Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) STIKes Bakti Utama Pati

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati pada tahun 2020 mendapatkan kepercayaan dan rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah untuk melaksanakanan kegiatan RPL sebagai PT Mitra dari STIKes Papua. Program Fasilitasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi mahasiswa dan pengembangan kapasitas institusi penyelenggaran pendidikan akademik secara daring di daerah tertinggal pada masa Pandemi Covid 19 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Rekognisi Pembelajaran Lampau yang selanjutnya disingkat RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal atau nonformal atau informal, dan/ atau pengalaman kerja sebagai dasar melanjutkan pendidikan formal dan untuk penyetaraan kualifikasi.

Adapun skema umum program RPL yang dilaksanakan bertujuan untuk :
1. Memberikan kesempatan pada mahasiswa Perguruan Tinggi Daerah Tertinggal (PTDT) untuk mengambil mata kuliah secara daring di Perguruan Tinggi Mitra melalui mekanisme transfer kredit
2. Memberikan kesempatan pada dosen Perguruan Tinggi Daerah Tertinggal (PTDT) untuk menjadi dosen mitra pada mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa dalam rangka berbagi ilmu pengetahuan sistem pembelajaran daring
3. Memberikan kesempatan pembangunan kapasitas Perguruan Tinggi Daerah Tertinggal (PTDT) dalam melaksanakan pembelajaran daring melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi Mitra

Kegiatan RPL ini dilaksanakan mulai tanggal 12 Oktober 2020 sampai dengan Februari 2021. Dalam sambutan Ketua STIKes Bakti Utama Pati dalam acara pembukaan dan serah terima mahasiswa dari PTDT STIKes Papua kepada PT Mitra STIKes Bakti Utama Pati dan Universitas Langlangbuana yang dilaksankan pada hari jum’at tanggal 23 Oktober 2020, harapan dari kegiatan RPL ini adalah kita dapat bersama-sama untuk melaksanakan kegiatan RPL dengan baik sehingga tujuan dan harapan dari pemerintah melalui belmawa dapat tercapai. Selain itu Ketua STIKes Bakti Utama Pati juga menyampaikan untuk kerjasama antara STIKes Bakti Utama Pati dengan STIKes Papua dan Universitas Langlangbuana dapat berlanjut dengan agenda kegiatan selain RPL.

PENDIDIKAN BERKELANJUTAN BIDAN DI ERA NEW NORMAL

Pati. Pendidikan berkelanjutan Bidan di era New Normal kali ini sangat menarik untuk dijadikan bahan berbincangan dalam setiap kajian keilmuan terutama dikalangan perguruan tinggi kesehatan, salah satunya pada kegiatan seminar virtual yang secara langsung disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Bapak. Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.Kons. dalam hal ini beliau sebagai keynote speaker menyampaikan bahwa “mahasiswa, khususnya program studi kebidanan harus mengubah menset bahwa pembelajaran secara daring adalah bentuk dari perkembangan tekhnologi jadi sebenarnya pembelajaran daring itu sudah direncanakan jauh sebelum adanya Covid-19” dari pernyataan beliau diatas kita bisa menyimpulkan bahwa diera sekarang, calon mahasiswa baru, lulusan D3 kebidan ataupun yang akan lanjut jenjang profesi harus sudah membiasakan diri dengan pembelajaran secara virtual walaupun untuk kegiatan praktikum tetap harus ada tatap muka tentunya dengan mengunakan standar protokol kesehatan.

Selanjtnya bertindak sebagai bembicara kedua adalah Ibu Uswatun Khasanah, S.Si.T., M.Kes saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua III STIKES BUP, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bidan dituntut untuk melanjutkan pendidikan jika akan membuka praktik mandiri, jadi jika dari vokasi maka melanjutkan ke sarjana. Jika akan membuka praktik mandiri maka bidan terlebih dahulu harus lulus profesi kebidanan. Tentu saja hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan tenaga Bidan.

kegiatan webinar yang diselengarakn oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati (STIKES BUP) menyelenggaran kegiatan seminar Nasional Pendidikan ini dilaksanakan secara virtula, dikarenakan pandemi covid -19 masih belum selesai, sementara rencana kerja BEM sebagai bentuk dukungan institusi STIKES BUP dalam menciptakan suasana akdemik yang kondusif dan terus dinamis harus terus terlaksana.

