjakan pre test dengan hasil nilai tertinggi: 70, nilai terendah: 40 dan nilai rata-rata: 52,8. Setelah pre test, peserta mendapat materi tentang pemrosesan ASI meliputi: cara memerah, menyimpan dan memberikan ASI perah kepada bayi yang berlangsung pada hari pertama.

Adapun materi konseling dalam pendidikan kesehatan diberikan pada hari kedua, dilanjutkan dengan post test dengan hasil nilai tertinggi: 100, nilai terendah : 70 dan nilai rata-rata: 83,8.

Kegiatan ini mendapat perhatian yang signifikan mengingat makin baiknya skill kader terutama guna menunjang program ASI eksklusif, terutama di wilayah Desa Blaru.

 

Oleh:

Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes.

Anzar Ahlian, M.Si.Med.,Sp.A.

PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM PROMOSI PEMROSESAN ASI BAGI IBU NIFAS GUNA MENUNJANG PROGRAM ASI EKSKLUSIF

Pemberian ASI pada ibu bekerja tidaklah menjadi alasan untuk tidak memberikan ASI secara ekslusif  karena ASI bisa diperah dan tetap diberikan kepada bayi walaupun ibu tidak mendampingi bayinya. Pada ibu bekerja bisa memberikan ASI dengan cara pemrosesan ASI yaitu dengan cara memerah ASI, penyimpanan ASI dan cara pemberian ASI (Astutik, 2017).

Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi ibu maupun bayinya. Bagi bayi, menyusui mempunyai peran penting untuk menunjang pertumbuhan, kesehatan, dan kelangsungan hidup bayi karena ASI kaya dengan zat gizi dan antibodi. Sedangkan bagi ibu, menyusui dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas karena proses menyusui akan merangsang kontraksi uterus sehingga mengurangi perdarahan pasca melahirkan (postpartum) (Astuti, 2017).

Makanan pada bayi yaitu berupa ASI, ASI diproses meliputi cara pemerahan, cara penyimpanan, dan cara pemberian pada bayi. Bila hal tersebut tidak diperhatikan maka ASI yang merupakan makanan pada bayi tidak terjaga kebersihannya bahkan akan tercemar oleh bakteri yang bisa menyebabkan masalah pada bayi salah satunya diare.

Penelitian di Blaru secara analitik dengan pendekatan cross sectional dilakukan terhadap 35 responden (total sampling), hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden melakukan pemrosesan ASI kurang benar 19 orang (54,3%), dan bayi  sering mengalami diare 20 orang (57,1%). Ada hubungan antara pemrosesan ASI pada ibu bekerja dengan frekuensi kejadian diare pada bayi di Desa Blaru Kecamatan Pati Kabupaten Pati, dengan p value=0,000.

Pada bulan Januari 2020, kader kesehatan di Blaru telah mendapat pelatihan pemrosesan ASI sekaligus mendapat pelatihan tentang pendidikan kesehatan. Rencana berikutnya, para kader kesehatan akan melakukan promosi kesehatan tentang pemrosesan ASI kepada ibu nifas di Blaru. Selama melakukan promosi ini, tim pengabdian masyarakat STIKes BUP akan memberikan pendampingan di lapangan untuk memberikan penguatan kepada kader dalam melaksanakan promosi kesehatan.

Berdasarkan latar belakang tersebut tim memberikan pendampingan kader kesehatan dalam promosi pemrosesan ASI bagi ibu nifas guna menunjang program ASI eksklusif. Pendampingan kader dilakukan secara door to door ke rumah ibu. Hal ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, antara lain karena wabah pandemi covid-19 yang belum berakhir.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, 6-7 Juni 2020 serta tangal 15 Juni 2020. Pada mulanya, kelompok dibagi menjadi kelompok kecil untuk menerapkan physical distancing dan menghindari kerumunan banyak orang.

Kegiatan berlangsung di rumah ibu nifas/menyusui, dimana kader memberikan promosi kesehatan tentang pemrosesan ASI. Kader melakukan promosi tersebut didampingi oleh dosen sehingga dosen dapat memberikan umpan balik atas performa kader dengan catatan maupun secara langsung jika diperlukan. Pada akhir sesi, kader berkumpul kembali untuk mendapat umpan balik dari dosen.