Dalam kesempatan yang baik ini bertindak sebagai ketua STIKES BUP Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb, berkenan membuka acara kegiatan webinar ini. Beliau menyampaikan “dengan adanya kegiatan webinar dapat membuka wawasan akan pentingnya pendidikan bidan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan mutu bidan menjadi bidan yang kompeten, selain itu peningkatan mutu institusi juga wajib sehingga STIKES BUP berupaya untuk mengarah menjadi Good University Goverment

Kegiatan Webinar Nasional pendidikan kali ini bertemakan “ Pendidikan Berkelanjutan sebagai Implementasi UU Kebidanan No.04 Tahun 2019 dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Era New Normal”

Antusias masyarakat, khususnya dilevel mahasiswa dan umum sangat baik, terbukti ada 4.569 peserta yang mendaftar dalam kegiatan ini secara online, kegiatan ini dapat diikuti melalui aplikasi ZOOM Meeting dan juga Live Streming You Tube, dimulai jam 09.00 s/d selesai

Adapun bertindak sebagai moderator dalam acara webinar kali ini dipandu langsung oleh ketua BEM STIKES BUP saudari Riyantika yg sekaligus sebagai ketua OC dalam kepanitiaan kegiatan webinar ini.

PERHELATAN PKKMB STIKESBUP DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Foto : Foto bersama setelah pembukaan PKKMB STIKes Bakti Utama Pati Tahun 2020

Pati, Momen paling mengesankan bagi mahasiswa baru adalah saat mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada sebuah perguruan tinggi. Hal ini tak terkecuali sebagaimana yang dialami oleh mahasiswa baru STIKes Bakti Utama Pati tahun akademik 2020/2021 yang mengikuti PKKMB baik berupa kegiatan general education yang menghadirkan narasumber dr. Anzar Ahlian, M.Si. Bio Med.,Sp. A, dr. Zakiya, Sp.OG serta Dr. Ling Ahmad Qosim, S.KM.,M.Kes. maupun kegiatan PKKMB itu sendiri.
Uswatun Kasanah selaku Wakil Ketua III mengungkapkan bahwa PKKMB ini dilaksanakan sesuai ketentuan dalam pedoman PKKMB tahun 2020 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan STIKes Bakti Utama Pati

Mengingat pandemi covid-19 masih berlangsung, kegiatan PKKMB dilaksanakan secara daring sejak tanggal 7 – 9 September 2020. Pada pembukaan, kegiatan menghadirkan beberapa mahasiswa perwakilan dari prodi D-III dan S1 kebidanan, sedangkan mahasisw lain tetap mengikuti prosesi secara daring.
PKKMB diikuti oleh 17 mahasiswa D-III kebidanan dan 51 mahasiswa S1 kebidanan.
Pada pembukaan ini, Wakil Ketua III atas nama Ketua STIKes melantik sejumlah 68 mahasiswa sebagai mahasiswa STIKes Bakti Utama Pati tahun akademik 2020/2021. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar mahasiswa oleh perwakilan mahasiswa a.n Rike Cahyani (prodi S1 kebidanan) yang diikuti oleh mahasiswa yang lain.

Adapun beberapa materi yang diberikan dalam PKKMB ini adalah . Perguruan tinggi di era revolusi industry 4.0 dan Kehidupan baru pasca pandemic (New Normal), plagiarism, pengenalan pembelajaran menggunakan e-learning, Pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka di STIKES BUP, Pengenalan penyalahgunaan narkoba, dan anti korupsi, Pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara, Pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, norma kehidupan kampus, pencegahan pelecehan seksual di kampus, terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosia, Kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan, Sistem tata pamong di STIKes BUP dan perkenalan nama-nama karyawan serta jabatan, serta kurikulum untuk tiap program studi.
Hadir narasumber adalah Ketua STIKes, wakil ketua, ketua program studi, P3M, IT serta ketua BEM. Sedangkan materi tentang penyalahgunaan narkoba sampai dengan ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara disampaikan oleh pihak eksternal (kepolisian).

Kegiatan interaksi antar mahasiswa belum bisa optimal namun telah difasilitasi dengan perkenalan di dalam daring tersebut.
Untuk selanjutnya, panitia menggalang dana untuk bakti sosial dimana akan dilaksanakan pada waktu menyusul.

By Iyuz & Riyantika

KEPUASAN MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19

Pandemi covid-19 telah memberikan perubahan yang luar biasa terhadap semua semua bidang kehidupan; tak terkecuali bidang pendidikan sebagaimana yang terjadi di STIKes Bakti Utama Pati.

Dengan berbagai upaya dengan tetap memperhatikan kebijakan pemerintah, STIKes tetap berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik bagi mahasiswa. Semua aspek yang meliputi dosen, tenaga kependidikan, pengelola serta sarana dan prasarana senantiasa diprioritaskan bagi kepentingan mahasiswa, meskipun mahasiswa melaksanakan pembelajaran secara daring.

STIkes masih meyakini bahwa kualitas pelayanan kepada pemangku kepentingan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi dalam membangun hubungan yang erat dengan konsumennya. Dengan kualitas pelayanan yang baik diharapkan dapat menciptakan kenyamanan dan ketenangan lingkungan organisasi. Perguruan tinggi yang berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, sangat memerlukan suasana akademik dan lingkungan yang nyaman untuk melakukan proses belajar mengajar. Dengan pelayanan yang baik perguruan tinggi diharapkan menjadi rumah kedua mahasiswa.

Akreditasi institusi menilai kepuasan mahasiswa yang menuntut adanya instrumen pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap aspek dosen, tenaga kependidikan, pengelola serta sarana prasarana. Untuk itu, survei kepuasan dilakukan dengan metode menyebar angket dalam aplikasi google form melalui media WhatsApp.

Pada akhir semester genap tahun akademik 2019/2020, survei kepuasan mahasiswa dilakukan terhadap semua mahasiswa dimana jumlah partisipan adalah sebesar 95% mahasiswa. Adapun hasil survei adalah sebagai berikut:

Grafik 1. Tingkat Kepuasan Mahasiswa D-III Kebidanan

Grafik 2. Tingkat Kepuasan Mahasiswa S1 Kebidanan

Adapun rekapitulasi kepuasan mahasiswa semua prodi adalah sebagai berikut:

Grafik 3. Tingkat Kepuasan Mahasiswa Semua Prodi

Berdasarkan grafik 3 tersebut diketahui bahwa sebagian besar kepuasan mahasiswa sangat baik terhadap pelayanan dosen, tendik, pengelola maupun terhadap sarana dan prasarana yang ada, yaitu sebesar 83%, kemudian kepuasan baik sebesar 12%, kepuasan cukup sebesar 4%, sedangkan kategori kepuasan kurang adalah 1%.

Informasi yang diperoleh menggunakan aplikasi google form ini menjadi bahan masukan bagi institusi dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mahasiswa pada waktu berikutnya.

Selain informasi tersebut, data lain terkait kepuasan mahasiswa antara lain bahwa tingkat pelanggaran mahasiswa rendah, tingkat partisipasi tinggi dalam perkuliahan maupun dalam kegiatan kemahasiswaan.

 

By Iyuz.

WISUDA DRIVE THROUGH DI TENGAH PANDEMI COVID-19

 Foto wisuda drive thru STIKes Bakti Utama Pati Tahun 2020

Pati,

Segudang dilema dan kesedihan dihadapi para mahasiswa lulusan tahun 2020. Momen wisuda spektakuler yang seharusnya dilewati dengan indah bersama keluarga dan mahasiswa satu angkatannya, tak bisa terlaksana lantaran terganjal pandemi Covid-19.

Pandemi covid-19 yang ditemukan pertama kali di Indonesia pada  awal Maret 2020 ini menuntut setiap kita untuk waspada akan penyebarannya yang sangat mudah melalui droplet kita. Memakai masker saja tidak cukup namun juga harus menerapkan protokol kesehatan lain seperti halnya menjauhi kerumunan, tak terkecuali penyelenggaraan wisuda di dalam gedung dengan menghadirkan banyak tamu dan wisudawan. Hal ini menjadi tantangan bagi STIKes Bakti Utama Pati dalam menjalankan prosesi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan tetap memenuhi keinginan mahasiswa, meski dengan cara sederhana karena dibatasinya tamu undangan (orangtua dan tamu stakeholder terkait).

STIKes Bakti Utama Pati berusaha tetap menghadirkan momen wisuda untuk mahasiswanya, salah satunya lewat wisuda drive thru  yang digelar pada tanggal 03/09/2020.