Dengan kegiatan ini, kader menjadi makin percaya diri karena telah mepunyai pengetahuan, keterampilan serta pengalaman dalam melakukan promosi tentang pemrosesan ASI bagi ibu nifas/menyusui. Hal ini akan meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Desa Blaru khususnya.

 

Oleh:

Uswatun Kasanah,

Desi Sariyani,

Webinar Implementasi Yoga Prenatal Untuk Menurunkan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil

✨ STIKES BAKTI UTAMA PATI ✨
🔸Proudly Present🔸
WEBINAR NASIONAL
✨ TEMA ✨
” Impilkasi Yoga Prenatal Untuk Menurunkan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil”
.
👤Narasumber :
1. Lusinta Agustina, S.S.T.,M.Keb
*Dosen Kebidanan Poltekes Kemenkes Surakarta dan Owner Klinik Edelweiss*
(Aplikasi Akupresur dan Yoga Prenatal Dalam Menghadapi Kehamilan Yang Aman)

2. Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb.
*Ketua STIKes Bakti Utama Pati*
(Implementasi Exercise Gymball Terhadap Penurunan Nyeri)

👤 Moderator :
Dian Puspita Saraswati, Am.Keb
(Mahasiswa Prodi Sarjana Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati)
.
[SAVE THE DATE]
📆 Sabtu, 02 Januari 2021
⏰ 09.00 – Selesai
📲 Via Zoom & YouTube
👐 GRATIS
.
Fasilitas :
📄 E-Sertifikat (2 SKP IBI)
🔰 Ilmu Bermanfaat
.
Tahap Registrasi :
1⃣ Follow Sosial Media STIKes Bakti Utama Pati :
⚡️ instagram: https://www.instagram.com/stikes.bup/
⚡️Subscribe YouTube STIKes Bakti Utama Pati : https://bit.ly/streaming_bup
2⃣ Share informasi ini ke 3 grup media sosial kamu
3⃣ Melakukan Pendaftaran/Registrasi Online di bit.ly/DaftarWebinarS1STIKesBUP2021
📱Informasi lebih lanjut disampaikan melalui telegram :
t.me/webinar_stikesbup

Terbuka Untuk Umum

⛔️ link akan ditutup otomatis bila peserta sudah memenuhi ⛔️

Menumbuhkan Iklim UMKM dengan Persaingan Sehat dan tetap melalui peran KPPU

Sistem kemitraan antara UMKM dengan pihak pemerintah atau perusahaan besar untuk menunjang keberlangsungan UMKM.  Menciptakan iklim usaha yang sehat, kondusif dan kompetitif sangat tergantung pada komitmen berbagai pihak. Selain komitmen dan tekad komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Pemerintah sebagai regulator atau pengawas, penegak hukum dan masyarakat, maka komitmen dari para pelaku usaha juga memegang peranan yang sangat penting, karena mereka yang menjalankan kegiatan usaha tersebut.

Kemitraan yang dilakukan oleh pelaku usaha UMKM dengan usaha besar tersebut dapat dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip- prinsip yang telah ditentukan serta menjunjung etika bisnis yang sehat. Prinsip tersebut antara lain saling membutuhkan, saling mempercayai, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Prinsip tersebut berdasar dari prinsip kemitraan antar Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah dan kemitraan antara Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Usaha Menengah dengan Usaha Besar adalah kerjasama ekonomi dan/atau usaha (bisnis).

Keberadaan KPPU sebagai lembaga untuk menegakkan Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dengan berbagai fungsi yang dimiliki diharapkan dapat membuat iklim berusaha di Indonesia berada dalam situasi persaingan yang sehat dan wajar. KPPU juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk menyempurnakan dan mengefektifkan pelaksanaan peraturan dan langkah-langkah kebijakan menyangkut kebijakan lokasi dan tata ruang, perizinan, jam buka usaha dan lingkungan sosial. Putusan tersebut menunjukkan bahwa suatu putusan terkait praktek monopoli dan persaingan usaha terutama menyangkut dengan ekspansi usaha perusahaan ritel, pada umumnya sangat terkait dengan kebijakan tata ruang dan izin usaha yang menjadi otoritas pemerintah daerah sehingga kebijakan pemerintah daerah dan aturan-aturan terkait dengan kebijakan tata ruang dan perizinan perlu mendapat perhatian.

KPPU memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan kemitraan berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM dan PP No. 17 Tahun 2013. Dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut maka undang-undang mengatur beberapa perjanjian yang dilarang diantaranya: Oligopoli, Penetapan harga, Pembagian wilayah, Pemboikotan, Kartel, Trust, Oligopsoni, Integrasi vertical, Perjanjian tertutup dan Perjanjian dengan pihak luar negeri. Undang-undang juga mengatur kegiatan yang dilarang diantaranya: Monopoli, Monopsoni, Pengiasaan pasar dan Persekongkolan.

Belum berkembangnya iklim UMKM pada industri kreatif terjadi karena adanya beberapa kendala yang diahadapi. Secara umum permasalahan UMKM yang terjadi diakibatkan oleh sulitnya memperoleh akses permodalan, belum adanya prasarana penunjang, tidak bekembangnya pemasaran, dan permasalahan megenai sumber daya manusia. Kesulitan dalam memperoleh modal saat pesanan datang. Selain permasalahan tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan SDM mengenai akses pemasaran. Pemasaran usaha kerajinan yang masih kurang diminati oleh masyarakat juga merupakan kendala utama dalam pengembangan industri kreatif.

Pandemi virus corona yang masih berlangsung nyaris membuat perekonomian nasional lumpuh. Sektor UMKM, yang didominasi masyarakat kelas menengah ke bawah, bahkan kehilangan pendapatan. Dan banyak masyarakat disana yang pengagguran karena putus sekolah, dari wanita maupun laki-laki. Banyak usaha yang bisa untuk mendapatkan penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam memperkokoh perekonomian rakyat secara nasional, harus mendapatkan perhatian serius pemerintah dalam mengatur strategi dan kebijakan bagi pemberdayaan UMKM.

Adanya COVID-19 seharusnya kita dilarang dalam tempat yang ramai atau berkerumun, tapi jika bisnis atau usaha yang dilakukan UMKM memang harus dilakukan sebaiknya mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah yaitu 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Sebagai masyarakat yang kreatif bisa membuat usaha untuk mendapatkan penghasilan dengan pesaingan yang sehat. Persaingan usaha yang sehat bukan berarti menyamaratakan ekonomi domestik dengan ekonomi internasional atau ekonomi lemah dengan ekonomi kuat. Persaingan usaha bukan untuk menyamaratakan hal itu. Oleh sebab itu, ada persaingan usaha sehat yang bermakna sustainbility yaitu persaingan usaha untuk keberlanjutan. komitmen dan tekad pelaku usaha dalam upaya menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat itu dapat mewujudkan pengelolaan perusahaan yang baik dengan menerapkan prinsip kewajaran (fairness), keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability) dan responsibilitas (responsibility) di dalam perusahaan, yang selalu dijadikan sebagai pedoman ataupun acuan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Cara untuk menumbuhkan iklim usaha melalui peran KPPU dalam pengawasan kemitraan harus tetap menaati peraturan yang ada. Contoh masyarakat yang mempunyai modal untuk membuat usaha dengan tim yang lumayan untungnya tinggi dengan membuat usaha mikro produktif contohnya dalam bidang fashion, skin care dan kosmetik yang herbal, MUA, bidang kuliner, penginapan, jasa foto dan video serta editor dan masih banyk lagi. Sedangkan contoh usaha untuk masyarakat yang pengangguran di rumah agar bisa mendapatkan penghasilan bisa dengan cara usaha menengah kecil-kecilan yang dilakukan perorangan atau badan usaha namun bukan perusahaan besar seperti usaha gerabah (keramik tanah liat), usaha kerajinan dari daur ulang, usaha jajanan tradisional, anyaman rotan, kain batik tulis, kain tenun, ukiran kayu (wayang golek), usaha sablon kaos, toko sembako dan masih banyak lagi. Jika ingin membuat usaha kecil seperti usaha franchaise minuman (menjual jus), usaha pulsa dan token listrik, usaha dropship atau toko online, usaha makanan ringan (bisa jamur crispy dll.), usaha menjual kue kering, usaha laundry, usaha menjual makanan untuk sarapan.