Dalam wisuda drive thru itu mahasiswa diturunkan dari mobil, diwisuda di halaman kampus (out door), dan kemudian langsung kembali lagi ke dalam mobil/kendaraan masing-masing sesuia urutan. Prosesnya tak lebih dari  5 (lima) menit.

Selebihnya, lulusan mengikuti wisuda secara virtual sampai dengan selesai.

Sebagai wisudawan terbaik I; Heni Setiyowati, A.Md.Keb., wisudawan terbaik II: Ira Alfiyani, A.Md.Keb. serta wisudawan terbaik III: Vivi Vitriani S., A.Md.Keb. hadir secara luring mewakili wisudawan lainnya.

Setelah wisuda, masih pada hari yang sama, lulusan mengikuti pengambilan sumpah profesi dengan petugas pengambil sumpah adalah Ketua IBI Cabang Pati. Sumpah ini dilakukan secara virtual juga, dengan perwakilan 1 (satu) lulusan beragama Islam dan 1 (satu) lulusan beragama Kristen, disaksikan oleh rohniwan dari Kementerian Agama Kab. Pati.

.

By Iyuz & Riyantika

Peluang lulusan untuk Tetap Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati mengadakan kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Calon Wisudawati Tahun 2020 dengan menggunakan metode daring zoom dan live youtube pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 13 dan 14 Agustus 2020. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa semester VI prodi D-III Kebidanan dan alumni STIKes Bakti Utama Pati.

Ketua Stikes Bakti Utama Pati yang diwakili oleh Wakil Ketua III dalam memberikan sambutan menyampaikan bahwa Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, didukung pula kemampuan menyusun perencanaan berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai kemampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur, sehingga bidan pun bisa berwirausaha di luar dari bidang pelayanan kesehatan, mengingat peluang dunia usaha sangatlah besar.

Kegiatan Hari I tanggal 13 Agustus 2020 terlaksana dengan 4 materi.  Adapun materi meliputi: Perkembangan Teknologi dan Ilmu Ilmu Kebidanan Terkini: Implementasi Praktik Kebidanan Komplementer oleh Retno Wulan, S.S.T.Keb.,M.K.M (Kaprodi pendidikan profesi bidan); Peluang Kerja Lulusan di Bidang Kesehatan dan berwirausaha oleh Laily Laematul Zuhroh, Amd.Keb. (alumni sekaligus owner Rumah Cantik Khalwa); Cara penulisan surat lamaran kerja dan CV yang benar oleh Siti Marfu’ah, S.S.T.,MPH (Wakil Ketua I); Tujuh Ranah Kompetensi Bidan di Komunitas oleh Ana Rofika, S.S.T.,M.Kes (Kaprodi D-III kebidanan).

Kegiatan Hari II tanggal 14 Agustus 2020 terlaksana dengan 3 materi, meliputi: urgensi softskills dalam pengembangan karir lulusan oleh Uswatun Kasanah, S.Si.T., M.Kes. (wakil Ketua III); peluang berwirausaha di bidang kecantikan bersama Fabil cosmetic oleh Fabil Comestic; Pengembangan diri dalam berwirausaha dan demonstrasi pijat/baby spa oleh Alzena Skincare. (dr. Novy Oktaviana).

Kegiatan tersebut diakhiri dengan foto bersama dan memberikan kenang-kenangan kepada narasumber.

Sumber: Nopri Padma Nudesti, S.S.T.,M.Kes dkk

TETAP BAGIKAN DAGING KURBAN, MESKIPUN PANDEMI COVID-19

Pati, 03 Agustus 2020. Yayasan Pratini Soedarsono yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati dan SMK Bakti Utama Pati menyelenggarakan “Qurban Berkah” dengan tema “Tetap Berbagi di Masa Pandemi” bertempat di halaman STIKes yang berlangsung pada hari Senin (3/8).

Dalam kegiatan qurban tersebut, panitia kurban terdiri dari beberapa pengurus BEM, HIMKA prodi D-III dan OSIS SMK Bakti Utama Pati. Selama prosesi penyembelihan sampai dengan pendistribusian daging kurban,  panitia tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, face shield, dan jaga jarak.

Pada tahun ini, diperoleh 614 paket daging hewan kurban. ”Sejumlah 614 paket ini berisi daging sapi dan daging kambing. Dalam satu paketnya dengan berat sekitar 500 gr,” lanjut Riyantika selaku panitia pelaksana kurban.