Jika keterbatasan modal bisa membuat usaha kecil-kecilan terlebih dahulu jika berkembang bisa membuat toko dan cabang misal dari bahan yang tidak terpakai tapi bisa berfungsi. Di contohkan iklim usaha seperti membuat tote bag atau baju dari kain perca, meskipun modal hanya seberapa mungkin omset yang akan didapatkan dengan usaha tote bag kain perca akan mendapatkan keuntungan yang besar. Usaha ini bisa dipraktikan rumah dan bisa bekerjasama dengan usaha besar. Hanya bermodal kain perca bisa membuat beberapa barang jualan yang sangat diminati masyarakat yang konsumen ditargetkan di kalangan anak, remaja maupun dewasa. Tote bag mungkin banyak yang menyukai bentuk yang simple dan sangat berguna bisa digunakan ke kampus maupun berpergian.

Jika ingin membuat usaha kecil-kecilan yang dilakukan perorangan ini harus mempunyai strategi dalam menjalankan usaha supaya berkembang dengan pesat. Untuk mencapai hal tersebut diperlukannya strategi pemasaran yang tepat dan efektif, salah satunya adalah menentukan target. Target merupakan istilah yang penting diketahui sebagai pengusaha, harus mampu menentukan target terlebih dahulu sebelum memasarkan produk. Jika kita ingin bekerjasama dengan usaha yang lebih besar contoh pasar. Dalam menetapkan target pasar, perusahaan harus lebih dulu melakukan segmentasi pasar dengan cara mengelompokkan konsumen ke dalam kelompok dengan ciri yang hampir sama. Penentuan target pasar ini penting karena perusahaan tidak mampu melayani semua konsumen atau pembeli di pasar karena beragamnya kebutuhan dan keinginan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayani sebagai target.

Usaha tote bag bisa dilakukan oleh siapa saja. Kertrampilan yang harus dikembangkan di usaha ini, bukan hanya perempuan , laki-laki pun bisa melakukannya. Jika ingin sukses dalam membuat usaha harus dilakukan bersungguh-sungguh untuk mengembangkannya.

Memasarkan produk pengembangan usaha sangat perlu dilakukan agar produk dapat dikenal oleh masyarakat demi menarik minat masyarakat untuk membelinya. Untuk itu, perlu dilakukan perencanaan pemasaran yang tepat bagi produk pengembangan usaha. Media promosi paling tepat untuk memasarkan produk yaitu dengan media sosial dan bisa diperjualkan lewat online. Bisa juga melakukan pameran, karena kegiatan pameran ini dapat menjangkau konsumen baik di dalam maupun diluar  kota masing-masing.

Resiko dari usaha ini mungkin kendala dari persaingan usaha yang cukup ketat mungkin harga berbeda karna kualitas juga berbeda, keadaan ini menuntut beberapa produsen untuk lebih kreatif serta inovatif dalam membuat design tote bag yang unik serta menarik manfaat memenangkan persaingan. Usaha mikro juga bisa bekerjasama dengan usaha kecil menengah seperti produk tersebut.

Contoh lagi bisa membuat masker wajah alami dari bahan dasar kunyit dan beras. Jika membuat usaha seperti kosmetik harus benar-benar mengetahui manfaat dan efek samping dari penggunaannya. Tapi masker alami ini tidak mempunyai efek samping yang merugikan kosumen dan sangat bermanfaat bagi wajah karena berbahan yang alami. Untuk usaha ini sangat bermodal sedikit dan jika dikembangkan akan mendapat keuntungan yang tinggi juga. Usaha ini bisa melakukan kerjasama dengan usaha salon maupun usaha kecantikan wajah yang perusahaannya besar.

Usaha  kecantikan merupakan salah satu bisnis yang sedang digandrungi banyak orang. Jika dahulu masalah kecantikan dan penampilan hanya milik kaum wanita, sekarang, kaum pria pun mulai sadar akan pentingnya menjaga penampilan. Hal ini membuat usaha kecantikan merupakan salah satu bisnis yang ramai dan selalu mendapatkan pangsa pasar. Tidak hanya usia menengah, anak remaja dan usia tua pun juga peduli untuk menjaga penampilan mereka. Hal ini membuat pangsa pasar bisnis kosmetik menjadi luas. Sehingga kamu tidak akan kehilangan pelanggan. Demi mendapatkan penampilan yang prima dan sempurna, seseorang rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi mendapatkan hasil yang maksimal. Hal inilah yang membuat usaha kecantikan banyak digandrungi oleh berbagai kalangan. Modal yang tidak seberapa bisa mendapatkan keuntungan tinggi tanpa harus menjatuhkan usaha kecantikan yang lain.

Satu-satunya skill atau keahlian yang diperlukan adalah keberanian. Usaha kosmetik bisa dilakukan oleh siapa saja. Keberanian mengambil risiko dan berinovasi dalam menghasilkan produk mutlak diperlukan demi menggaet pasar dan melawan kompetitor yang sudah ada tanpa merugikan dan menjatuhkan pesaing yang sudah ada dengan cara sehat bisa mendapatkan pelanggan.

Jika usaha kosmetik masih baru dan belum terlalu percaya diri untuk melakukan pemasaran ke lapangan dengan cara door to door, bisa melakukan pemasaran dan mempromosikan produk yang akan dijual dengan cara mempromosikannya di sosial media. Bisa memasarkannya di berbagai macam sosial media dan mungkin bisa membuat brosur agar masyarakat mengetahui produk yang dibuat dan manfaatnya, dan dapat menarik minat dari konsumen.

Target dari konsumen yaitu semua kalangan karena masker alami jadi tidak memandang umur maupun jenis kelamin, semua bisa menggunakan produk tersebut dengan waktu yang diinginkannya. Resiko dari usaha ini mungkin dari kompetisi yang ketat karena industri kecantikan sudah penuh dengan perusahaan dan merek tradisional yang sudah ada. Hari demi hari, tantangan terus meningkat dan di masa mendatang, tes utama untuk merek kebugaran dan kecantikan akan mempertahankan basis pelanggan mereka dan mempertahankan standar kualitas yang baik. Kunci keberhasilan untuk membangun perusahaan adalah menetapkan dan mempertahankan standar yang tinggi (standar kualitas).

Ekonomi masyarakat disaat ini sangat memperhatinkan, Karena itu pemerintah harus menyiapkan sejumlah langkah strategis agar tidak masuk jurang resesi. Salah satunya dengan mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasar tingkat dampak yang dialami, bantuan harus diberikan untuk membuat mereka tetap hidup ditengah krisis. UMKM wajib diperhatikan dan mendapat sentuhan prioritas, agar tingkat ekonomi bawah dapat bertahan. UMKM harus terus berkembang, didukung agar dapat terus bertahan di masa apapun. Seluruh masyarakat diharapkan belanja di pasar tradisional, di warung-warung serta di sentra-sentra kerajinan yang terdampak pandemi namun masih mampu bertahan. UMKM harus dikunjungi, diberi dukungan, motivasi dan semangat untuk tetap berproduksi, dan Pemerintah kabupaten harus dapat menyahuti dengan turun langsung secara intensif dan membantu memasarkan produk mereka.

 

Penulis: Anna Lailis Sa’adah Mahasiswa Prodi Sarjana Kebidanan STIKes Bakti Utama Pati

Strategi Pengembangan UMKM dalam Mendapatkan Kredit Usaha melalui KPPU

Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) merupakan pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha, yang menyentuh kepentingan masyarakat. Dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia , sektor UMKM memiliki peran yang sangat strategis dan penting yang dapat di tinjau dari beberapa aspek. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam sektor ekonomi. Kedua, potensi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Dalam strategis pengembangan UMKM di Indonesia dilakukan melalui berbagai cara yang salah satunya adalah kredit usaha.

Kredit merupakan pembiayaan yang diberikan perbankan kepada UMKM dengan cara di ansur setiap minggunya atau bahkan setiap bulannya. Sedangkan, Kredit Usaha merupakan Kredit/pembiayaan modal dan investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki jaminan tambahan yang belum cukup. KPPU merupakan suatu lembaga yang bersifat independen yang mengawasi dalam pelaksanaan UU No.5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Perekonomian  bangsa  Indonesia  pada  saat  ini  menurut  sebagian  besar masyarakat sudah terlepas dari dampak krisis moneter, tetapi pembangunan ekonomi cenderung  mengalami  kemacetan yang  diindikasikan  dari  rendahnya  angka pertumbuhan  dan  semakin  rendahnya  tingkat  kesejahteraan  dari  sebagian  besar masyarakat.