Daging kurban didistribusikan pada masyarakat sekitar STIKes Bakti Utama Pati yaitu masyarakat Desa Blaru Pati.

“Pembagian daging kurban ini adalah wujud dari kepedulian terhadap sesama. Terlebih di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang terdampak dari segi ekonomi. Kita harus peduli dengan sesama kita. Di samping itu, semangat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam moment Idul Adha benar-benar menjadi tauladan wujud ketaatan hamba pada Sang Khaliq, Allah SWT,” tutur Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb. selaku Ketua STIKes Bakti Utama Pati.

Webinar STIKes Bakti Utama Pati

Pati – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati (STIKES BUP) menyelenggarakan webinar Nasional pada hari Sabtu, 25 Juli 2020 yang diikuti oleh 24.593 peserta dari seluruh Indonesia, para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dikarenakan STIKES BUP menyelenggarakan kegiatan ini secara gratis dan peserta mendapat e-sertifikat 2 SKP dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Dalam kesempatan yang sangat membahagiakan ini Ibu Irfana Tri Wijayanti, S.Si.T., M.Kes., M.Keb selaku Ketua STIKES BUP menyampaikan sambutan bahwa “kegiatan ini terselenggara sebagai upaya transfer ilmu dari para pakar yang kompeten menyangkut pelayanan kesehatan terutama untuk bidan dalam menangani ibu hamil dimasa pandemi covid19”. Tema yang diusung dalam webinar ini adalah upaya pencegahan kehamilan beresiko dan penata laksanaan kehamilan sehat pada masa new normal covid 19.

Dr.dr. Cahyono Hadi SH.SpOG (K) selaku narasumber utama yang memaparkan beberapa hal menyangkut perkembangan pandemi Covid 19 dan imbas terhadap pelayanan kesehatan ibu hamil, beliau menyampaiakan bahwa “Sampai saat ini, pengetahuan tentang infeksi COVID-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan tranmisi vertikal ke janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan COVID-19. Hanya saja perlu dilakukan Langkah-langkah pengendalian infeksi dan pengujian diagnostic pada ibu hamil mempunyai gejala mirip covid”

Disampaiakn pula oleh nara sumber utama “Ibu hamil perlu menghindari virus corona (COVID-19) dengan mendapatkan fasilitas terpisah dari pasien suspek atau terkonfirmasi COVID-19. Yang lebih penting, ibu hamil harus melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi virus corona baru (COVID-19).”

Selaku narasumber kedua Ibu Siti Marfuah, S.S.T., MPH. memaparkan materi dengan tema kehamilan sehat di era new normal pandemi covid 19, dimana ditekankan untuk kegiatan kelas ibu hamil tidak direkomendasikan secara langsung atau tatap muka sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah. Bidan bisa melakukan secara online dengan memberikan support bagaimana ibu hamil mempersiapkan diri menghadapi kehamilan dengan sehat di masa pandemi covid 19 ini.

Selaku narasumber ketiga Ibu Sri Hadi Sulistyaningsih, S.Si.T., M.Kes. memaparkan upaya optimalisasi layanan asuhan kebidanan kehamilan diera new normal pendemi covid 19, dimana pemeriksaan ibu hamil selama masa pandemi dilakukan tergantung kebutuhan ibu hamil, jika ibu hamil tidak memiliki gejala covid 19 maka tidak dianjurkan untuk pemeriksaan di TM I dan TM II yang paling disarankan adalah pemeriksaan di TM III karena ini untuk dapat mendeteksi kembali kondisi kehamilan yang sudah menuju proses kelahiran supaya kita dapat mengambil keputusan jika ibu mengalami kegawatdaruratan. Kunjungan ANC bisa dilakukan 6x, tetapi juga menyesuaikan kebutuhan, jika tidak ada keluhan dan gejala tidak usah ke tenaga kesehatan, ditakutkan adanya penularan covid-19.

“Harapan kami dengan diselenggarakannya kegiatan webinar nasional ini, para tenaga kesehatan terutama bidan dapat lebih memantapkan diri untuk tetap dapat melayani ibu hamil dimasa pandemi covid 19” papar ketua panitia Siti Muawanah, S.S.T., M.Keb.