Dari sisi unit usaha setiap tahunnya jumlah UMKM nasional cendrung mengalami peningkatan setiap tahunnya, krisis yang terjadi di tahun 1998 silam mengakibatkan penururnan jumlah UMKM. Dari sisi serapan tenaga kerja, UMKM adalah sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar tidak hanya menjadi tulang punggung konomi bagi indonesia melainkan juga penopang perekonomian di kawasan ASEAN dan negara-negara maju.

Salah satu upaya peningkatan dan pengembangan UMKM dalam perekonomian nasional dilakukan dengan mendorong pemberian kredit modal usaha kepada UMKM. Dari sudut perbankan, pemberian kredit kepada UMKM menguntungkan bagi bank yang bersangkutan.

Untuk mengembangkan UMKM, ada beberapa strategis yang dapat dilakukan, pertama dengan cara mengoptimalkan peran Konsultan Keuangan Mitra Bank serta melakukan pendampingan pada pelaku UMKM, kedua mensosialisasikan tentang adanya bagi hasil, ketiga mengembangkan UMKM Meningkatkan peran serta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan pengawasan pelaksanaan hubungan kemitraan dengan fokus terhadap perlindungan UMKM atas penguasaan Usaha Besar sebagai mitra usahanya.

Pentingnya memperkuat peran KPPU agar dapat lebih optimal dalam mengawasi dan mendorong persaingan usaha di indonesia agar lebih kompetitif dan bersaing sehat untuk memajukan perekonomian indonesia.

Dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM pada dasarnya bertujuan untuk memberdayakan UMKM dalam upaya peningkatan, perlindungan, dan kepastian UMKM. PP Nomor 17 Tahun 2013 mengamanahkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan pengawasan pelaksanaan hubungan kemitraan dengan fokus terhadap perlindungan UMKM atas penguasaan Usaha Besar sebagai mitra usahanya. Menurut isu terkini yang menjadi isu global dan masih menjadi perbincangan hangat.

Bagaimana upaya peningkatan dan pengembangan UMKM dalam perekonomian nasional ? 

Dengan mendorong kredit modal usaha kepada pelaku UMKM perbankan memberikan kredit usaha pada UMKM merupakan sesuatu yang menguntungkan bagi pihak bank yang bersangkutan karena kepatuhan nasabah usaha kecil yang lebih tinggi dibandingkan dengan usaha besar. Sehingga, dapat meminimalisir tingkat kemacetan dalam proses ansuran, pemberian kredit UMKM mendorong penyebaran resiko dimana kredit pada usaha kecil membuat bank harus memperbanyak nasabah, suku bunga yang kecil bagi usaha kecil bukan menjadi masalah utama sehingga pihak yang memberi kredit memperoleh pendapatan bunga yang memadai.

Apa saja permasalahan yang sering di hadapi pelaku UMKM ?

Biasanya pelaku UMKM sering kali menghadapi masalah kurangnya modal usaha, kesulitan dalam proses pemasaran, persaingan usaha yang ketat karena adanya perusahaan-perusahaan besar sehingga membuat UMKM kalah dalam bersaing, kesulitan dalam mencari bahan baku, minimnya sumber daya manusia(SDM), kurangnya teknisi keahlian serta kurangnya keahlian, iklan usaha yang kurang kondusif serta minimnya pengetahuan tentang menejemen keuangan. Permasalahan-permasalahan tersebutlah yang sering kali membuat pelaku UMKM mundur dan tidak ingin melanjutkan usahanya lagi, tanpa berfikir untuk mencari titik temu dari sebuah permasalahan yang di hadapi.

Bagaimana peran hukum dalam mendorong perekonomian nasional ?

Peran hukum dalam mendorong perekonomian nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Tentunya dengan adanya hukum tersebut sangat berpengaruh bagi pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya untuk mendorong perekonomian nasional.

Dengan adanya hukum yang berlaku sehingga membuat pelaku UMKM merasa lebih terlindungi dan aman sehingga kegiatan perekonomian yang berlangsung akan berjalan sebagaimana mestinya. Hukum yang dimaksud juga mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.